EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Rusia Siap Bantu Proyek Nuklir Indonesia ,Amerika gandeng Malaysia  Kerja Sama Nuklir

Rusia Siap Bantu Proyek Nuklir Indonesia ,Amerika gandeng Malaysia Kerja Sama Nuklir

Malaysia dan Amerika meneken MoU nuklir sipil. Rusia siap bantu Indonesia bangun reaktor SMR

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
13 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kuala Lumpur, EKOIN.CO – Amerika Serikat dan Malaysia resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama strategis di bidang energi nuklir sipil pada Kamis, 10 Juli 2025. Penandatanganan MoU dilakukan di Kuala Lumpur dan dihadiri langsung oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio serta Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Kesepakatan ini menjadi momen penting dalam hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam sektor energi bersih dan pengembangan teknologi nuklir damai. Dalam sambutannya, Rubio menyebut perjanjian ini sebagai contoh nyata dari kerja sama nuklir sipil antarnegara yang bisa diandalkan.

Rubio menyatakan bahwa MoU ini memberi sinyal kepada dunia tentang cara membangun kerja sama nuklir sipil yang aman dan efektif. Ia juga menyebut Malaysia sebagai mitra strategis yang penting bagi Amerika Serikat dalam berbagai sektor.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menyebut bahwa kerja sama ini akan membantu negaranya meningkatkan keamanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan kapasitas dalam memanfaatkan energi nuklir secara aman dan bertanggung jawab.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Menurut Hasan, perjanjian tersebut menjadi bagian dari upaya Malaysia untuk membangun sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Ia juga menyebut MoU ini sebagai bagian dari kemitraan komprehensif antara Malaysia dan Amerika Serikat yang terus diperkuat.

Rubio juga menyambut pernyataan Hasan terkait kesiapan Malaysia memulai negosiasi perjanjian 123 dengan Amerika Serikat. Perjanjian 123 merupakan dasar hukum yang memungkinkan kerja sama nuklir damai antarnegara.

MoU ini dianggap membuka jalan menuju kerja sama yang lebih dalam di bidang energi antara kedua negara, termasuk dalam hal transfer teknologi, pelatihan sumber daya manusia, dan pengembangan kapasitas nasional Malaysia.

Rusia Dukung Pengembangan Nuklir di Indonesia

Sementara itu, Indonesia menjalin pendekatan serupa dengan Rusia. Pada 19 Juni 2025, Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Rusia dan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Constantin, St. Petersburg. Pertemuan itu membahas potensi kerja sama pengembangan nuklir damai.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan dalam konferensi pers bersama, Putin menegaskan bahwa Rusia siap membantu pengembangan proyek nuklir sipil di Indonesia, tidak hanya untuk energi, tetapi juga sektor pertanian dan kesehatan.

Putin menambahkan, Rusia membuka diri untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia dalam pemanfaatan teknologi nuklir yang tidak terbatas pada pembangkit energi, tetapi juga pada pelatihan sumber daya manusia serta aplikasi medis dan pertanian.

Menurut Putin, teknologi reaktor modular kecil atau Small Modular Reactor (SMR) bisa menjadi solusi efisien bagi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan energi dan pengembangan infrastruktur teknologi tinggi.

Dikutip dari Antara, pemerintah Indonesia saat ini masih mematangkan rencana kerja sama dengan Rusia dalam pembangunan SMR berkapasitas hingga 500 megawatt. Rencana ini masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa kerja sama tersebut masih dalam tahap studi kelayakan. Ia menekankan pentingnya melakukan kajian mendalam sebelum proyek dilaksanakan agar semua aspek teknis dan regulasi bisa terpenuhi.

Airlangga menyatakan bahwa reaktor modular skala kecil dipandang lebih fleksibel dan efisien dibanding pembangkit konvensional. Pemerintah tengah menyiapkan peta jalan pengembangan nuklir nasional yang aman dan berkelanjutan.

Studi kelayakan tersebut akan menjadi landasan penting bagi pembangunan sistem energi nuklir yang terstandarisasi dan berorientasi pada keselamatan publik serta keberlangsungan lingkungan.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan negara-negara mitra dalam rangka pengembangan teknologi tinggi dan transisi menuju energi bersih yang ramah lingkungan.

Malaysia dan Indonesia kini sama-sama melangkah maju dalam pengembangan energi nuklir dengan menjalin kemitraan strategis bersama negara besar dunia. Kedua negara ASEAN ini tampak mulai mengalihkan perhatian pada pemanfaatan energi alternatif jangka panjang.

Langkah Malaysia bersama Amerika Serikat dan pendekatan Indonesia ke Rusia menjadi sinyal bahwa kawasan Asia Tenggara semakin serius mempertimbangkan energi nuklir sebagai salah satu solusi kebutuhan energi masa depan.

Perjanjian 123 antara Malaysia dan Amerika, serta feasibility study Indonesia bersama Rusia menunjukkan bahwa kerja sama antarnegara menjadi kunci dalam mewujudkan transformasi energi yang berkelanjutan dan aman.

Kehadiran Amerika dan Rusia di Asia Tenggara melalui kerja sama nuklir juga mencerminkan penguatan pengaruh geopolitik dan teknologi di kawasan yang selama ini dikenal sebagai kawasan non-nuklir secara militer.

Dalam konteks ini, penting bagi negara-negara ASEAN untuk menyusun kerangka regulasi bersama dalam pemanfaatan energi nuklir damai agar tetap menjunjung prinsip keamanan, non-proliferasi, dan keberlanjutan.

kerja sama nuklir antara Malaysia dan Amerika Serikat menunjukkan langkah nyata dalam pemanfaatan energi alternatif yang bersih dan aman. Dengan menandatangani MoU strategis, kedua negara membuka jalan bagi transformasi energi yang modern dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, Indonesia melalui dialog dengan Rusia juga menunjukkan komitmen serupa, meski masih dalam tahap awal studi kelayakan. Pembangunan SMR menjadi opsi teknologi masa depan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas nasional.

Langkah-langkah tersebut merefleksikan arah baru ASEAN dalam menjawab tantangan energi melalui kolaborasi teknologi tinggi dan penguatan mitra strategis global. Energi nuklir mulai dilirik sebagai bagian dari solusi berkelanjutan kawasan.

Dengan keterlibatan langsung pemimpin negara seperti Presiden Prabowo dan Presiden Putin, serta pernyataan terbuka dari Menlu Rubio dan Mohamad Hasan, kerja sama ini memperlihatkan pendekatan diplomasi energi yang aktif dan progresif.

Melalui kolaborasi ini, harapannya energi nuklir tidak hanya digunakan secara efisien, namun juga aman dan bertanggung jawab demi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan hidup.(*)

Tags: amerikaindonesiakerja samaMalaysianuklirRusia
Post Sebelumnya

Rusia Bisa Kehilangan Satu-Satunya Kapal Induk Admiral Kuznetsov Terancam Dibuang Jadi Besi Tua

Post Selanjutnya

Anies Soroti Absennya Presiden RI di PBB Indonesia Harus Aktif Hadapi Tantangan Global

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Anies Soroti Absennya Presiden RI di PBB  Indonesia Harus Aktif Hadapi Tantangan Global

Anies Soroti Absennya Presiden RI di PBB Indonesia Harus Aktif Hadapi Tantangan Global

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.