Jakarta, Ekoin.co – Jagat TikTok kembali melahirkan tren baru yang kali ini benar-benar masuk akal bagi kesehatan: fibermaxxing. Di tengah gempuran makanan instan dan ultra-proses yang miskin gizi, tren ini mengajak warganet kembali ke “fitrah” dengan mengonsumsi serat secara gila-gilaan.
Namun, jangan salah sangka, ini bukan sekadar gaya-gayaan konten, melainkan senjata ampuh melawan penyakit mematikan.
Para ahli gizi klinis, termasuk Cara Anselmo dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center (MSKCC), menyambut baik fenomena ini.
Pasalnya, masyarakat modern sering kali abai bahwa serat adalah investasi termurah untuk mencegah kanker kolorektal (usus besar).
Di Indonesia, kanker jenis ini bukan perkara sepele—ia menduduki peringkat keempat kanker paling umum dan menjadi pembunuh kelima paling mematikan bagi pasien kanker di tanah air.
Sindir Kebiasaan Makan ‘Sampah’, Usus Butuh Serat Bukan Suplemen Mengapa fibermaxxing begitu sakti? Rahasianya ada pada bakteri usus.
Saat Anda mengonsumsi sayuran, buah, dan biji-bijian, serat tersebut menjadi “bahan bakar” bagi bakteri baik untuk memfermentasi metabolit yang melawan peradangan.
Tanpa serat, sel-sel usus lebih rentan bermutasi menjadi sel kanker karena terpapar zat sisa makanan terlalu lama dalam saluran cerna yang lambat.
Meski rak supermarket kini dipenuhi suplemen serat instan, para ahli menyentil keras agar publik tidak malas mengonsumsi pangan nabati utuh.
Serat dari buah dan kacang-kacangan jauh lebih superior dalam menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan metabolik dibandingkan bubuk instan.
Peringatan: Jangan ‘Gas Pol’ Tanpa Minum Air Meski baik, melakukan fibermaxxing secara mendadak bisa menjadi bumerang.
Usus yang belum terbiasa dengan lonjakan serat 25–30 gram per hari bisa mengalami “shock” berupa perut kembung hingga nyeri hebat jika tidak dibarengi dengan asupan air yang melimpah.
Bagi Anda yang ingin mengikuti tren ini, mulailah dengan langkah kecil: ganti nasi putih Anda dengan gandum utuh atau tambahkan porsi sayur di setiap piring.
Tak perlu mahal, yang penting usus Anda tidak tersiksa oleh tumpukan makanan tanpa serat yang mengendap lama di tubuh.





