EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Prof Sudarnoto: PBB Gagal Wujudkan Perdamaian

Oplus_131072

Prof Sudarnoto: PBB Gagal Wujudkan Perdamaian

PBB tidak bisa menghentikan eskalasi yang terus meluas di Timur Tengah.

Yudi Permana oleh Yudi Permana
11 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Profesor Sudarnoto Abdul Hakim menyebut Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah gagal mewujudkan perdamaian dunia.

Salah satu buktinya, yakni PBB tidak bisa menghentikan eskalasi yang terus meluas di Timur Tengah.

“Menurut hemat saya, telah gagal cita-cita awal mendirikan PBB sampai hari ini. Kegagalan yang sangat fatal. Melenceng. Kalau bahasa NU (Nahdlatul Ulama) sudah keluar dari khittahnya,” ujar Prof Sudarnoto saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn yang dikutip pada Jumat (11/7).

Menurut Prof Sudarnoto, kegagalan PBB tersebut dipicu oleh dominasi negara-negara besar yang memiliki hak veto di PBB, seperti Amerika Serikat. PBB tidak berkutik menghadapi Amerika yang melanggengkan ketidakadilan yang dialami masyarakat di Palestina.

“Banyak sekali krisis ekonomi, krisis lingkungan, krisis kemanusiaan, peperangan terjadi di sana sini, sampai hari ini. Dan itu muaranya adalah satu, ketidakadilan,” katanya.

Berita Menarik Pilihan

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

Dibalik ‘Epstein Files’ 2026: Teka-teki Hilangnya Gabriela Jimenez yang Pernah Bongkar Rahasia Elite

Hak veto adalah hak yang diberikan kepada lima negara, yakni Amerika, Inggris, Prancis, Rusia, dan Tiongkok dalam piagam PBB 1945.

Kelima negara yang tergabung dalam Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB itu dapat memakai hak veto untuk membatalkan keputusan anggota Dewan Keamanan PBB, kendati keputusan telah disepakati mayoritas anggota.

Misalnya, saat Amerika membatalkan resolusi gencatan senjata di Gaza, Palestina, yang disetujui 14 dari 15 Anggota Dewan Keamanan pada Rabu, 4 Juni 2025.

Prof Sudarnoto mengatakan sudah saatnya PBB direformasi agar keputusan khususnya terkait perdamaian global tidak seenaknya diveto. Tidak boleh ada lagi negara yang memiliki dominasi di PBB seperti saat ini.

“Ketika saya memimpin sebuah FGD (Forum Group Discussion) di MUI, saya teriakkan lagi perlunya mereformasi PBB. Kalau tidak reformasi, maka 5 negara yang memiliki hak veto itu akan terus mendominasi,” kata Guru Besar IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Bila reformasi tidak bisa dilakukan, aktivis Muhammadiyah itu menyatakan perlunya membangun suatu sistem baru selevel dengan PBB. Ia menilai pembentukan BRICS yang diinisiasi oleh Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan bisa menjadi alternatif.

“Alternatif terhadap kebekuan global karena leadership PBB tidak jalan sudah mulai kelihatan. Seperti BRICS misalnya. Indonesia waktu itu agak ogah-ogahan, tapi masuk juga (menjadi anggota BRICS),” ucap Prof Sudarnoto.

Oleh karena itu, Prof Sudarnoto berharap organisasi antar pemerintah seperti BRICS bisa menjadi semangat baru masyarakat global, termasuk menghadapi hegemoni negara-negara Barat.

“Kita sekarang hidup dalam situasi dimana ada gerakan global yang menginginkan perubahan fundamental,” ucapnya.

“Kita tahu siapa kekuatan-kekuatan dunia yang hegemonic. Mereka selalu melakukan perampasan, kalau tidak mau diatur, ya dirampas. Misalnya kasus di Palestina merupakan tanda yang sangat besar, Israel didukung Amerika,” katanya menambahkan. ()

Tags: Dewan KeamananGagal Wujudkan PerdamaianPBBProf SudarnotoTimur Tengah
Post Sebelumnya

Kejagung Buru Pengusaha Minyak Riza Chalid di Singapura Terkait Korupsi di Pertamina

Post Selanjutnya

Pemerintah Siap Coret Nama Penerima Bansos Judol

Yudi Permana

Yudi Permana

Berita Terkait

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Kolase foto dokumen resmi "Epstein Files" dan tangkapan layar video viral Gabriela Rico Jimenez pada 2009. Rilis terbaru 3 juta halaman berkas dari Departemen Kehakiman AS kembali memicu perdebatan publik mengenai kebenaran tudingan sang model terkait praktik menyimpang di lingkaran elite global. (Foto: Istimewa)

Dibalik ‘Epstein Files’ 2026: Teka-teki Hilangnya Gabriela Jimenez yang Pernah Bongkar Rahasia Elite

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa pembukaan Epstein Files merupakan mandat undang-undang melalui Epstein Transparency Act, dengan tujuan membuka akses publik...

Presiden Donald Trump terlihat meninggalkan Gedung Putih setelah menandatangani "Undang-Undang Penghentian Semua Perdagangan Fentanyl yang Mematikan," selama upacara di Ruang Timur Gedung Putih, 16 Juli 2025, di Washington. Andrew Caballero-Reynolds/AFP via Getty Images

Isi Dokumen FBI Terbaru Donald Trump di Epstein Files Tanpa Bukti Kriminal

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

Todd Blanche kembali menegaskan bahwa tidak ada satu pun dokumen dalam rilis ini yang menyimpulkan Donald Trump melakukan tindakan kriminal...

Pekerja menyulam kain Kiswah di sebuah pabrik di Mekah, Arab Saudi, 6 Juli 2022. Kiswah merupakan kain penutup Kabah berwarna hitam dengan sulaman kaligrafi berwarna emas. REUTERS/Mohammed Salem

Dokumen Epstein Ungkap Pengiriman Potongan Kiswah Ka’bah, Picu Keprihatinan Dunia Islam

oleh Hasrul Ekoin
3 Februari 2026
0

Laporan Middle East Monitor (MEMO) pada Senin (2/2/2026) menyebutkan bahwa korespondensi email yang baru dibuka ke publik mengindikasikan pengiriman artefak...

Post Selanjutnya
Pemerintah Siap Coret Nama Penerima Bansos Judol

Pemerintah Siap Coret Nama Penerima Bansos Judol

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.