EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Krisis Matcha Global: Permintaan Melonjak, Pasokan Menipis

Krisis Matcha Global: Permintaan Melonjak, Pasokan Menipis

Krisis matcha global terjadi akibat permintaan yang melampaui pasokan, dengan harga daun tencha di Jepang mencapai rekor tertinggi. FAO memperingatkan kenaikan harga teh dunia, sementara produsen kesulitan meningkatkan produksi karena proses yang rumit dan cuaca ekstrem.

Ray oleh Ray
17 Juli 2025
Kategori EKOBIS, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Dunia tengah menghadapi krisis pasokan matcha, bubuk teh hijau premium asal Jepang, seiring melonjaknya permintaan global. Lonjakan ini dipicu tren minuman kesehatan, kafe kekinian, dan makanan fungsional yang menjadikan matcha primadona di kalangan milenial dan Gen Z. Namun, popularitasnya justru membawa dampak tak terduga: kelangkaan stok pertama dalam sejarah modern.

Global Japanese Tea Association mencatat, permintaan matcha meningkat drastis, melebihi kapasitas produksi. “Ini pertama kalinya kami melihat kekurangan stok matcha dalam skala global,” ujar perwakilan asosiasi tersebut. Sementara itu, laporan FAO Food Outlook 2024 menyebutkan harga teh dunia naik 15% di atas rata-rata, dengan matcha termasuk penyumbang utama kenaikan impor pangan global yang mencapai US$2 triliun.

Penyebab kelangkaan ini beragam. Cuaca ekstrem, gangguan logistik, dan gelombang wisatawan di Jepang pascapandemi turut memperparah situasi. “Wisatawan membeli matcha sebagai oleh-oleh, sementara produksi tak bisa mengejar permintaan,” jelas seorang pedagang di Pasar Tencha Kyoto. Harga daun tencha di lelang setempat bahkan melonjak dua kali lipat menjadi lebih dari ¥8.000 per kilogram, rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Meningkatkan produksi bukan hal mudah. “Matcha berkualitas tinggi hanya dipanen sekali setahun, dengan proses yang sangat rumit,” terang Profesor Daniel Tan, ahli agronomi dari University of Sydney, seperti dikutip ABC. Proses tersebut meliputi pembayangan tanaman selama tiga minggu, pengukusan daun dalam hitungan detik, dan penggilingan batu yang hanya menghasilkan 40 gram per jam.

Dampaknya, merek-merek ternama seperti Ippodo Tea terpaksa membatasi pembelian per konsumen. Di Australia, distributor berlomba mencari pemasok alternatif. “Kami harus menunggu berbulan-bulan untuk stok baru,” keluh pemilik kafe Moon & Back di Sydney, yang menjual lebih dari 20.000 gelas matcha per tahun.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Sementara itu, di China, perang diskon bubble tea justru memicu lonjakan konsumsi minuman berbasis teh. Namun, para analis memperingatkan bahwa tren ini tidak berkelanjutan jika pasokan terus terganggu. “Diskon tidak menyelesaikan masalah pasokan yang rapuh,” tegas seorang ekonom pangan.

Pemerintah Kyoto mengakui kesulitan memenuhi target ekspor 15.000 ton per tahun hingga 2030. Artinya, kelangkaan matcha mungkin akan menjadi kenyataan baru, memaksa konsumen membayar lebih mahal atau beralih ke alternatif dari China dan Taiwan meski kualitasnya sering diperdebatkan di kalangan penikmat matcha sejati.

Tags: daun tenchaFAOGlobal Japanese Tea Associationharga teh globalIppodo Teakelangkaan stokKrisis matchaKyotoMoon & Back Sydneyproduksi matchaProfesor Daniel TanUniversity of Sydney
Post Sebelumnya

Mitsubishi Luncurkan Destinator di Tengah Lesunya Pasar Mobil Indonesia

Post Selanjutnya

Bitcoin Cetak Rekor US$122.838, Enam Miliarder Kripto Raup Untung Besar

Ray

Ray

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Bitcoin Cetak Rekor US$122.838, Enam Miliarder Kripto Raup Untung Besar

Bitcoin Cetak Rekor US$122.838, Enam Miliarder Kripto Raup Untung Besar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.