EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM HIKMAH
AICIS+ 2025: Islam Nusantara dalam Dialog Peradaban Dunia

Menteri Agama Nasaruddin Umar saar membuka resmi AICIS+ 2025. Sumber kemenag.go.id

AICIS+ 2025: Islam Nusantara dalam Dialog Peradaban Dunia

AICIS+ 2025 bukan sekadar forum akademik, tapi representasi Islam Indonesia yang berpihak pada solusi global, menghadirkan spiritualitas dalam dialog sains, teknologi, dan kemanusiaan lintas batas.

Agus DJ oleh Agus DJ
9 Juli 2025
Kategori HIKMAH, POLITIK
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Indonesia telah menjadi tempat lahirnya peradaban Islam baru, setelah Timur Tengah. Hal ini diungkapkan saat peluncuran AICIS+ 2025 di Auditorium Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (9/7/2025).

AICIS atau Annual International Conference on Islamic Studies akan berlangsung pada 29–31 Oktober 2025 di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Jawa Barat. Konferensi ini mengusung tema “Islam, Ekoteologi, dan Transformasi Teknologi: Inovasi Multidisipliner untuk Masa Depan yang Adil dan Berkelanjutan.”

“Setelah Timur Tengah, Indonesia adalah tempat lahirnya peradaban Islam baru,” tegas Menag dalam pidatonya. Menurutnya, ini adalah babak baru bagi diplomasi intelektual Indonesia di tingkat global.

Transformasi AICIS menjadi AICIS+ menandai komitmen Indonesia untuk menjadikan Islam sebagai bagian dari percakapan lintas disiplin. Simbol “+” merepresentasikan arah baru yang lebih inklusif dan relevan terhadap isu-isu global.

Dalam format barunya, AICIS+ tidak lagi sekadar forum akademik Islam, tetapi menjadi ruang dialog multidisipliner yang menjawab tantangan zaman seperti perubahan iklim, sains, ekonomi, dan perdamaian.

Berita Menarik Pilihan

Sebut Golkar Mirip Partai Sosialis, Bahlil Lahadalia Sentil Monopoli Izin Tambang ‘Orang Jakarta’

PKB Kunci Dukungan Prabowo Dua Periode, Kursi Cawapres 2029 Masih Jadi Teka-Teki

Respons terhadap Krisis Global

Menteri Agama menegaskan bahwa AICIS+ lahir sebagai respons terhadap dua tantangan besar dunia: krisis dehumanisasi dan krisis ekologis. Keduanya dinilai sebagai ancaman nyata bagi masa depan kemanusiaan.

“Kita tidak ingin Islam hanya bicara ke dalam. Lewat AICIS+, Islam Indonesia akan bicara ke dunia, dengan bahasa kemanusiaan dan peradaban,” tegasnya.

Konferensi ini selaras dengan semangat Deklarasi Istiqlal 2024, yang menekankan pentingnya spiritualitas Islam yang berpihak pada kasih sayang, solidaritas, dan kepedulian terhadap kehidupan semesta.

Indonesia mengusulkan model Islam yang rahmatan lil ‘alamin — yang tidak hanya menjawab kebutuhan umat, tetapi juga memberikan solusi konkret terhadap permasalahan global.

“Ini saatnya Islam bicara dengan dunia melalui nilai-nilai kemanusiaan, bukan semata identitas,” ujar Menag saat menutup pidatonya di hadapan para peserta.

Undangan Terbuka untuk Akademisi

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyampaikan bahwa reposisi AICIS+ merupakan hasil refleksi kolektif atas kompleksitas zaman. “Islam tidak boleh bicara sendiri. Ia harus bicara dengan sains dan masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, pendekatan multidisipliner adalah kunci untuk memastikan kontribusi Islam tetap relevan dalam dinamika global. AICIS+ terbuka bagi para cendekiawan dari berbagai bidang ilmu.

Panitia telah menetapkan jadwal penting terkait pengiriman karya ilmiah. Abstrak dapat dikirim mulai 4 Juli hingga 15 Agustus 2025. Hasil seleksi akan diumumkan pada 29 Agustus.

