EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM CEK FAKTA
Indonesia Peringkat 99 dari 180 Negara Survei Terbanyak Koruptor

Indonesia Peringkat 99 dari 180 Negara Survei Terbanyak Koruptor

Indonesia memperolah skor IPK sebesar 37, naik tiga poin dari tahun sebelumnya. Peringkat Indonesia meningkat ke posisi 99 dari 180 negara yang disurvei.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
17 Juli 2025
Kategori CEK FAKTA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Berdasarkan data terbaru dari Transparency International, Indonesia tidak termasuk negara paling korup di dunia, namun tetap menghadapi tantangan serius dalam persepsi korupsi.

Pada 11 Februari 2025, Transparency International mengumumkan bahwa Indonesia meraih skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) sebesar 37 dari 100, naik tiga poin dari skor 34 pada tahun 2023 Dengan capaian tersebut, posisi Indonesia meningkat ke peringkat ke‑99 dari 180 negara yang disurvei

Meski demikian, skornya masih di bawah rata‑rata global yang mencapai 44 poin, sehingga sektor publik Indonesia masih dinilai relatif tinggi dalam persepsi korupsi . Dalam lingkup ASEAN, Indonesia berada di peringkat kelima, setelah Singapura (skor 84), Malaysia (50), Timor Leste (44), dan Vietnam (40)

Peningkatan skor tahun 2024 sebagian disebabkan adanya indikator Forum Ekonomi Dunia (WEF EOS) yang kembali dimasukkan setelah dua tahun absen berupa penilaian transparansi dalam praktik bisnis dan suap di sektor publik  Selain itu, indikator dari World Justice Project dan Political Economic Risk Consultancy (PERC) juga menunjukkan kenaikan skor Indonesia pada 2024 dibanding tahun sebelumnya

Namun demikian, indikator lain seperti In­dex Demokrasi oleh The Economist Intelligence Unit dan V‑Dem Project justru menunjukkan penurunan skor, mencerminkan kondisi demokrasi dan tata kelola yang melemah dalam beberapa aspek

Berita Menarik Pilihan

Heboh Video Viral ‘Sok Imut’ Berkerudung di TikTok: Antara Rasa Penasaran dan Jebakan Link ‘Nakal’

Mediasi Gugatan Gibran, Subhan Ajukan Syarat Damai ke Gibran

Peningkatan Skor IPK dan Konteks Regional

Indikator WEF EOS menunjukkan bahwa Indonesia semakin memperbaiki integritas sektor bisnis publik, terutama dalam pengadaan, perizinan, dan putusan pengadilan Skor di indikator WEF naik signifikan pada tahun 2024, sehingga turut meningkatkan total skor IPK.

Skor IPK dari World Justice Project tumbuh dari 24 pada 2023 menjadi 26 pada 2024. Sementara itu, skor PERC Asia Risk Guide juga merangkak naik dari 28 ke 38 selama periode survei yang sama

Survei IMD 2024 terhadap persepsi business competitiveness juga mencatat kenaikan skor Indonesia dari 40 menjadi 45—indikasi membaiknya citra tata kelola dan kompetisi bisnis di mata dunia usaha

Tantangan Demokrasi dan Korupsi Politik

Meski beberapa indikator meningkat, skor demokrasi Indonesia justru turun. Laporan EIU menunjukkan skor demokrasi turun dari 37 pada 2023 menjadi 35, memperlihatkan berkurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik serta penegakan hukum atas pejabat publik .

Sementara survei V‑Dem Project mencatat turunnya poin dari 25 ke 22, menunjukkan praktik korupsi politik yang masih meluas dalam legislatif, eksekutif, dan yudikatif termasuk manipulasi pembuatan undang‑undang dan kebijakan

Hal ini mencerminkan adanya kelemahan dalam sistem demokrasi yang memadai untuk mengekang korupsi politik dan memastikan independensi lembaga penegak hukum.

Posisi Indonesia Dibanding Negara Lain

Indonesia bukanlah negara paling korup di dunia; negara dengan skor CPI terendah seperti Sudan Selatan (8), Somalia (9), dan Venezuela (10) berada di posisi paling bawah dalam daftar korupsi global  Skor 37 menempatkan Indonesia di posisi tengah bawah global.

Di Asia Tenggara, Indonesia menempati peringkat ke‑5 di antara negara paling korup, di bawah Myanmar, Kamboja, Laos, dan Filipina dalam survei CPI 2023

Walaupun kasus korupsi di Indonesia banyak diberitakan, realita itu tidak membuat Indonesia menjadi negara terkorup tertinggi, melainkan menyoroti perlunya perbaikan sistemik dalam pemberantasan korupsi.

