EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda HIBURAN
Batu Empedu dan Kanker Empedu: Benarkah Kaitan Ada?

Batu Empedu dan Kanker Empedu: Benarkah Kaitan Ada?

Batu empedu dapat menyebabkan iritasi kronis yang memicu peradangan dan meningkatkan risiko kanker saluran atau kandung empedu. Namun hanya 0,5–3 persen penderita batu empedu berkembang menjadi kanker dalam kurun beberapa tahun.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
13 Juli 2025
Kategori HIBURAN, KESEHATAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kanker saluran empedu atau cholangiocarcinoma merupakan kondisi langka namun agresif. Baru-baru ini, muncul pertanyaan seputar batu empedu—apakah benar dapat memicu kanker tersebut? Dokter spesialis hematologi-onkologi Prof. Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, SpPD‑KHOM, M.Epid, M.Pd.Ked, FACP, FINASIM menjawab secara gamblang berdasarkan temu media di Jakarta, Selasa, 8 Juli 2025.

Prof. Ikhwan menyampaikan bahwa batu empedu memang bisa meningkatkan risiko kanker saluran ataupun kandung empedu. Saat batu melewati saluran empedu, hal itu menyebabkan lecet pada dinding saluran. Lecet tersebut kemudian memicu peradangan kronis, membuka peluang tumor berkembang

Namun, ia juga menegaskan bahwa tidak semua penderita batu empedu akan terkena kanker. Studi menunjukkan hanya 0,5–3 persen dari orang yang memiliki batu empedu berkembang menjadi kanker saluran empedu dalam jangka beberapa tahun

Sebaliknya, sebagian besar pasien kanker kandung empedu memang ditemukan memiliki batu empedu, yaitu antara 70–90 persen kasus Itu artinya, batu bukanlah penyebab pasti tetapi merupakan faktor risiko signifikan.

Menurut Prof. Ikhwan, mekanisme terjadinya proses ini yakni iritasi terus-menerus akibat gesekan batu empedu, yang memicu luka lalu peradangan berkepanjangan. Seiring waktu, struktur sel berubah dan memicu keganasan

Berita Menarik Pilihan

Mengalunkan Doa dari Sawah dan Lautan, Primitive Monkey Noose Rayakan Kehidupan Lewat “Panen Raya”

Bukan Sekadar Viral, Ini Alasan Ilmiah Mengapa Fibermaxxing Wajib Masuk Pola Diet Anda


Fakta Statistik dan Mekanisme Risiko

Antara menambahkan bahwa penelitian global menempatkan insiden kanker saluran empedu kurang dari 2 per 100.000 orang, sedangkan kanker kandung empedu sekitar 2,2–2,4 per 100.000, khususnya lebih sering terjadi pada wanita

Prof. Ikhwan mengingatkan, ukuran batu empedu juga memengaruhi risiko. Semakin besar ukuran batu, makin besar lecet dan tingkat peradangannya .

Tidak hanya itu, ia menjelaskan bahwa batu empedu lebih sering ditemukan pada kanker kandung empedu daripada saluran empedu, meski keduanya berkaitan


Pentingnya Deteksi Dini dan Tim Multidisiplin

Deteksi dini sangat disarankan karena stadium awal kanker empedu sulit didiagnosis. Gejala bisa samar, seperti nyeri perut kanan atas, penyakit kuning, urine gelap, atau gatal-gatal

Untuk penanganan, pasien memerlukan pemeriksaan USG, CT scan, dan terutama MRI atau ERCP untuk memastikan keberadaan batu dan mengevaluasi saluran empedu

Prof. Ikhwan menekankan bahwa perawatan kanker empedu harus dikelola tim multidisiplin. Tim ini melibatkan hepatolog, ahli bedah, onkolog, patolog, hingga perawat navigator, untuk menyusun penanganan optimal sesuai stadium penyakit


Subjudul:
Peran Gaya Hidup dan Faktor Tambahan
Selain batu empedu, beberapa kondisi lain dapat memperkuat risiko kanker empedu. Obesitas, diabetes, dan makanan yang mengandung zat karsinogenik seperti daging merah menjadi faktor signifikan

Prof. Ikhwan menyarankan kehati-hatian terhadap pangan pedas kemasan. Meski belum ada bukti langsung, pedas berlebihan mungkin mengandung bahan tambahan dan menyebabkan iritasi lambung yang memicu peradangan kronis

Infeksi kronis seperti hepatitis B/C dan infeksi cacing hati juga dijelaskan turut meningkatkan risiko kanker empedu, terutama di kawasan Asia Tenggara

Faktor genetik juga memiliki peran. Mutasi bawaan atau riwayat tumor jinak berulang menjadi landasan munculnya kondisi kanker lebih awal


Strategi Pencegahan dan Pemantauan
Pemantauan bagi penderita batu empedu penting meski tidak selalu harus dioperasi. Indikasi optimal untuk pengangkatan kantung empedu adalah keluhan berat seperti nyeri hebat, pembengkakan, atau peradangan saluran empedu

Perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan, kontrol gula darah, dan konsumsi sayur–buah tinggi serat dianggap efektif menurunkan risiko jangka panjang .

