EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
Kepala Bapanas: Pencampuran Beras Itu Wajar

Kepala Bapanas: Pencampuran Beras Itu Wajar

Harga beras premium mulai turun di supermarket. Campuran beras kepala dan broken rice hal lumrah.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
18 Juli 2025
Kategori PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan bahwa pencampuran beras merupakan praktik yang umum terjadi dalam industri pangan dan tidak dapat langsung diartikan sebagai tindakan negatif atau pengoplosan. Pernyataan ini disampaikan Arief dalam acara talkshow Interupsi di iNews pada Kamis, 17 Juli 2025.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Dalam kesempatan tersebut, Arief menyoroti pentingnya pemahaman publik terhadap istilah-istilah yang sering digunakan dalam proses distribusi beras. Ia menjelaskan bahwa dalam praktik umum, beras kepala atau beras utuh memang biasa dicampur dengan broken rice atau beras pecah untuk menyesuaikan kualitas dan harga.

“Beras dioplos itu kesannya negatif. Padahal, dalam praktiknya memang harus dicampur antara beras kepala dengan broken rice. Itu hal yang lumrah,” ujar Arief.

Arief menambahkan bahwa pencampuran tersebut bukanlah manipulasi kualitas melainkan bagian dari proses normal dalam rantai pasok pangan. Ia juga menegaskan bahwa praktik tersebut justru bertujuan menjaga ketersediaan beras di pasaran agar tetap stabil dan terjangkau.

Berita Menarik Pilihan

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

Rayakan Usia Emas, PDIP Gelar Soekarno Run 2026: Ada Beasiswa Pelajar dan Hadiah Spesial

Stabilisasi Harga dan Kerja Sama dengan Satgas Pangan

Menurut Arief, pihak Bapanas terus melakukan koordinasi aktif dengan Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) dalam upaya mengawasi peredaran beras serta menjaga harga tetap terkendali. Kerja sama ini telah menunjukkan hasil, terutama dengan mulai turunnya harga beras premium di beberapa jaringan ritel dan pasar modern.

“Harga beras premium mulai turun, terutama di supermarket. Ini bagian dari upaya kita menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan masyarakat,” katanya lebih lanjut.

Dijelaskan bahwa kondisi ini menjadi bukti bahwa intervensi pemerintah dalam sistem distribusi pangan mampu memberikan dampak positif secara langsung kepada konsumen. Arief juga menekankan bahwa edukasi terhadap masyarakat sangat diperlukan agar tidak terjadi miskonsepsi tentang proses yang berlangsung di industri beras.

Pentingnya Edukasi Publik tentang Industri Beras

Badan Pangan Nasional berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai istilah dan proses dalam industri perberasan. Arief menekankan bahwa kesadaran masyarakat akan praktik pencampuran yang wajar akan mencegah munculnya stigma negatif terhadap produsen dan distributor beras.

Ia juga menyebutkan bahwa istilah seperti “pengoplosan” harus ditempatkan secara proporsional dalam konteks hukum dan bisnis. Dalam praktik perdagangan, pencampuran jenis beras sesuai klasifikasi mutu dan standar teknis merupakan bagian dari mekanisme pasar yang legal.

“Jangan sampai masyarakat langsung menilai pencampuran beras sebagai pelanggaran atau tindakan curang. Kita harus pahami bahwa di industri pangan, proses ini justru menyesuaikan dengan kebutuhan pasar,” ungkapnya.

Sementara itu, pemantauan ketat terus dilakukan oleh Bapanas terhadap aktivitas distribusi dan stok beras di berbagai daerah. Langkah ini bertujuan memastikan tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar.

Pihak Bapanas juga membuka komunikasi dengan pelaku usaha beras untuk mendapatkan masukan dari lapangan, sekaligus memberikan arahan terkait prosedur yang benar dalam pengolahan dan pencampuran beras.

Menurut Arief, sinergi antara regulator, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan dalam menciptakan ekosistem pangan yang sehat dan transparan. Ia berharap peran aktif media dan tokoh masyarakat dapat membantu menyampaikan informasi yang benar kepada publik.

Langkah-langkah yang diambil pemerintah ini juga dinilai sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi fluktuasi harga akibat gangguan pasokan atau cuaca ekstrem. Oleh karena itu, kecepatan dalam distribusi dan akurasi informasi menjadi sangat penting.

Dalam beberapa bulan terakhir, isu pencampuran beras kerap mencuat dan menimbulkan kekhawatiran publik. Namun, melalui klarifikasi dari Bapanas, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menanggapi informasi yang beredar.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa sejumlah pihak menggunakan istilah “beras oplosan” untuk mendiskreditkan pelaku usaha tertentu. Hal ini dinilai merugikan dan dapat menurunkan kepercayaan terhadap sistem distribusi nasional.

