EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Airlangga Negosiasi Tarif Impor Trump di AS

Airlangga Negosiasi Tarif Impor Trump di AS

Trump mengenakan tarif 32 persen untuk impor Indonesia. Airlangga langsung ke AS untuk negosiasi lanjutan.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
8 Juli 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bertolak ke Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa, 8 Juli 2025, untuk melakukan negosiasi langsung terkait kenaikan tarif impor yang dikenakan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Indonesia.

Langkah cepat itu dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor sebesar 32 persen untuk produk dari Indonesia. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi ekonomi “America First” yang kembali digencarkan menjelang pemilu AS.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, menyampaikan bahwa tim negosiasi Indonesia telah lebih dahulu berada di Washington DC. “Pagi ini tim negosiasi kita yang akan melanjutkan diskusi itu sudah berada di DC. Dan Bapak Menko Perekonomian sedang dalam perjalanan dari Rio menuju DC,” ujarnya di Kantor PCO Jakarta.

Menurut Hasan, masih ada peluang bagi Indonesia untuk menurunkan atau menghindari tarif tersebut. Pemerintah AS disebut masih membuka ruang negosiasi hingga batas waktu yang ditentukan pada 9 Juli 2025.

Hasan menambahkan bahwa Presiden Trump telah menyampaikan surat resmi kepada pemerintah Indonesia, di mana tercantum bahwa penerapan tarif 32 persen baru akan berlaku mulai 1 Agustus 2025. Hal itu membuka kemungkinan bagi diplomasi lanjutan.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Trump Undur Waktu Penerapan Tarif

“Dalam keterangan terbaru yang diberikan oleh Presiden Trump, itu kan dimulainya 1 Agustus. Itu artinya dia mundurkan waktu untuk memberikan ruang untuk perpanjangan diskusi dan negosiasi,” kata Hasan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam surat tersebut, Trump juga menyatakan kesiapan untuk membuka jalur komunikasi dan diskusi lebih lanjut dengan Indonesia. Pemerintah Indonesia kini berupaya maksimal memanfaatkan waktu yang tersisa.

“Dan dalam surat itu juga Presiden Trump juga nyatakan masih ada peluang untuk bicarakan ini untuk diturunkan,” tambahnya.

Sebelumnya, Trump menyampaikan kebijakan tersebut pada Senin, 7 Juli 2025 waktu setempat. Ada 14 negara yang terkena dampak kebijakan baru itu, termasuk negara-negara BRICS seperti Indonesia, China, dan India.

Menurut pernyataan resmi dari Gedung Putih, tarif tinggi ini merupakan bagian dari langkah pemerintah AS untuk melindungi industri dalam negerinya dari praktik perdagangan tidak adil yang diklaim dilakukan oleh negara-negara BRICS.

Strategi Trump Jelang Pemilu

Trump bahkan menyertakan ancaman tambahan bahwa negara-negara yang secara terbuka mendukung BRICS dapat dikenakan tarif tambahan sebesar 10 persen. Ini mengindikasikan bahwa kebijakan tarif tidak hanya bersifat ekonomi, melainkan juga strategi geopolitik.

Langkah ini menuai tanggapan dari sejumlah negara yang terdampak. Sejumlah pemerintah, termasuk Indonesia, merespons cepat dengan mengirimkan perwakilan tingkat tinggi untuk negosiasi langsung di AS.

Airlangga Hartarto diketahui baru saja menyelesaikan agenda di Rio de Janeiro, Brasil, dan segera berangkat ke Washington DC setelah mendapatkan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo.

Negosiasi ini dinilai sangat krusial bagi Indonesia, mengingat ekspor ke AS menyumbang sebagian besar pemasukan negara, khususnya dari sektor tekstil, elektronik, dan komoditas pertanian.

Pemerintah berharap, melalui jalur diplomasi ini, Indonesia bisa mendapatkan pengecualian atau setidaknya penurunan tarif dari kebijakan yang diberlakukan secara sepihak oleh Presiden Trump tersebut.

