EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Brasil Rilis Laporan Autopsi Kedua Juliana

Brasil Rilis Laporan Autopsi Kedua Juliana

Juliana Marins sempat hidup 15 menit usai jatuh. Brasil resmi umumkan hasil autopsi kedua korban.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
11 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Lombok EKOIN.CO – Pemerintah Brasil secara resmi mengumumkan hasil autopsi kedua terhadap jenazah Juliana Marins, warga negara Brasil yang meninggal dunia setelah terjatuh di kawasan kawah Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Laporan forensik dari otoritas Brasil menyatakan bahwa Juliana sempat bertahan hidup selama sekitar 10 hingga 15 menit setelah mengalami benturan keras di dasar tebing.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Seperti dilansir dari laman Oglobo Brasil, hasil autopsi menyimpulkan bahwa korban tidak memiliki kemungkinan untuk bergerak atau menunjukkan reaksi efektif akibat luka yang diderita. Analisis menyebutkan adanya fase ‘periode agonal’ setelah kecelakaan, yakni kondisi kritis antara trauma dan kematian yang ditandai dengan tekanan fisiologis ekstrem dan kegagalan organ yang terus berkembang.

Dokumen Kepolisian Sipil Brasil memperkuat kesimpulan tersebut. Dalam laporannya dijelaskan bahwa meskipun luka-luka yang diderita tergolong fatal, para ahli forensik meyakini bahwa Juliana masih sempat mengalami penderitaan dalam beberapa menit terakhir hidupnya. Laporan ini juga menyebutkan bahwa kematian tidak terjadi seketika setelah kecelakaan.

Autopsi lanjutan yang dilakukan di Brasil ini tidak mampu mengungkap secara pasti hari maupun waktu kematian Juliana. Hal ini juga menjadi perhatian utama pihak keluarga korban yang sebelumnya telah menyuarakan kritik tajam terhadap penanganan kasus ini oleh otoritas Indonesia, khususnya mengenai lambatnya upaya evakuasi di lokasi kejadian.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Dalam laporan yang sebelumnya dipublikasikan oleh Independen UK, disebutkan bahwa Juliana meninggal karena perdarahan internal hebat. Perdarahan ini diakibatkan oleh kerusakan organ vital dan patah tulang akibat benturan benda tumpul yang dialaminya saat terjatuh. Laporan itu memperkirakan korban meninggal dalam waktu kurang dari 20 menit setelah mengalami perdarahan.

Juliana Marins mengalami kecelakaan tragis pada tanggal 21 Juni 2025. Ia dilaporkan terjatuh dari tebing saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Rinjani. Meskipun selamat dari benturan awal, bantuan medis baru tiba hampir 90 jam setelah insiden tersebut terjadi.

Evakuasi jenazah dilakukan pada 25 Juni 2025 oleh tim penyelamat lokal dan sejumlah relawan. Proses evakuasi disebut berjalan cukup sulit karena kondisi medan yang ekstrem dan lokasi jatuhnya korban yang cukup curam. Kejadian ini menyorot perhatian publik, baik di Indonesia maupun Brasil, karena dugaan kelambanan dalam upaya penyelamatan.

Kritik keras muncul dari pihak keluarga korban yang merasa bahwa Juliana bisa diselamatkan apabila proses pencarian dan pertolongan dilakukan lebih cepat. Mereka menganggap keterlambatan ini sebagai bentuk kelalaian dari otoritas terkait di Indonesia.

Sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Kota Niterói di wilayah metropolitan Rio de Janeiro, Brasil, mengabadikan nama Juliana Marins dalam sebuah plakat peringatan di Camboinhas. Selain itu, dua tempat ikonik di wilayah tersebut, yakni tempat pengamatan dan Pantai Sossego, secara resmi diubah namanya untuk mengenang almarhumah.

Plakat tersebut diresmikan pada hari Selasa, bertepatan dengan dua minggu sejak peristiwa tragis yang menimpa Juliana. Perubahan nama tempat ini menjadi bentuk penghormatan yang diberikan oleh masyarakat setempat atas kehilangan warga mereka yang terjadi di luar negeri.