Setelah itu, peserta yang terpilih diwajibkan mengirimkan makalah lengkap paling lambat 29 September 2025. Seluruh rangkaian akan berpuncak pada konferensi tanggal 29–31 Oktober di kampus UIII.

Subtema yang diangkat meliputi ekoteologi, transformasi teknologi, hukum Islam, ekofeminisme, dekolonisasi studi Islam, ekonomi berkeadilan, krisis kemanusiaan, dan kesehatan publik Muslim.

AICIS+ bukan sekadar perubahan format konferensi tahunan, melainkan lompatan strategis Indonesia untuk memposisikan Islam sebagai kekuatan solutif dalam dialog global. Hal ini menjadi refleksi bagaimana Indonesia memanfaatkan warisan Islam Nusantara untuk merespons tantangan abad 21.

Perpaduan antara spiritualitas dan sains menjadi tawaran unik Indonesia melalui AICIS+, sebagai bentuk kontribusi Islam terhadap isu-isu kemanusiaan dan ekologis yang tengah mendesak. Konferensi ini bukan hanya ajang ilmiah, tapi juga jembatan peradaban.

Dengan membuka partisipasi akademisi dari berbagai disiplin, AICIS+ menciptakan ruang inklusif yang mengedepankan Islam sebagai kekuatan dialog, bukan sekadar wacana lokal. Indonesia membuktikan dirinya sebagai episentrum baru pemikiran Islam dunia.(*)

Tags: AICIS+Amien SuyitnodehumanisasiDeklarasi Istiqlalekonomi berkeadilanEkoteologiinovasi sosialIslam IndonesiaIslam Nusantarakajian multidisiplinerkonferensi Islamkrisis ekologisNasaruddin Umarpendidikan Islamstudi Islam global.transformasi teknologiUIII DepokUniversitas Islam Internasional Indonesia
Post Sebelumnya

Penanganan Banjir dan Longsor Jabodetabek Dimaksimalkan PU

Post Selanjutnya

MQK Internasional Pertama Diresmikan, Santri Dunia Siap Berlaga

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat memberikan arahan dalam acara sosialisasi Empat Pilar di DPP Golkar, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Sebut Golkar Mirip Partai Sosialis, Bahlil Lahadalia Sentil Monopoli Izin Tambang ‘Orang Jakarta’

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pernyataan Bahlil dibaca sebagai sinyal penguatan agenda desentralisasi ekonomi dan keberpihakan pada pemerataan pembangunan, sekaligus menempatkan Golkar sebagai partai yang...

Ketua DPP PKB Saiful Huda

PKB Kunci Dukungan Prabowo Dua Periode, Kursi Cawapres 2029 Masih Jadi Teka-Teki

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Menurut Huda, perhatian PKB saat ini tertuju pada agenda strategis ekonomi yang disebut sebagai penguatan “ekonomi konstitusi”, terutama implementasi Pasal...

Tangkapan Layar Suasana jalan protokol yang dipenuhi atribut partai bersamaan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penertiban baliho yang merusak pemandangan kota. Konsistensi penegakan aturan tata ruang kini menjadi sorotan publik demi mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih asri. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Prabowo Sentil Baliho ‘Perusak’ Estetika Kota, Netizen Sindir Lautan Bendera Gerindra di Jalanan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Perdebatan kemudian bergeser pada isu standar penertiban. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan apakah aturan estetika kota akan diterapkan merata, baik...

Seorang petugas sedang menyiapkan teleskop untuk pemantauan hilal.

BRIN Prediksi Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Beda, Thomas Djamaluddin: Jatuh 19 Februari 2026

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Thomas menilai perbedaan ini merupakan hal yang wajar dalam praktik penentuan kalender hijriah, mengingat setiap lembaga memiliki pendekatan ilmiah dan...

Post Selanjutnya
MQK Internasional Pertama Diresmikan, Santri Dunia Siap Berlaga

MQK Internasional Pertama Diresmikan, Santri Dunia Siap Berlaga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.