Faktor Pemicu Korupsi dan Hambatan

Menurut studi lintas negara yang berfokus pada konteks Indonesia, korupsi dipengaruhi oleh faktor struktural dan institusional seperti kekayaan sumber daya alam yang besar, jaringan politik yang rentan konflik kepentingan, rendahnya gaji pegawai negeri, regulasi lemah, serta ketidakmandirian lembaga yudikatif

Praktik clientelisme dan beragam kebijakan diskriminatif juga memperparah ketidaksetaraan dalam penerapan aturan sehingga potensi korupsi semakin tinggi terutama dalam sektor lisensi dan kontrak publik.

Meskipun bukan negara paling korup, Indonesia masih memiliki skor IPK yang rendah serta berada di peringkat 99 dari 180 negara, menunjukkan perlunya perbaikan transparansi dan penegakan hukum.

Demokrasi yang melemah dan pendekatan pemberantasan korupsi yang belum optimal memperlambat kemajuan, meskipun beberapa indikator ekonomi dan bisnis mencatat perbaikan.

Kekuatan politik dan institusi yang tidak seimbang dapat menghambat independensi lembaga-lembaga pengawasan. Kebijakan reformasi kelembagaan menjadi sangat penting untuk meningkatkan akuntabilitas.

Peningkatan kualitas kelembagaan dan transparansi di sektor publik dan bisnis sangat dibutuhkan agar skor IPK bisa mendekati rata‑rata global. Pemberdayaan masyarakat dan sektor swasta serta penguatan sanksi terhadap pelaku korupsi menjadi kunci.

Pelibatan aktif masyarakat, pendidikan antikorupsi, dan reformasi struktural di wilayah yang rawan korupsi bisa memperbaiki persepsi dan realita sekaligus meningkatkan skor IPK Indonesia dalam jangka panjang.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Indonesia bukan negara dengan korupsi tertinggi, melainkan negara dengan persepsi korupsi yang masih perlu ditingkatkan melalui reformasi kelembagaan, penguatan demokrasi, dan transparansi publik untuk mencapai skor yang lebih baik. ( * )

Tags: indeks persepsi korupsikorupsiperingkat 99reformasi antikorupsiskor 37Transparency International
Post Sebelumnya

Benarkah TNI AL Terkuat di Dunia?

Post Selanjutnya

Samuel Rizal Kembali ke Layar Lebar Lewat Film Drama: “Kini Jiwa dan Raga Saya untuk Anak”

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Ilustrasi seseorang yang sedang mengakses media sosial melalui ponsel. Tren pencarian link "Video Viral Sok Imut" di TikTok kini diwaspadai sebagai modus baru para pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan tautan phishing dan mencuri data pribadi pengguna yang tergiur konten eksklusif. (Foto: Ekoin.co/Ilustrasi)

Heboh Video Viral ‘Sok Imut’ Berkerudung di TikTok: Antara Rasa Penasaran dan Jebakan Link ‘Nakal’

oleh Hasrul Ekoin
28 Januari 2026
0

Keamanan digital Anda jauh lebih berharga daripada sekadar memuaskan rasa penasaran terhadap sosok "Sok Imut" yang tengah ramai diperbincangkan. (*)

Mediasi Gugatan Gibran, Subhan Ajukan Syarat Damai ke Gibran

Mediasi Gugatan Gibran, Subhan Ajukan Syarat Damai ke Gibran

oleh Irvan
6 Oktober 2025
0

Jakarta, EKOIN.CO - Mediasi gugatan perdata mengenai Riwayat Pendidikan Gibran memasuki babak mediasi lanjutan setelah pertemuan kedua di Pengadilan Negeri...

Hoaks Korupsi 3000 Triliun Rafael Alun di Media Sosial

Hoaks Korupsi 3000 Triliun Rafael Alun di Media Sosial

oleh Akmal Solihannoer
18 September 2025
0

Jakarta EKOIN.CO - Isu skandal korupsi Rp3.000 triliun yang menyeret nama Rafael Alun Trisambodo ramai beredar di media sosial, namun...

Apa Istimewanya Mercedes Habibie, ini Faktanya

Apa Istimewanya Mercedes Habibie, ini Faktanya

oleh Akmal Solihannoer
5 September 2025
0

Jakarta, EKOIN.CO - Mobil mewah jenis Mercedes-Benz milik almarhum Presiden ketiga RI, BJ Habibie, menjadi perhatian publik setelah masuk daftar...

Post Selanjutnya
Samuel Rizal Kembali ke Layar Lebar Lewat Film Drama: “Kini Jiwa dan Raga Saya untuk Anak”

Samuel Rizal Kembali ke Layar Lebar Lewat Film Drama: "Kini Jiwa dan Raga Saya untuk Anak"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.