Imunoterapi kini menjadi opsi penting dalam terapi kanker empedu stadium lanjut. Kombinasi kemoterapi dan imunoterapi menunjukkan harapan positif meski perlu evaluasi lebih lanjut di Indonesia

 

Semua penderita batu empedu tidak otomatis berisiko kanker, namun pemantauan berkala sangat dianjurkan guna mendeteksi potensi iritasi dini.
Pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan rendah karsinogen, olahraga, dan mengendalikan berat badan serta gula darah, dapat meminimalkan risiko.
Jika muncul gejala seperti nyeri di kanan atas perut, penyakit kuning, atau gatal-gatal kambuhan, segera konsultasikan ke dokter untuk evaluasi lanjutan.
Diskusikan dengan tenaga kesehatan mengenai perlu tidaknya operasi berdasarkan ukuran batu, tingkat peradangan, dan kondisi klinis pasien.
Pengobatan kanker empedu stadium lanjut memerlukan kesiapan tim multidisiplin. Peran imunoterapi bersama kemoterapi menawarkan harapan masa depan. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: batu empedudeteksi diniimunoterapiiritasi kroniskanker empeduobesitas
Post Sebelumnya

Raja Charles Alami Perdarahan Mata, Tak Serius Istana Inggris Pastikan Mata Raja Tak Bahaya

Post Selanjutnya

Brussel Siapkan Respon terhadap Tarif Ekspor AS

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Mengalunkan Doa dari Sawah dan Lautan, Primitive Monkey Noose Rayakan Kehidupan Lewat "Panen Raya"

Mengalunkan Doa dari Sawah dan Lautan, Primitive Monkey Noose Rayakan Kehidupan Lewat “Panen Raya”

oleh Iwan Purnama
23 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Tahun 2026 dibuka dengan sebuah narasi musikal yang membumi dari tanah Kalimantan Selatan. Grup musik Primitive Monkey...

Ilustrasi berbagai sumber makanan tinggi serat seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan yang dipopulerkan melalui tren fibermaxxing di media sosial. Konsumsi serat minimal 25 gram per hari terbukti secara medis dapat memperbaiki mikrobioma usus dan menurunkan risiko kanker kolorektal secara signifikan. (Ekoin.co/Ilustrasi/Istimewa)

Bukan Sekadar Viral, Ini Alasan Ilmiah Mengapa Fibermaxxing Wajib Masuk Pola Diet Anda

oleh Hasrul Ekoin
22 Januari 2026
0

Saat Anda mengonsumsi sayuran, buah, dan biji-bijian, serat tersebut menjadi "bahan bakar" bagi bakteri baik untuk memfermentasi metabolit yang melawan...

Ilustrasi langkah penanganan nyeri haid melalui pola hidup sehat dan terapi kompres hangat sesuai rekomendasi medis. Pemahaman terhadap peran prostaglandin sangat penting agar perempuan dapat mengelola gejala dismenore secara efektif dan tetap produktif. (Ekoin.co/Ilustrasi/Istimewa)

Bukan Sekadar Kram Biasa: Membedah Pemicu Nyeri Haid dan Langkah Medis untuk Mengatasinya

oleh Hasrul Ekoin
22 Januari 2026
0

Obat-obatan ini bekerja efektif dengan menekan produksi prostaglandin, sehingga mampu mengendurkan kontraksi rahim secara signifikan.

Sanggraloka Ubud mencatat kunjungan wisatawan Korea mencapai 28–32 persen dari total wisatawan asing pada akhir 2025

Ubud, Surga Wellness Korea: Ketika Alam Jadi Kemewahan Tertinggi

oleh Iwan Purnama
22 Januari 2026
0

“2026 bukan soal ekspansi agresif, tapi pendalaman kualitas pengalaman tamu, keberlanjutan operasional, dan dampak positif bagi komunitas,” kata Komang menutup.

Post Selanjutnya
Brussel Siapkan Respon terhadap Tarif Ekspor AS

Brussel Siapkan Respon terhadap Tarif Ekspor AS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.