Pihak keluarga berharap tragedi ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh otoritas terkait, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain yang memiliki destinasi wisata alam ekstrem. Mereka juga menuntut transparansi penuh atas kronologi serta penanganan pascakecelakaan.

Kementerian Luar Negeri Brasil turut memantau perkembangan kasus ini. Mereka menyatakan telah menghubungi pemerintah Indonesia untuk meminta penjelasan resmi atas insiden dan proses penanganannya.

Sementara itu, pihak otoritas Indonesia belum mengeluarkan pernyataan baru terkait hasil autopsi kedua yang diumumkan oleh Brasil. Sebelumnya, pernyataan dari tim forensik Indonesia menyebut bahwa penyebab kematian adalah luka dalam dan patah tulang akibat terjatuh dari ketinggian.

Gunung Rinjani, yang merupakan salah satu destinasi favorit para pendaki dari berbagai negara, kini kembali menjadi sorotan. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan sistem evakuasi darurat di kawasan wisata ekstrem.

Beberapa kelompok pendaki dan organisasi pencinta alam di Indonesia telah menyerukan peningkatan pengawasan serta penyediaan fasilitas keselamatan yang lebih memadai. Hal ini diharapkan mampu mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan.

Para relawan yang terlibat dalam evakuasi jenazah Juliana menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Mereka juga berharap agar kejadian tersebut menjadi momentum evaluasi bersama bagi pemerintah dan pelaku wisata.

Perwakilan dari asosiasi pemandu wisata lokal menilai bahwa prosedur keselamatan dan sistem komunikasi di jalur pendakian harus diperbarui dan disesuaikan dengan standar internasional agar mampu menangani situasi darurat secara cepat dan efisien.

Seiring meningkatnya minat wisatawan asing di Gunung Rinjani, peningkatan kapasitas petugas penyelamat dan penyediaan pos darurat di titik-titik rawan jatuh menjadi prioritas yang diusulkan oleh banyak pihak.

Meningkatnya perhatian internasional terhadap kasus Juliana Marins juga menandai pentingnya kerja sama bilateral dalam menjamin keselamatan wisatawan lintas negara. Diharapkan evaluasi menyeluruh akan dilakukan oleh instansi terkait di Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab terhadap insiden ini.

Tragedi yang menimpa Juliana Marins mengajarkan pentingnya kecepatan respons dalam situasi darurat. Waktu adalah elemen paling krusial dalam penyelamatan jiwa. Setiap menit yang hilang bisa berdampak pada keselamatan seseorang yang terluka dalam medan ekstrem.

Evaluasi menyeluruh atas protokol penyelamatan perlu segera dilaksanakan oleh otoritas lokal di kawasan wisata alam. Kesiapsiagaan tim SAR dan sistem pelaporan kejadian harus diperbarui agar insiden seperti ini tidak terulang.

Para pelaku wisata juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap wisatawan mendapatkan pengarahan keamanan sebelum melakukan pendakian. Perlu ada regulasi ketat dan pendampingan profesional yang disiapkan bagi wisatawan asing.

Kepercayaan publik terhadap destinasi wisata Indonesia sangat dipengaruhi oleh kesiapan tanggap darurat. Oleh karena itu, sistem pendukung keselamatan tidak boleh diabaikan, terutama di kawasan yang memiliki potensi risiko tinggi seperti Gunung Rinjani.

Pemerintah diharapkan lebih serius dalam menanggapi kritikan dari keluarga korban dan masyarakat internasional. Transparansi, akuntabilitas, serta reformasi prosedur penyelamatan harus menjadi prioritas utama untuk memastikan keselamatan para pendaki di masa depan.(*)


 

Tags: autopsi keduaBrasilevakuasi terlambatGunung RinjaniJuliana Marinspenyelamatan darurat
Post Sebelumnya

Arsenal Resmi Rekrut Noni Madueke dari Chelsea

Post Selanjutnya

Nomor HP Dicatut Jadi Kontak Darurat Pinjol? Begini Cara Melapor ke OJK

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Nomor HP Dicatut Jadi Kontak Darurat Pinjol? Begini Cara Melapor ke OJK

Nomor HP Dicatut Jadi Kontak Darurat Pinjol? Begini Cara Melapor ke OJK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.