Rio de Janeiro EKOIN.CO – Pemerintah Iran menyerukan agar mekanisme penerimaan anggota baru dalam Bank Pembangunan Baru (New Development Bank/NDB) milik BRICS dipermudah. Seruan ini disampaikan saat Forum Keuangan BRICS yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, pada 3–4 Juli 2025. Langkah tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama pembiayaan pembangunan berkelanjutan antarnegara anggota BRICS dan calon anggota baru.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Forum tersebut dihadiri oleh menteri keuangan dan pejabat tinggi dari negara anggota BRICS, yaitu Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, serta negara-negara yang baru bergabung seperti Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab. Delegasi Iran menyampaikan pentingnya fleksibilitas prosedural agar partisipasi dalam NDB semakin inklusif.
Menurut pernyataan yang disampaikan delegasi Iran, penyederhanaan proses penerimaan anggota akan membuka peluang lebih luas bagi negara berkembang untuk mengakses sumber pembiayaan strategis. Hal ini dinilai penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, terutama dalam bidang pembangunan berkelanjutan dan pengurangan kemiskinan.
Delegasi Iran juga menekankan bahwa NDB memiliki potensi besar untuk menjadi alternatif pembiayaan global yang tidak bergantung pada sistem keuangan Barat. Oleh karena itu, struktur internal dan aturan keanggotaannya perlu mendukung inklusi yang lebih luas.
Seruan Iran untuk Reformasi BRICS
Dalam forum tersebut, perwakilan Iran menegaskan bahwa kerangka keuangan internasional saat ini masih cenderung eksklusif. Mereka menilai BRICS dan NDB perlu merefleksikan prinsip-prinsip kesetaraan dan keadilan dalam keanggotaan serta distribusi manfaat ekonomi.
Sebagaimana dilaporkan oleh IRNA, perwakilan Iran menyampaikan bahwa untuk menjadikan NDB sebagai pilar utama pembiayaan pembangunan global, proses perluasan keanggotaan tidak boleh dibatasi oleh hambatan birokratis yang terlalu ketat. Hal ini akan mempercepat integrasi negara-negara berkembang ke dalam sistem ekonomi global yang lebih adil.
Sementara itu, negara anggota BRICS lainnya juga memberikan pandangan mengenai pentingnya memperluas jangkauan NDB. Beberapa delegasi menyoroti perlunya peran aktif NDB dalam membiayai proyek-proyek pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Iran yang baru saja menjadi anggota BRICS pada awal tahun ini menganggap partisipasinya sebagai momentum strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara Global Selatan. Forum ini pun dimanfaatkan Iran untuk memperkuat posisinya sebagai penggerak reformasi dalam struktur BRICS.
Fokus pada Pembangunan dan Inklusi Global
Forum keuangan tersebut juga membahas langkah konkret untuk mendorong pendanaan proyek-proyek pembangunan di negara berkembang. NDB, yang didirikan pada 2014, bertujuan menyediakan pembiayaan jangka panjang bagi proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara anggota.
Sejumlah delegasi mengusulkan agar NDB mempercepat reformasi internalnya, termasuk menyusun kriteria keanggotaan yang lebih transparan dan inklusif. Langkah ini dianggap penting agar lebih banyak negara dapat bergabung tanpa kendala politik atau ekonomi yang terlalu berat.
Ketua NDB saat ini, Dilma Rousseff, dalam pidatonya menyatakan bahwa bank akan terus memperkuat peran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi erat antaranggota BRICS untuk menciptakan sistem keuangan yang tangguh.
Forum ini juga menggarisbawahi perlunya mobilisasi sumber daya untuk pembiayaan perubahan iklim. Iran, bersama beberapa negara anggota lainnya, menyuarakan perlunya NDB memainkan peran utama dalam mendanai transisi energi bersih.
Beberapa pengamat mencatat bahwa semakin banyak negara yang ingin bergabung dengan BRICS dan NDB sebagai bagian dari upaya diversifikasi hubungan ekonomi. Keanggotaan dalam BRICS dan akses ke pembiayaan NDB dianggap sebagai cara untuk mengurangi ketergantungan pada lembaga-lembaga Barat seperti Bank Dunia dan IMF.
Forum ini juga menjadi ajang diskusi terkait strategi peningkatan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi antarnegara anggota. Iran dan Rusia diketahui telah menjajaki langkah konkret untuk memperluas penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan bilateral.
Isu lain yang dibahas dalam forum termasuk tata kelola keuangan global dan peran teknologi dalam memperkuat sistem pembayaran lintas negara. Diskusi ini mencerminkan perhatian BRICS terhadap dinamika baru dalam ekonomi digital global.
Iran memanfaatkan momen ini untuk menunjukkan komitmennya terhadap penguatan ekonomi Global Selatan, sambil menyerukan struktur NDB yang lebih demokratis. Dukungan dari negara-negara BRICS lain terhadap gagasan ini masih dalam tahap pembahasan lanjutan.
Para peserta sepakat bahwa perluasan keanggotaan NDB harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan jangka panjang dan kemampuan negara baru untuk berkontribusi secara aktif. Konsensus ini akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan tingkat menteri mendatang.
Sebagai tindak lanjut, Iran mengusulkan pembentukan tim kerja lintas negara untuk meninjau ulang prosedur keanggotaan NDB. Proposal ini akan dikaji lebih rinci oleh sekretariat BRICS dalam waktu dekat.
Forum keuangan BRICS yang berlangsung dua hari ini ditutup dengan pernyataan bersama mengenai komitmen memperluas keanggotaan NDB dan memperkuat arsitektur keuangan alternatif global. Iran menyebut hal ini sebagai langkah maju menuju sistem global yang lebih seimbang.
Meskipun belum ada keputusan final mengenai reformasi prosedur, diskusi ini menunjukkan bahwa BRICS semakin terbuka terhadap perubahan struktural yang mendukung keterlibatan lebih luas. Iran akan terus mendorong agenda reformasi tersebut dalam forum-forum berikutnya.
Iran menggunakan Forum Keuangan BRICS untuk menyampaikan pandangan strategis mengenai peran NDB dalam menciptakan keuangan global yang lebih adil dan inklusif. Respons dari negara-negara lain masih bervariasi, namun terdapat sinyal positif terhadap pentingnya evaluasi mekanisme keanggotaan.
Iran juga memperlihatkan komitmen kuat untuk berkontribusi dalam agenda pembangunan berkelanjutan melalui platform BRICS. Upaya ini mencerminkan pendekatan baru Iran dalam memperkuat kerja sama ekonomi multilateral di tengah tekanan geopolitik yang meningkat.
Dengan keterlibatan aktif dalam forum ini, Iran berupaya memainkan peran yang lebih besar dalam membentuk kebijakan ekonomi regional dan global. Hal ini juga sejalan dengan upaya negara tersebut untuk memperluas pengaruhnya di kawasan Global Selatan.
Penting untuk dicermati bahwa pembahasan mengenai reformasi NDB akan terus berlangsung secara bertahap. Hasil akhir akan sangat bergantung pada kesepakatan kolektif dari seluruh negara anggota BRICS dalam merespons aspirasi anggota baru.
Ke depan, keberhasilan Iran dalam mendorong perubahan di NDB bisa menjadi tolak ukur bagaimana BRICS mampu mereformasi diri secara inklusif dan efisien, serta menegaskan perannya sebagai alternatif dari dominasi sistem keuangan global yang ada saat ini.(*)