Sebagai bagian dari strategi diplomasi ekonomi, pemerintah juga membuka komunikasi intensif dengan perwakilan dagang AS dan perwakilan dari Kongres yang berpengaruh terhadap kebijakan tarif.

Langkah Airlangga menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menghadapi dinamika perdagangan global, serta menjaga kestabilan ekspor nasional di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi.

Pemerintah Indonesia juga menjajaki peluang untuk menyampaikan keberatan melalui jalur WTO, jika negosiasi bilateral menemui jalan buntu. Namun, saat ini pendekatan diplomatik masih menjadi prioritas utama.

Sementara itu, pelaku usaha di dalam negeri diimbau tetap tenang dan menunggu hasil negosiasi. Kementerian Perdagangan menyatakan akan terus memperbarui perkembangan situasi.

Langkah diplomasi ini juga didukung oleh kementerian terkait lainnya, termasuk Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keuangan, yang memantau dampak jangka pendek dari potensi kenaikan tarif ini.

Di saat yang sama, beberapa asosiasi industri telah menyampaikan masukan kepada pemerintah mengenai produk-produk yang paling terdampak, untuk dijadikan bahan dalam negosiasi dengan AS.

Sebagian pengamat menilai, keberhasilan negosiasi akan sangat tergantung pada pendekatan personal dan argumentasi ekonomi yang kuat dari pihak Indonesia dalam meyakinkan pemerintah AS.

Indonesia kini berpacu dengan waktu, mengingat tenggat waktu yang diberikan Presiden Trump untuk negosiasi hanya sampai 9 Juli 2025, sehari setelah kedatangan Airlangga di Washington DC.

Langkah cepat pemerintah dalam menyikapi isu ini mendapat perhatian dari komunitas bisnis internasional, yang mengamati bagaimana Indonesia merespons kebijakan proteksionis dari AS.

Sebagai negara berkembang dengan ketergantungan ekspor yang tinggi, Indonesia dituntut lebih aktif dalam memperjuangkan haknya di forum perdagangan global seperti WTO dan G20.

Untuk menghadapi situasi ini, diperlukan sinergi lintas sektor, serta dukungan dari pelaku usaha dalam memberikan data konkret dan strategi dagang yang lebih adaptif terhadap tantangan global.

Pemerintah perlu menguatkan posisi tawar dalam negosiasi dengan menyodorkan argumentasi ekonomi, data ekspor, serta nilai strategis hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Indonesia perlu memperluas pasar ekspor ke negara-negara nontradisional untuk mengurangi ketergantungan pada pasar AS. Langkah diversifikasi ini penting sebagai strategi jangka panjang.

Dalam jangka pendek, pemerintah dapat menyiapkan paket stimulus untuk pelaku usaha yang terdampak potensi kenaikan tarif, guna menjaga daya saing dan kesinambungan produksi nasional.

Upaya diplomatik sebaiknya juga dilengkapi dengan advokasi melalui jaringan internasional, termasuk think tank dan mitra strategis AS yang bersimpati terhadap perdagangan adil.

Kesiapan teknis dari tim negosiasi juga harus diperkuat dengan data akurat dan pendekatan komunikasi yang tepat, sehingga posisi Indonesia dapat diterima secara logis dan objektif.

situasi ini menjadi ujian bagi diplomasi ekonomi Indonesia dalam menghadapi kebijakan proteksionis global. Langkah cepat Airlangga menjadi cerminan komitmen pemerintah menjaga stabilitas perdagangan nasional. Harapannya, negosiasi ini dapat membuahkan hasil yang positif sebelum tenggat waktu berakhir. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: Airlangga HartartoAmerika Serikatbricsnegosiasitarif impor
Post Sebelumnya

AS Berlakukan Tarif Impor 32 Persen

Post Selanjutnya

Trump Ancam RI Jika Balas Tarif Impor

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Trump Ancam RI Jika Balas Tarif Impor

Trump Ancam RI Jika Balas Tarif Impor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.