Jakarta, EKOIN.CO – PT Freeport Indonesia (PTFI) telah menyelesaikan pembangunan fasilitas pemurnian dan pemrosesan (smelter) tembaga di Gresik, Jawa Timur. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengumumkan bahwa produksi perdana katoda tembaga akan dimulai pekan depan.
“Rencananya minggu depan produksi pertama dari smelter baru. Tahun ini rencana total 441 ribu ton katoda tembaga, semuanya diproduksi di dalam negeri,” kata Tony dalam rapat di Gedung DPR RI, Rabu (16/7/2025).
Tony menekankan bahwa hilirisasi sektor tambang telah mencapai tahap final. Saat ini, PTFI tidak hanya memproduksi tembaga, tetapi juga logam mulia lainnya. “Emas batangan sudah diproduksi, perak batangan sudah diproduksi, ini kan akan sangat baik untuk ekosistem dalam negeri,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tony menjelaskan bahwa fokus berikutnya adalah pengembangan hilirisasi di sektor manufaktur. “Hilirisasi dari sektor tambang tuh sudah final. Hilirisasi lanjutan yang kita butuhkan di manufacturing side. Kami kan 99,99 persen metal sudah diproduksi dalam negeri,” ujarnya.
Dengan beroperasinya smelter Gresik, PTFI semakin memperkuat komitmennya untuk mendukung industri dalam negeri. Produksi katoda tembaga ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.





