EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Infrastruktur DOB Papua Dipacu Lewat Dana K/L dan TKD

Sumber dok kemenkeu.go.id

Infrastruktur DOB Papua Dipacu Lewat Dana K/L dan TKD

Pemerintah pusat menyalurkan Rp22,4 triliun untuk pembangunan Daerah Otonomi Baru di Papua, dengan sistem pengawasan dan tata kelola yang diperkuat demi efisiensi dan manfaat langsung bagi masyarakat.

Agus DJ oleh Agus DJ
6 Juli 2025
Kategori EKONOMI, INFRASTRUKTUR, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Pemerintah pusat terus menggulirkan dukungan anggaran bagi pembangunan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua, sebagai bentuk komitmen pemerataan pembangunan nasional. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Anggito Abimanyu, dalam Rapat Kerja Panja Komisi II DPR RI, Rabu (2/7), di Gedung DPR, Jakarta.

Anggito menjelaskan bahwa skema pendanaan bagi DOB Papua dilakukan melalui dua saluran utama, yakni Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) serta Transfer ke Daerah (TKD). Keduanya disusun dengan mempertimbangkan berbagai indikator yang kompleks.

“Indikator yang kami gunakan mencakup luas wilayah, jumlah penduduk, kondisi sosial, ekonomi, fiskal, serta kebutuhan infrastruktur masing-masing DOB,” kata Anggito dalam rapat tersebut.

Selama tiga tahun terakhir sejak pembentukan DOB, pemerintah mengklaim telah membangun sejumlah fasilitas publik, mulai dari jalan, jembatan, hingga sarana pendidikan dan kesehatan. Program pemberdayaan ekonomi masyarakat juga telah dijalankan secara bertahap.

Untuk tahun anggaran 2025, pemerintah menetapkan alokasi Belanja K/L sebesar Rp1,28 triliun yang disalurkan melalui DIPA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dana tersebut difokuskan untuk infrastruktur pemerintahan DOB.

Berita Menarik Pilihan

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

Dana Otsus dan DTI Capai Rp22,4 Triliun

Selain itu, pemerintah mencatat total TKD yang mencakup Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) untuk seluruh DOB Papua sejak 2023 hingga 2025 mencapai angka Rp22,4 triliun.

Anggito menyampaikan bahwa proses evaluasi dan perbaikan tata kelola anggaran DOB terus dilakukan. Ia menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan agar setiap rupiah anggaran memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Pemerintah, dan khususnya Bapak Presiden Prabowo Subianto dan kabinet, ingin melakukan suatu perbaikan, baik itu anggaran K/L maupun anggaran TKD,” tegasnya dalam forum tersebut.

Menurutnya, upaya perbaikan tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kementerian Keuangan, tetapi memerlukan koordinasi lintas instansi. Untuk itu, Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri dilibatkan aktif dalam proses ini.

“Langkah kami mencakup pembinaan, integrasi sistem informasi, serta perbaikan tata kelola,” terang Anggito kepada para anggota dewan.

Transparansi dan Percepatan Penyaluran Dana

Pemerintah mengusulkan pendekatan baru dalam pengelolaan Dana Otsus, yakni melalui sistem informasi yang terintegrasi dan berbasis interoperabilitas. Sistem ini diharapkan mempercepat penyaluran dan menghindari tumpang tindih administrasi.

Anggito menyebut bahwa pendampingan teknis dan pembinaan daerah akan menjadi agenda rutin dalam pelaksanaan anggaran DOB ke depan. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur di daerah.

“Dengan penguatan sistem dan pembinaan teknis, kami ingin agar pemanfaatan Dana Otsus menjadi lebih prudent, transparan, dan cepat,” tambahnya.

Pemerintah berharap, tata kelola DOB dapat mencapai tingkat efisiensi yang lebih tinggi, sehingga pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat Papua di wilayah-wilayah otonom baru.

Langkah ini dinilai strategis mengingat DOB merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap percepatan pembangunan Papua yang selama ini mengalami ketimpangan dibanding wilayah lainnya.

Dukungan anggaran yang terus digulirkan pemerintah pusat bagi pembangunan DOB di Papua menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan pemerataan. Penyaluran dana melalui K/L dan TKD tidak hanya bersifat administratif, melainkan juga menyentuh aspek substansi pembangunan di wilayah-wilayah baru tersebut.

Evaluasi dan pembenahan sistem pengelolaan dana terus ditekankan sebagai bagian dari reformasi fiskal yang menyeluruh. Keterlibatan banyak kementerian dan lembaga menjadi kunci untuk mendorong efektivitas kebijakan yang dirancang.

Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, transparan, dan responsif terhadap kondisi lokal, diharapkan DOB di Papua dapat berkembang secara berkelanjutan, menciptakan ruang tumbuh baru bagi masyarakatnya, serta menjembatani kesenjangan antarwilayah secara nyata.(*)

Tags: BappenasBelanja K/LDana Otsusdana pembangunanDana Tambahan InfrastrukturDobinfrastruktur PapuaKemendagriKementerian KeuanganPapuaPrabowo Subiantotata kelola fiskal.TKDTransfer ke Daerahtransparansi anggaranWamenkeu Anggito Abimanyu
Post Sebelumnya

Penyebab Panas Dalam yang Jarang Disadari

Post Selanjutnya

Jangan Remehkan Insomnia, Ini Dampak dan Faktanya

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Pemprov DKI menargetkan angka inflasi Jakarta tahun ini berada di bawah sasaran nasional guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang positif. (Foto: Humas Pemprov DKI/Ekoin.co)

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

oleh Noval Verdian
6 Februari 2026
0

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut pemulihan ekonomi Jakarta sebagai momentum penting setelah perlambatan pada kuartal sebelumnya.

Post Selanjutnya
Jangan Remehkan Insomnia, Ini Dampak dan Faktanya

Jangan Remehkan Insomnia, Ini Dampak dan Faktanya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.