EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM
Rayyan, Bocah Penari Pacu Jalur Viral

Rayyan, Bocah Penari Pacu Jalur Viral

Penampilan Rayyan Arkan sebagai Togak Luan mendadak viral. Tariannya menjadi simbol keunggulan tim Pacu Jalur.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
8 Juli 2025
Kategori RAGAM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kuantan Singingi EKOIN.CO – Tradisi budaya Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, kembali mencuri perhatian publik, kali ini bahkan hingga ke ranah internasional. Seorang bocah bernama Rayyan Arkan Dikha terekam tengah menari di ujung sampan panjang saat lomba berlangsung. Aksinya yang penuh semangat dan keseimbangan viral di media sosial dan menuai beragam tanggapan dari warganet mancanegara.

Dalam video tersebut, Rayyan berdiri tegap di ujung jalur — sebutan untuk perahu panjang khas Pacu Jalur — sambil menggoyangkan tubuhnya mengikuti irama sorakan penonton dan hentakan dayung tim. Bocah berusia 11 tahun itu tanpa rasa takut menjaga keseimbangan sambil menari di tengah perahu yang melaju kencang.

Video ini memicu kemunculan istilah “aura farming” di media sosial. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan gaya ekspresif Rayyan yang menambah semangat bagi timnya. Pengguna dari berbagai negara bahkan membuat parodi dan video reaksi terhadap momen unik ini.

Rayyan diketahui berasal dari Desa Pintu Lobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuansing. Dalam wawancaranya, Rayyan menjelaskan bahwa tariannya tersebut muncul secara spontan. “Itu spontan saja. Tidak ada belajar atau latihan,” ujar Rayyan sebagaimana dikutip dari berbagai media lokal.

Kehadiran Rayyan sebagai Togak Luan, atau penari di ujung perahu, menandakan bahwa timnya sedang memimpin dalam lomba. Tarian tersebut menjadi simbol dominasi dan kekuatan tim yang sedang berlaga di ajang Pacu Jalur.

Berita Menarik Pilihan

Indonesia Ukir Sejarah di Piala Asia Futsal, Vietnam Disingkirkan 3-2

Persis Solo Datangkan Dimitri Lima demi Misi Keluar dari Zona Degradasi

Tradisi Kuat yang Melekat Sejak Kecil

Sejak kecil, Rayyan sudah akrab dengan Sungai Kuantan. Ia terbiasa berenang dan naik sampan bersama ayahnya. Tak mengherankan jika kemudian ia tumbuh dengan mimpi menjadi bagian dari tradisi Pacu Jalur.

“Ayah sering ngajak ke Pacu Jalur, jadi saya tertarik,” ungkapnya. Ayah Rayyan sendiri merupakan mantan atlet Pacu Jalur dari tim Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo. Sedangkan sang kakak juga pernah menjadi Togak Luan.

Keinginan kuat Rayyan untuk tampil dalam Pacu Jalur akhirnya terwujud. Ia telah dua tahun bergabung dalam tim yang sama dengan ayahnya. Kini, Rayyan duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar dan memiliki cita-cita menjadi seorang anggota Tentara Nasional Indonesia.

Tradisi Togak Luan sendiri merupakan bagian integral dalam lomba Pacu Jalur. Tugasnya tidak hanya menari, tetapi juga menjaga semangat tim dan menjadi simbol keunggulan. Penampilan Rayyan yang penuh semangat menjadikannya ikon baru dari Pacu Jalur tahun ini.

Warisan Budaya dan Pesan dari Generasi Muda

Pacu Jalur merupakan warisan budaya yang telah turun-temurun dilestarikan oleh masyarakat Kuantan Singingi. Setiap tahun, lomba ini diikuti puluhan tim dari berbagai desa dan selalu menjadi momen penting dalam kalender budaya Riau.

Fenomena Rayyan memberikan nuansa segar dalam penyelenggaraan Pacu Jalur. Aksinya membawa semangat baru, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tapi juga memperkenalkan tradisi ini ke dunia luar melalui kekuatan media sosial.

Selain menjadi ajang adu cepat, Pacu Jalur juga menyiratkan semangat kerja sama, kedisiplinan, dan penghargaan terhadap budaya. Anak-anak seperti Rayyan menunjukkan bahwa tradisi ini terus hidup dan dicintai oleh generasi muda.