Pernyataan Arief ini menjadi langkah penting dalam menegaskan kembali posisi resmi pemerintah terkait dinamika di sektor perberasan. Dengan penjelasan ini, publik diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih objektif.

Arief pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas pangan nasional melalui penyebaran informasi yang benar dan bertanggung jawab.

Pemerintah, melalui Badan Pangan Nasional, juga membuka jalur pengaduan dan konsultasi untuk masyarakat yang memiliki pertanyaan atau mengalami kendala dalam pembelian beras di lapangan.

Penegasan ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran masyarakat sekaligus memberikan arah yang jelas dalam menghadapi polemik seputar pencampuran beras.

Ke depan, Arief menyebutkan bahwa pihaknya akan memperkuat sistem pelaporan dan pemantauan digital guna mempercepat respon terhadap isu-isu yang muncul di sektor pangan.

Sebagai bentuk transparansi, data distribusi dan harga akan dipublikasikan secara berkala melalui kanal resmi pemerintah agar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

Dengan mekanisme ini, setiap proses dalam distribusi pangan dapat diawasi bersama secara terbuka, adil, dan berbasis data akurat.

Penjelasan Kepala Bapanas memberikan kejelasan penting bahwa pencampuran beras bukanlah pengoplosan yang bersifat manipulatif. Masyarakat perlu memahami bahwa hal tersebut sudah menjadi praktik umum di dunia perdagangan pangan. Edukasi yang terus dilakukan akan menghindarkan publik dari kesalahpahaman yang dapat menciptakan kepanikan atau persepsi keliru.

Dengan turunnya harga beras premium di beberapa pasar modern, maka upaya pemerintah dalam menstabilkan harga terbukti efektif. Ini merupakan hasil dari kolaborasi yang erat antara Bapanas dan Satgas Pangan dalam menjaga jalur distribusi tetap lancar.

Keterlibatan masyarakat dalam memahami proses industri pangan sangat dibutuhkan. Selain meningkatkan literasi publik, juga memperkuat transparansi dan kepercayaan terhadap kebijakan negara di sektor strategis ini.

Langkah strategis selanjutnya adalah memperkuat infrastruktur pelaporan dan pengawasan, serta memperluas penyebaran informasi yang akurat melalui media resmi dan platform digital.

Partisipasi aktif dari berbagai pihak akan menjadi kunci untuk mewujudkan sistem pangan nasional yang lebih tangguh, efisien, dan berpihak kepada masyarakat luas. (*)


 

Tags: Arief PrasetyoBapanasBerasdistribusiharga premiumpengoplosan
Post Sebelumnya

Peluang Usaha Ayam KUB Skala Kecil Modal Kecil, Untung Besar

Post Selanjutnya

Ukraina Ajak Dunia Uji Senjata Lawan Rusia Medan Tempur Jadi Lokasi Uji

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat memberikan keterangan dalam konferensi pers Soekarno Runniversary 2026 di Parkir Timur GBK, Jumat (6/2/2026). Pemprov DKI menyambut baik ajang yang memadukan semangat olahraga dengan edukasi nilai-nilai kebangsaan tersebut. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Rayakan Usia Emas, PDIP Gelar Soekarno Run 2026: Ada Beasiswa Pelajar dan Hadiah Spesial

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menilai kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi positif dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat...

Personel Polsek Gambir saat memberikan pendampingan kepada Mariame Traore (WNA Prancis) yang ditemukan terlantar di Hall Utara Stasiun Gambir. Mariame kini telah diserahkan ke Kantor Imigrasi Jakarta Pusat di Kemayoran untuk penanganan dokumen dan izin tinggal lebih lanjut. (Foto: Humas Polres Jakarta Pusat/Ekoin.co)

Delapan Hari Terlantar di Stasiun Gambir, WNA Prancis Diamankan Polisi Akibat Visa ‘Expired’ dan Kehabisan Uang

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Basuki mengatakan, pengamanan terhadap warga negara Asing bermula saat anggota Polsek Gambir...

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menerangkan tersangka IJ ibu kandung korban, menjemput korban RZA. Foto: Amsi

Polda Metro Jaya Sikat 10 Tersangka TPPO, Ibu Kandung Penjual Anak Terancam 15 Tahun Penjara

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

"Polisi berhasil menyelamatkan 4 anak dari praktik tindak pidana perdagangan orang. Para anak dibawa ke Dinas Sosial DKI Jakarta untuk...

Post Selanjutnya
Ukraina Ajak Dunia Uji Senjata Lawan Rusia Medan Tempur  Jadi Lokasi Uji

Ukraina Ajak Dunia Uji Senjata Lawan Rusia Medan Tempur Jadi Lokasi Uji

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.