Jakarta, Ekoin.co – Arsenal memastikan satu tempat di final EFL Cup 2025/2026 setelah mengalahkan Chelsea dengan skor 1-0 pada leg kedua semifinal. Pertandingan Arsenal vs Chelsea berlangsung di Emirates Stadium, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Kai Havertz memastikan The Gunners menang agregat 4-2 dan melaju ke partai puncak di Wembley.
Laga ini menjadi penentuan setelah Arsenal unggul 3-2 pada leg pertama. Chelsea datang dengan misi mengejar ketertinggalan agregat, sementara Arsenal bermain lebih terkontrol untuk mengamankan keunggulan. Meski kalah penguasaan bola, tuan rumah mampu menjaga disiplin permainan hingga peluit akhir.
Sejak awal pertandingan, kedua tim bermain hati-hati. Arsenal tidak langsung menekan dan memilih mengatur tempo melalui penguasaan bola di lini tengah. Chelsea mencoba mengambil inisiatif serangan dengan menekan dari sisi sayap, namun belum mampu menembus pertahanan rapat Arsenal.
Peluang pertama tercipta pada menit ke-19 melalui Chelsea. Piero Hincapie menyambut bola hasil situasi bola mati dengan sundulan yang berbelok tipis dan menghasilkan sepak pojok. Tidak lama berselang, Hincapie kembali mengancam lewat sepakan melengkung dari sisi kanan kotak penalti, namun kiper Arsenal, Kepa Arrizabalaga, berhasil mengantisipasi dengan baik.
Memasuki pertengahan babak pertama, permainan berlangsung di area tengah lapangan. Kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih di sepertiga akhir. Arsenal sempat mendapatkan peluang pada menit ke-35 melalui situasi kemelut di kotak penalti Chelsea, tetapi upaya Gabriel Martinelli berhasil digagalkan oleh blok krusial Malo Gusto.
Chelsea menutup babak pertama dengan satu peluang dari luar kotak penalti. Enzo Fernandez melepaskan tembakan keras yang masih bisa ditepis Kepa Arrizabalaga. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Pada babak kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Chelsea meningkatkan intensitas serangan demi mengejar agregat, sementara Arsenal tetap bermain disiplin. Beberapa percobaan dilakukan Chelsea melalui Enzo Fernandez dan Marc Cucurella dari jarak jauh, namun belum membuahkan hasil.
Gol penentu baru tercipta pada masa injury time. Arsenal memanfaatkan situasi serangan balik ketika Chelsea terlalu banyak meninggalkan lini belakang. Declan Rice mengirimkan umpan terobosan kepada Kai Havertz, yang lolos dari pengawalan dan menaklukkan kiper Robert Sanchez. Gol tersebut memastikan kemenangan 1-0 bagi Arsenal.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyampaikan kepuasannya atas hasil pertandingan tersebut.
“Kami bermain disiplin dan tahu apa yang dibutuhkan untuk lolos. Para pemain menjalankan rencana dengan baik hingga akhir laga,” kata Arteta seusai pertandingan.
Sementara itu, pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mengakui timnya kesulitan menembus pertahanan lawan.
“Kami menguasai bola, tetapi tidak cukup efektif di area penentuan. Arsenal memanfaatkan satu momen dengan sangat baik,” ujarnya dalam konferensi pers.
Dengan hasil ini, Arsenal melaju ke final EFL Cup dengan agregat 4-2 dan akan tampil di Wembley. Lawan yang akan dihadapi Arsenal di partai final menunggu hasil semifinal lainnya.
Arsenal dan Chelsea sama-sama menurunkan susunan pemain terbaiknya pada laga ini. Arsenal bermain dengan formasi 4-3-3, sementara Chelsea mengandalkan skema 3-5-2. Pertandingan berlangsung tanpa insiden berarti dan dipimpin wasit yang menjaga jalannya laga tetap kondusif hingga akhir. (*)





