EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Indonesia Kembangkan AI dengan Nilai Pancasila dan Etika

Sumber dok kemenkopmk.go.id

Indonesia Kembangkan AI dengan Nilai Pancasila dan Etika

Pratikno menegaskan bahwa kecerdasan buatan bukan sekadar alat efisiensi, namun harus menjadi sarana untuk meninggikan nilai dan kapasitas manusia dengan mengedepankan etika, integritas, serta nilai-nilai Pancasila.

Agus DJ oleh Agus DJ
6 Juli 2025
Kategori EDUKASI, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia harus berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan etika. Pernyataan ini ia sampaikan dalam Symposium: Indonesia’s Future a Multidisciplinary Approach yang berlangsung di Auditorium Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (2/7/2025).

Pratikno menjelaskan bahwa pendekatan Indonesia terhadap AI tidak hanya fokus pada efisiensi, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai luhur manusia. Ia menyampaikan bahwa teknologi harus ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat kapasitas manusia, bukan menggantikannya.

“Inilah inti dari pendekatan Indonesia terhadap AI yang berpusat pada manusia: bukan sekadar mengotomatisasi untuk efisiensi, tetapi untuk memperkuat dan meninggikan nilai-nilai serta kemampuan manusia,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa AI kini bukan lagi sebuah gagasan masa depan, melainkan sudah hadir dalam keseharian masyarakat. AI mengubah cara manusia hidup, bekerja, dan berpikir. Oleh sebab itu, Pratikno menekankan pentingnya arah baru dalam pengembangan teknologi ini.

“AI bukan lagi konsep yang jauh, ia adalah kenyataan yang sedang bergerak, yang mulai mengubah cara kita bekerja, hidup, bahkan berpikir,” ucapnya di hadapan para alumni Flinders University.

Berita Menarik Pilihan

Realme 16 5G Siap Debut Global: Baterai 7000mAh dan Chipset Dimensity 6400 Turbo Jadi Andalan

Makan Durian Bersamaan Minuman Soda Berbahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Etika dalam Pengembangan AI

Dalam paparannya, Pratikno menyoroti pentingnya pendekatan etis dalam adopsi AI. Menurutnya, sistem AI tidak bersifat netral karena ia menyerap pola pikir dan perilaku manusia, termasuk sisi lemahnya.

“Hal ini mengingatkan kita: AI bukanlah sesuatu yang netral. Ia belajar dari kita—dari logika kita, naluri kita, dan kadang juga dari kekurangan kita. Karena itu, AI harus dikembangkan bukan hanya dengan kecerdasan, tetapi juga dengan integritas,” tegas Pratikno.

Ia menambahkan, pengembangan AI di Indonesia perlu diarahkan untuk memperkuat fondasi nilai-nilai Pancasila, agar teknologi ini sejalan dengan identitas dan tujuan bangsa.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen mendorong lahirnya talenta digital yang tidak hanya andal dalam bidang teknis, tetapi juga memiliki kesadaran etis yang kuat. Talenta inilah yang dianggap dapat menjawab tantangan era digital.

“Kita ingin menumbuhkan talenta digital yang bukan hanya terampil secara teknis, tetapi juga berakar pada etika, yang kita sebut BIJAK dan CERDAS,” jelasnya.

Kolaborasi Riset dan Kebijakan

Pada bagian akhir sambutannya, Pratikno mendorong pembentukan Flinders Indonesia Innovation Network sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan birokrasi dalam menghasilkan kebijakan yang berdampak luas.

Inisiatif tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan riset multidisipliner yang tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga menguatkan dimensi pembangunan manusia.

Menurutnya, jaringan ini akan mempercepat integrasi antara ilmu pengetahuan dan kebijakan publik, terutama dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 dan transformasi digital nasional.

Turut hadir dalam agenda tersebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri PANRB Rini Widyantini, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, serta dua perwakilan pimpinan Flinders University yaitu Colin Stirling dan John Hood.

Simposium ini merupakan bagian dari rangkaian Flinders University Alumni Gathering 2025 yang digelar sebagai bentuk penguatan jejaring antar alumni sekaligus kontribusi terhadap masa depan pembangunan Indonesia.

Kecerdasan buatan tidak dapat dilepaskan dari dinamika kehidupan modern. Namun, seperti disampaikan Menko PMK Pratikno, arah pengembangannya harus dikendalikan oleh prinsip kemanusiaan, bukan sekadar efisiensi teknologi. Ini menunjukkan tekad Indonesia dalam menjaga nilai-nilai dasar bangsa di tengah gelombang inovasi global.

Dengan memprioritaskan etika dan integritas dalam pengembangan AI, pemerintah berupaya menghindari dampak negatif yang mungkin timbul dari penggunaan sistem yang belajar dari manusia. Visi ini menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat, sementara manusialah pusat dari segala kebijakan.

Pembentukan jaringan kolaboratif seperti Flinders Indonesia Innovation Network menjadi salah satu langkah konkret dalam menyatukan ilmu pengetahuan dan kebijakan pembangunan. Lewat pendekatan ini, diharapkan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelaku yang memberikan arah dan warna pada perkembangan AI dunia.(*)

Tags: AI berpusat pada manusiaetika digitalFlinders Universityinovasi Indonesiaintegritas teknologijaringan riset kebijakanMenko PMK Pratiknonilai Pancasilarevolusi industri 4.0.simposium kecerdasan buatantalenta BIJAK dan CERDAS
Post Sebelumnya

Tantangan PAUD Asia-Pasifik Disorot di Konferensi Manila 2025

Post Selanjutnya

Kerja Sama Vokasi Indonesia–Tiongkok Perluas Pusat Pelatihan

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Realme 16 5G menampilkan layar AMOLED 6,57 inci dengan grafis dinamis, menonjolkan kamera 50MP dan baterai besar 7000mAh.

Realme 16 5G Siap Debut Global: Baterai 7000mAh dan Chipset Dimensity 6400 Turbo Jadi Andalan

oleh Hasrul Ekoin
1 Februari 2026
0

Realme menonjolkan kapasitas baterai 7000mAh, lengkap dengan fast charging 60W. Smartphone ini juga dilengkapi sistem pendingin vapor chamber 6050mm² dan...

Makan Durian Bersamaan Minuman Soda Berbahaya. Ini Penjelasan Ilmiahnya (Foto: DetikFood)

Makan Durian Bersamaan Minuman Soda Berbahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

oleh Akmal Solihannoer
1 Februari 2026
0

Ekoin.co - Buah durian dikenal luas sebagai buah tropis dengan rasa khas dan kandungan gizi yang tinggi. Di sisi lain,...

Ilustrasi Air Putih (Ist)

Manfaat Konsumsi Air Putih Sebagai Minuman Utama Pendukung Detoksifikasi Tubuh

oleh Akmal Solihannoer
29 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Air putih tetap menjadi cairan paling penting dalam mendukung proses detoksifikasi alami tubuh manusia. Cairan ini berperan...

Ada 9 biji buah yang bermanfaat untuk kesehatan

Ini 9 Biji Buah yang Sering Dibuang Ternyata Banyak Manfaat untuk Kesehatan

oleh Akmal Solihannoer
29 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Banyak bagian buah yang kerap dianggap limbah, salah satunya biji. Padahal, sejumlah biji buah mengandung nutrisi penting...

Post Selanjutnya
Kerja Sama Vokasi Indonesia–Tiongkok Perluas Pusat Pelatihan

Kerja Sama Vokasi Indonesia–Tiongkok Perluas Pusat Pelatihan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.