Bali, Ekoin.co — Liburan mewah kini tak lagi soal lampu kristal atau karpet tebal, melainkan pengalaman yang menenangkan jiwa dan dekat dengan alam.
Fenomena ini terlihat jelas di Ubud, Gianyar, yang menjadi destinasi favorit wisatawan Korea Selatan di awal 2026.
Sanggraloka Ubud mencatat kunjungan wisatawan Korea mencapai 28–32 persen dari total wisatawan asing pada akhir 2025.
Mereka datang mencari wellness, privasi, dan pelarian dari rutinitas, bukan sekadar hiburan.
Vila-vila tersembunyi di antara hutan rimbun menjadi daya tarik utama, menghadirkan sensasi waktu yang melambat dan suasana menenangkan.
General Manager Sanggraloka Ubud, Komang Kariyana, menjelaskan bahwa tamu kini menginginkan pengalaman autentik dan bermakna. “Masuk 2026, fokus kami bukan pada jumlah tamu, tapi kualitas pengalaman,” ujarnya.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyebut bahwa Bali secara keseluruhan menerima sekitar 6,7 juta kunjungan wisatawan hingga pertengahan Desember 2025, meningkat sekitar 400.000 dari tahun sebelumnya.
Pada libur akhir tahun, lonjakan kunjungan mencapai lebih dari 20.000 per hari.
Rahasia daya tarik Ubud terletak pada “perjalanan rasa”. Di Sanggraloka, tamu menapaki Forest Path menuju sungai sakral, menjalani ritual melukat, sound bath, hingga berinteraksi dengan kebun organik dan lebah penyerbuk. Semua pengalaman berpuncak pada farm-to-table dining, merayakan proses panjang dari tanah hingga hidangan di meja makan.
Memasuki 2026, tren pariwisata Bali bergeser ke quality tourism. Sanggraloka tidak membangun gedung besar, tetapi menghadirkan Wellness Pavilion untuk yoga dan breathwork, Art & Craft Studio untuk seniman lokal, kapel pernikahan, dan area bermain anak. Semua fasilitas tetap menjaga keheningan dan keseimbangan dengan alam.
“2026 bukan soal ekspansi agresif, tapi pendalaman kualitas pengalaman tamu, keberlanjutan operasional, dan dampak positif bagi komunitas,” kata Komang menutup.
Ubud membuktikan bahwa di tengah modernitas, kedekatan dengan alam dan ketenangan tetap menjadi kemewahan tertinggi yang dicari wisatawan dunia.





