Jakarta, EKOIN.CO – PT Pupuk Indonesia (Persero) mengajak para petani di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, untuk segera menyerap alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan “Rembuk Tani dan Tebus Bersama” pada Selasa, 16 Juli 2025.
Kegiatan tersebut diikuti 350 peserta, terdiri dari petani, pemilik kios, penyuluh, serta unsur pemerintah daerah. General Manager Regional 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, menegaskan pentingnya penebusan pupuk tepat waktu oleh petani terdaftar.
Menurutnya, realisasi penebusan hingga pertengahan tahun baru mencapai 38 persen dari alokasi subsidi pupuk di Kabupaten Maros. Capaian ini dinilai masih rendah dan perlu segera ditingkatkan oleh para petani.
“Kami ingin memastikan setiap butir pupuk bersubsidi jatuh ke tangan yang tepat dan digunakan untuk meningkatkan produktivitas,” kata Wisnu dalam sambutannya di lokasi acara.
Ia mengingatkan, petani yang tidak menebus sesuai kuota e-RDKK tahun ini berisiko tidak masuk kembali dalam daftar penerima subsidi tahun depan. Data penebusan menjadi dasar utama penyusunan e-RDKK 2026.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Petani
Wisnu juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya menyalurkan pupuk, tetapi turut mendampingi petani melalui Account Executive (AE) dan Assistant Account Executive (AAE) di lapangan.
Upaya ini diperkuat dengan sosialisasi pengujian tanah agar petani memahami kebutuhan lahannya secara lebih akurat. “Dengan uji tanah, penyerapan nutrisi lebih efisien dan produktivitas meningkat,” ujarnya.
Bupati Maros, Chaidir Syam, turut hadir dan menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi semua pihak untuk menjaga ketepatan sasaran distribusi pupuk bersubsidi.
“Ini adalah kepentingan kita bersama. Pemerintah daerah, Pupuk Indonesia, distributor, hingga kios harus bersinergi,” tegasnya dalam sambutan.
Chaidir juga meminta seluruh dinas dan penyuluh pertanian untuk aktif mendampingi petani agar program berjalan lancar dan tidak ada yang dirugikan akibat keterlambatan penebusan.
Antusiasme Petani dan Capaian Penebusan
Kegiatan ini juga direspons positif oleh para petani yang hadir. Dalam acara tersebut, tercatat realisasi penebusan langsung sebesar 58,84 ton pupuk subsidi.
Jumlah itu terdiri dari 26,62 ton pupuk Urea dan 32,22 ton pupuk NPK Phonska. Penebusan tersebut mencerminkan antusiasme petani terhadap ajakan percepatan penyerapan pupuk.
Kegiatan yang didukung oleh Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ADPI) ini menjadi salah satu bentuk implementasi kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat tani.
Pupuk Indonesia akan terus menggencarkan kegiatan serupa di berbagai daerah sebagai bentuk komitmen terhadap ketahanan pangan nasional.
Kegiatan “Rembuk Tani dan Tebus Bersama” di Maros menjadi langkah nyata dalam mengawal efektivitas distribusi pupuk subsidi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian lokal secara signifikan.
Langkah PT Pupuk Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Maros menunjukkan keseriusan dalam menjaga ketepatan sasaran distribusi pupuk bersubsidi. Edukasi dan pendampingan lapangan menjadi strategi utama dalam menjaga efektivitas program ini.
Antusiasme petani yang diwujudkan dalam penebusan langsung puluhan ton pupuk bersubsidi mengindikasikan keberhasilan komunikasi dan sinergi antara pemerintah, distributor, serta pelaku usaha tani. Hal ini juga menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk tidak menyia-nyiakan hak subsidi yang telah diberikan.
Dengan sistem monitoring yang ketat dan pelibatan aktif masyarakat tani, program subsidi pupuk diharapkan menjadi motor penggerak produktivitas pertanian serta menjaga stabilitas pangan nasional ke depan.(*)




