EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Persaingan Tak Sehat di Platform Digital: Ancaman Kolonisasi Ekosistem Lokal

Persaingan Tak Sehat di Platform Digital: Ancaman Kolonisasi Ekosistem Lokal

Persaingan involusioner antara Gojek dan Grab melalui diskon ekstrem berpotensi merusak ekosistem digital Indonesia, memicu perlunya intervensi regulasi dan penegakan hukum oleh KPPU.

Ray oleh Ray
9 Juli 2025
Kategori EKOBIS, INFRASTRUKTUR
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Fenomena involuntary competition atau persaingan involusioner mulai menggejala di industri platform digital Indonesia, khususnya pada layanan transportasi dan pengantaran makanan. Persaingan harga ekstrem antara dua raksasa digital, Gojek dan Grab, dikhawatirkan memicu praktik predatory pricing yang merugikan pemain kecil.

Seperti dilaporkan AP News (4/7/2025), istilah ini awalnya populer di China untuk menggambarkan persaingan tak sehat di industri mobil listrik. Kini, pola serupa terlihat di Indonesia, di mana diskon besar-besaran dan subsidi modal asing mengancam kestabilan pasar.

“Kami khawatir persaingan harga seperti ini akan mematikan usaha kecil. Ini bukan lagi kompetisi sehat, tapi upaya mendominasi pasar,” ujar Ahmad Rizaldi, pengamat ekonomi digital dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

Data Temasek-Google (2024) menunjukkan, nilai transaksi (gross merchandise value/GMV) ekosistem digital Indonesia mencapai US$90 miliar dan diproyeksikan melonjak menjadi US$360 miliar pada 2030. Namun, pertumbuhan ini berisiko terganggu jika price war terus berlanjut.

Praktik penetapan harga sangat rendah untuk mematikan pesaing melanggar Pasal 20 UU No. 5/1999 tentang Larangan Monopoli. “Predatory pricing jelas merusak ekosistem. KPPU harus tegas menindak pelanggar,” tegas Bima Haria, anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Berita Menarik Pilihan

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

Pemerintah China telah mengambil langkah serupa dengan membatasi diskon berlebihan di industri mobil listrik. Ekonom peraih Nobel, Jean Tirole, juga menyarankan intervensi regulator melalui penetapan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB).

Tags: diskonekosistem digital ASEANGMVGojekGrabinvoluntary competitionkolonisasi digitalKPPUpasar duopoliplatform digitalpredatory pricingregulasi hargaTemasek-GoogleUU No. 5/1999
Post Sebelumnya

6 Tips Ampuh Basmi Cicak di Rumah Tanpa Bahan Kimia

Post Selanjutnya

Budi Arie Minta Tambahan Anggaran ke DPR

Ray

Ray

Berita Terkait

Gedung Direktorat Jenderal Pajak di tengah pusaran penyidikan dugaan pidana pajak tiga perusahaan afiliasi di Banten. Publik mendesak transparansi penuh guna memastikan tidak ada keterlibatan oknum internal dalam skandal yang merugikan negara lebih dari Rp500 miliar ini, berkaca pada kasus-kasus OTT KPK yang pernah menjerat pejabat pajak di masa lalu. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, menyatakan bahwa penyidikan dilakukan berdasarkan temuan awal yang menunjukkan adanya pola sistematis...

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal ngejar 40 perusahaan yang beroperasi di sektor baja yang terindikasi mangkir...

Finish di Zona Merah, Sejumlah Faktor Jadi Biang Keladi Pemberat Laju IHSG

Perdagangan Sesi Sore IHSG Ditutup Melemah Akibat Koreksi Bursa Global

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sentimen positif pertumbuhan ekonomi Indonesia tak serta merta mempertahankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia...

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam

Mendag Kena Semprot DPR, Klaim Surplus Ekspor Baja Anomali di Tengah Impor Masif

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso kena semprot Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam saat Rapat Kerja...

Post Selanjutnya
Budi Arie Minta Tambahan Anggaran ke DPR

Budi Arie Minta Tambahan Anggaran ke DPR

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.