Jakarta, EKOIN.CO – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengecam keputusan NATO untuk menaikkan anggaran pertahanan secara besar-besaran, menyebut langkah tersebut sebagai “penggalian kubur sendiri” yang berpotensi menghancurkan aliansi. Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas komentar Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski, yang sebelumnya menyebut perlombaan senjata bisa menjatuhkan Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Karena dia [Sikorski] merasa dirinya seorang peramal, mungkin dia juga bisa melihat bahwa peningkatan anggaran yang sangat besar dari negara-negara anggota NATO, menurut penilaian saya, justru akan membawa pada kehancuran organisasi ini,” ujar Lavrov, dikutip dari Reuters, Sabtu (5/7/2025).
Keputusan NATO untuk meningkatkan belanja pertahanan muncul setelah tekanan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menuntut komitmen lebih besar dari sekutu-sekutu aliansi. Pertemuan para pemimpin NATO pada Rabu pekan lalu menyepakati kenaikan anggaran hingga 3,5% dari PDB untuk pertahanan dan 1,5% untuk infrastruktur militer. Namun, beberapa negara seperti Spanyol menolak, sementara Prancis, Belgia, dan Italia dikhawatirkan kesulitan memenuhi target.
Di tengah ketegangan ini, Presiden Putin justru mengumumkan rencana pemangkasan belanja militer Rusia mulai tahun depan. Namun, data anggaran 2025 menunjukkan belanja pertahanan tetap mencapai 6,3% dari PDB, level tertinggi sejak Perang Dingin.





