Jakarta, EKOIN.CO – Otoritas Turki menangkap empat kartunis majalah satir LeMan setelah publikasi ilustrasi yang dianggap menyinggung Nabi Muhammad dan Nabi Musa. Penangkapan ini memicu gelombang protes sekaligus memanasnya perdebatan tentang batas kebebasan berekspresi di negara mayoritas Muslim tersebut.
Presiden Recep Tayyip Erdogan dengan tegas mengutuk gambar tersebut. “Kami tidak akan membiarkan siapapun menghina nabi kami dan tokoh suci agama lainnya,” tegasnya dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, seperti dikutip dari The Guardian. Erdogan menyebut karya itu sebagai “provokasi keji” dan “kejahatan kebebasan Islamofobia”.
Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya membagikan video penangkapan kartunis utama Dogan Pehlevan melalui akun X. Dalam rekaman tersebut, Pehlevan terlihat diborgol saat diseret petugas. “D.P., pelaku dari gambar keji ini, telah ditangkap dan ditahan,” tulis Yerlikaya. Tiga kartunis lain juga turut diamankan dari kediaman masing-masing.
Majalah LeMan berusaha meredam kontroversi dengan klarifikasi resmi. Melalui unggahan di X, mereka menyatakan gambar tersebut bukan representasi Nabi Muhammad, melainkan simbol penderitaan korban serangan Israel. “Kami meminta maaf kepada yang tersinggung,” bunyi pernyataan itu.
Namun upaya damai tak berhasil meredam amarah massa. Lebih dari 200 demonstran memadati pusat Istanbul menuntut pertanggungjawaban LeMan, meski aparat telah melarang unjuk rasa. Di sisi lain, kelompok pegiat HAM mengkritik keras tindakan penangkapan. Mereka menilai pemerintah menggunakan pasal hasutan untuk membungkam kebebasan pers.
Catatan Reporters Without Borders tahun 2024 menempatkan Turki di peringkat 158 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers. Kasus ini kembali menyoroti tekanan terhadap jurnalisme di bawah pemerintahan Erdogan. Saat ini penyelidikan masih berlangsung dengan tuduhan pelanggaran pasal penghasutan.





