EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA NASIONAL
Beras Oplosan Rugikan Negara Rp 99 Triliun Harus Diusut Tuntas

Beras Oplosan Rugikan Negara Rp 99 Triliun Harus Diusut Tuntas

DPR soroti 212 merek beras oplosan Kerugian negara ditaksir capai Rp 99 triliun

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
17 Juli 2025
Kategori NASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Dugaan praktik curang dalam distribusi beras nasional kembali mencuat ke publik setelah ditemukan 212 merek beras yang diduga merupakan hasil oplosan. Hal ini diungkap oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Eko Wahyudi, yang menyatakan bahwa praktik tersebut telah berlangsung cukup lama dan berpotensi menyebabkan kerugian negara hingga Rp 99 triliun.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis (17/07/2025), Eko menilai bahwa praktik oplosan tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dari pihak pemerintah terhadap distribusi pangan, khususnya beras. Ia menegaskan bahwa tindakan hukum harus segera diambil untuk mengusut para pelaku kecurangan.

“Praktik ini merupakan kejahatan yang harus ditindak secara tegas, ini sudah keterlaluan karena sudah berlangsung lama, dan memberikan dampak kerugian terhadap negara dan masyarakat mencapai puluhan triliun,” ujar Eko Wahyudi.

Ia juga mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dalam mengungkap dalang dari peredaran beras oplosan. Menurutnya, efek jera sangat penting agar praktik serupa tidak kembali terjadi di masa depan.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

“kami minta kepada penegak hukum agar secepatnya diusut tuntas para pelaku kecurangan ini untuk memberikan efek jera, agar tidak ada lagi praktik serupa,” lanjutnya.

Distribusi Beras Nasional Dalam Sorotan

Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IX yang meliputi Tuban dan Bojonegoro itu menyoroti pentingnya keterlibatan Kementerian Pertanian dalam melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi beras di pasar nasional. Ia mendorong adanya koordinasi intensif lintas lembaga.

Menurut Eko, operasi pasar perlu digencarkan sebagai bentuk upaya preventif mencegah masuknya beras oplosan ke jalur distribusi resmi. Hal ini berkaitan langsung dengan stabilitas harga dan kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“Harus terus melakukan pemantauan dan pengawasan pasar untuk memantau stabilitas harga, mutu dan kualitas pangan, sehingga dapat mencegah praktek-praktek oplosan seperti ini terulang kembali,” ujarnya.

Kementerian Pertanian dinilai memiliki peran kunci dalam menjaga keseimbangan sistem pangan nasional, termasuk mendeteksi dini adanya penyimpangan dalam rantai distribusi beras.

Eko juga menilai perlu dilakukan pemeriksaan silang terhadap produsen dan distributor besar yang selama ini menjadi pemasok beras nasional, guna memastikan mereka mematuhi standar mutu yang telah ditetapkan.

DPR RI Janji Kawal Hingga Tuntas

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, Eko Wahyudi berjanji akan mengawal permasalahan ini hingga tuntas. Ia juga mendesak adanya audit sistemik terhadap distribusi beras guna menutup celah terjadinya praktik penyimpangan.

“pihaknya akan memaksimalkan fungsi kontrol dewan dengan terjun langsung lapangan, demi terciptanya pelayanan pemerintah yang maksimal dan menjamin hak-hak masyarakat dapat terlaksana dengan baik sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Langkah konkret seperti inspeksi mendadak dan pemantauan distribusi pangan menurutnya harus menjadi rutinitas untuk memastikan masyarakat mendapatkan haknya atas bahan pokok yang layak konsumsi.

Ia juga menyoroti ketimpangan yang kerap dirasakan oleh petani dan konsumen sebagai akibat dari ketidaktegasan pemerintah terhadap pelaku curang di sektor pangan.

“Sudah waktunya negara hadir dan berpihak kepada petani serta konsumen. Jangan sampai rakyat kecil makin ditekan, sementara pelaku tidak ditindak tegas,” pungkasnya.

Dalam waktu dekat, Eko menyatakan bahwa pihaknya akan mengusulkan pembentukan tim gabungan lintas kementerian dan aparat hukum untuk menelusuri lebih dalam jaringan distribusi beras yang bermasalah.

Evaluasi total terhadap sistem pengawasan dan logistik beras menjadi prioritas utama Komisi IV DPR agar masyarakat tidak kembali menjadi korban dari praktik kecurangan tersebut.


Masalah beras oplosan yang menyebabkan kerugian hingga Rp 99 triliun menggambarkan betapa seriusnya dampak dari lemahnya sistem pengawasan pangan. Pemerintah harus menjadikan peristiwa ini sebagai momen introspeksi untuk memperbaiki seluruh jalur distribusi beras secara menyeluruh.

DPR telah memberikan sinyal kuat agar pengawasan tidak hanya bersifat simbolis, melainkan harus aktif, menyeluruh, dan tepat sasaran. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa bahan pangan yang mereka beli aman dan sesuai standar.

Penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan pangan harus dilakukan dengan transparan dan akuntabel agar publik tidak kehilangan kepercayaan pada sistem pangan nasional. Setiap pelanggaran perlu disertai sanksi tegas dan tidak pandang bulu.

Langkah preventif seperti razia berkala dan pengawasan mutu beras harus diperluas hingga ke tingkat distribusi paling bawah. Hal ini penting untuk menghindari penyebaran produk oplosan di pasar tradisional dan modern.

Jika koordinasi lintas lembaga berjalan optimal dan pengawasan ditingkatkan, maka perlindungan terhadap konsumen dan petani dapat terwujud. Pemerintah harus segera bertindak sebelum praktik seperti ini kembali terjadi dan meluas. (*)


 

Tags: beras oplosandistribusi panganDPR RIEko Wahyudikerugian negarapengawasan pemerintah
Post Sebelumnya

Valentino Rossi Sudah Pilih Pembalap Andalan 2026

Post Selanjutnya

Gubernur Banten Resmikan Pabrik Pestisida Terbesar

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Gubernur Banten

Gubernur Banten Resmikan Pabrik Pestisida Terbesar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.