Tarian spontan Rayyan bukan sekadar hiburan. Ia menjadi simbol penguatan identitas budaya dan kebanggaan daerah. Banyak pihak berharap agar perhatian dunia terhadap video tersebut dapat menjadi momentum untuk promosi wisata budaya Kuansing.

Masyarakat berharap, viralnya aksi Rayyan menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk mencintai dan melestarikan tradisi lokal. Apalagi, di era digital seperti saat ini, konten budaya yang autentik sangat berpotensi menarik perhatian luas.

Sebagai penutup, perhatian dunia terhadap Rayyan Arkan Dikha memberi pesan kuat bahwa budaya lokal memiliki daya tarik yang luar biasa. Pemerintah daerah dapat menjadikan momen ini sebagai peluang untuk mendorong promosi wisata budaya secara lebih masif.

Pacu Jalur bukan sekadar lomba perahu, melainkan cerminan dari semangat kolektif masyarakat Kuansing dalam merawat warisan budaya. Tarian Rayyan mempertegas bahwa nilai-nilai tradisi masih berdenyut dalam jiwa anak-anak Indonesia.

Kisah Rayyan juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengenalkan budaya sejak dini. Dukungan ayah dan kakaknya menjadikan Rayyan tidak hanya memahami, tapi juga mencintai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu.

Dalam konteks pendidikan, pengalaman Rayyan bisa menjadi contoh bahwa pembelajaran tidak selalu harus formal. Pengalaman langsung di lapangan, seperti mengikuti Pacu Jalur, memberi nilai edukatif yang kuat dan bermakna.

viralnya penampilan Rayyan sebagai Togak Luan memperlihatkan betapa budaya lokal bisa menjadi pusat perhatian global jika disampaikan secara autentik dan menginspirasi. Masyarakat dan pemerintah diharapkan terus membina generasi muda agar tetap bangga terhadap jati diri budaya mereka. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: budaya RiauKuantan SingingiPacu JalurRayyan ArkanTogak Luanvideo viral
Post Sebelumnya

Megawati Pilih Manisa BBSK, Bukan Klub Top

Post Selanjutnya

Suleiman Kerimov Bangun Sinagoga di Dagestan

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Timnas Futsal Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam 3-2 di perempat final piala asia. Di semi final Timnas akan melawan Jepang yang sebelumnya menghajar Afghanistan 6-0. (iG Timnas futsal)

Indonesia Ukir Sejarah di Piala Asia Futsal, Vietnam Disingkirkan 3-2

oleh Danang F Pradhipta
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Tim nasional futsal Indonesia menorehkan sejarah baru di ajang Piala Asia Futsal 2026. Bermain di hadapan pendukung...

Pemain anyar persis Solo Dimitri Lima diharapkan bisa membawa tim laskar sambernyawa keluar dari zona degradasi. (Persis solo web)

Persis Solo Datangkan Dimitri Lima demi Misi Keluar dari Zona Degradasi

oleh Danang F Pradhipta
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Persis Solo menunjukkan keseriusannya untuk keluar dari ancaman degradasi pada paruh kedua BRI Super League 2025/2026 dengan...

Muhammad Zaki Ubaedillah (Ubed) diproyeksikan PBSI untuk naik ke 15 besar dunia. (Ist)

Misi Olimpiade 2028: PBSI Targetkan Ubed Tembus Top 15 Dunia Usai Juara di Thailand

oleh Danang F Pradhipta
3 Februari 2026
0

​Tantangan bagi Ubed kini adalah membuktikan konsistensinya saat naik kelas ke turnamen dengan level yang lebih tinggi (Super 500 ke...

Timnas Indonesia U-17 Hadapi Tiongkok dalam Dua Laga Uji Coba Internasional

Timnas Indonesia U-17 Hadapi Tiongkok dalam Dua Laga Uji Coba Internasional

oleh Danang F Pradhipta
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Timnas Indonesia U-17 akan menjalani rangkaian International U-17 Friendly Match sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia...

Post Selanjutnya
Suleiman Kerimov Bangun Sinagoga di Dagestan

Suleiman Kerimov Bangun Sinagoga di Dagestan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.