LONDON, EKOIN.CO- Bursa transfer musim panas 2025 di Inggris memasuki fase intensif pada awal Juli ini. Klub-klub Premier League bergerak cepat memanfaatkan waktu menjelang pra-musim.
Liverpool dan Crystal Palace menjadi dua klub dengan tujuan berbeda namun saling terkait dalam dinamika transfer kali ini. Situasi pemain kunci mendorong keduanya menjajaki opsi pertukaran strategis.
The Reds, yang baru saja merengkuh gelar Premier League, telah menyelesaikan sebagian besar aktivitas transfer lebih awal. Kini mereka fokus mencari tambahan terakhir yang dibutuhkan.
Di sisi lain, Crystal Palace menghadapi ketidakpastian seputar partisipasi mereka di kompetisi Eropa musim depan. Beberapa pemain inti kemungkinan besar akan hengkang.
Salah satu isu krusial adalah masa depan kapten Palace, Marc Guehi, yang kontraknya tinggal tersisa satu tahun. Penjualan di musim panas ini dinilai lebih menguntungkan.
Peluang Pertukaran Guehi dan Elliott
Liverpool muncul sebagai kandidat utama untuk mendatangkan Guehi. Kebutuhan bek tengah makin mendesak setelah Jarell Quansah meninggalkan klub.
Negosiasi kontrak Ibrahima Konaté yang berjalan lambat turut mendorong Liverpool mempercepat upaya mendatangkan pengganti potensial.
Dikabarkan, Liverpool siap mengajukan tawaran antara £40 juta hingga £45 juta kepada Palace. Nilai itu kemungkinan tak akan dinaikkan.
Namun, The Reds menyimpan opsi alternatif yang berpotensi lebih menarik bagi Palace. Nama Harvey Elliott mencuat sebagai bagian pertukaran.
Elliott tampil cemerlang bersama timnas Inggris U21 di Euro U21. Ia ingin mencari lebih banyak kesempatan bermain reguler, terutama di kancah Eropa.
Situasi Eberechi Eze Dorong Keputusan
Kondisi Palace makin rumit setelah kabar kepergian Eberechi Eze berembus. Gelandang andalan itu diburu dua klub London: Arsenal dan Tottenham.
Jika Eze hengkang, Palace membutuhkan pengganti dengan kreativitas dan determinasi tinggi. Elliott dinilai cocok mengisi kekosongan tersebut.
Meski belum setara dengan Eze dari segi pengalaman, Elliott punya potensi jangka panjang. Usianya yang muda memberi ruang untuk berkembang.
Liverpool menghargai Elliott di angka £40 juta, setara dengan nilai tawaran mereka untuk Guehi. Skema pertukaran tanpa dana tunai pun memungkinkan.
Bagi Palace, skema ini memberi keuntungan instan sekaligus solusi jangka panjang. Elliott bisa langsung mengisi peran penting di lini tengah.
Peran Elliott di Palace Bisa Vital
Di Liverpool, Elliott kesulitan menembus skuad inti secara konsisten. Kehadirannya di Palace membuka peluang bermain reguler setiap pekan.
Selama Euro U21, Elliott tampil percaya diri saat dipercaya sebagai starter. Ia menunjukkan visi bermain dan ketenangan di bawah tekanan.
Jika Palace lolos ke kompetisi Eropa, Elliott bisa mendapatkan eksposur lebih luas di level kontinental. Itu akan mendongkrak nilai pasarnya.
Liverpool pun tak sepenuhnya merugi. Mereka mendapat bek tangguh timnas Inggris untuk menambal celah di lini pertahanan mereka.
Guehi, yang berpengalaman di Premier League dan pernah memperkuat timnas, merupakan investasi defensif yang menjanjikan bagi The Reds.
Palace Bisa Minta Tambahan Dana
Meski Elliott dihargai setara, Palace diyakini bisa menegosiasikan skema yang lebih menguntungkan. Tambahan £10 juta bisa jadi syarat mereka.
Hal ini disebabkan status Guehi sebagai kapten dan pemimpin lini belakang Palace. Melepasnya tanpa kompensasi tambahan dinilai kurang seimbang.
Menurut laporan yang beredar, Palace tak ingin kehilangan Guehi secara gratis musim depan. Transfer musim panas ini jadi momen penting.
Jika Elliott memang jadi bagian dari kesepakatan, Palace harus mempertimbangkan potensi jangka panjangnya. Dukungan pelatih sangat krusial.
Di sisi Liverpool, perekrutan Guehi bisa memperkuat kedalaman skuad untuk bersaing di empat kompetisi musim 2025/2026.
Kebutuhan Tim Jadi Faktor Penentu
Kondisi kedua tim saat ini menunjukkan kebutuhan spesifik. Liverpool butuh bek muda tangguh, sementara Palace perlu gelandang kreatif.
Pertukaran pemain, meski jarang dilakukan, bisa jadi solusi efisien dan menguntungkan kedua belah pihak jika dikelola dengan bijak.
Masuknya Elliott ke Palace membuka ruang pembaruan gaya bermain yang lebih dinamis. Ia punya atribut menyerang yang sesuai sistem mereka.
Sementara Guehi ke Liverpool akan menambah kedalaman opsi pertahanan, terutama jika Konaté tak memperpanjang kontraknya.
Keputusan resmi masih menunggu, tetapi komunikasi antara kedua klub dikabarkan berjalan positif dan saling menguntungkan.
Ketegangan Menuju Batas Transfer
Jendela transfer musim panas Premier League akan berlangsung hingga akhir Agustus. Negosiasi seperti ini kerap berlangsung alot menjelang batas akhir.
Liverpool dan Palace punya waktu, namun mereka tak bisa menunggu terlalu lama. Persiapan pra-musim sudah dimulai oleh sebagian besar tim.
Keputusan cepat akan menguntungkan semua pihak. Baik Elliott maupun Guehi memerlukan kepastian untuk musim depan.
Situasi ini juga mempengaruhi persiapan taktik dan strategi kedua pelatih dalam menyusun formasi awal musim.((Gambar diambil dari BBC)
Menurut beberapa analis bursa transfer Inggris, pertukaran seperti ini mencerminkan kecermatan klub dalam membaca kebutuhan masing-masing.(*)
Berlangganan gratis WANEWS EKOIN lewat saluran WhatsUp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





