EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Ukraina Ajak Dunia Uji Senjata Lawan Rusia Medan Tempur  Jadi Lokasi Uji

Ukraina Ajak Dunia Uji Senjata Lawan Rusia Medan Tempur Jadi Lokasi Uji

Ini kesempatan mengetahui apa yang benar-benar bekerja di medan tempur," kata Artem Moroz. Ukraina izinkan perusahaan asing uji senjata langsung.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
18 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kyiv EKOIN.CO – Ukraina secara terbuka menawarkan kesempatan bagi perusahaan senjata asing untuk menguji produk militer mereka langsung di medan perang. Program ini diumumkan oleh Brave1, kelompok yang didukung pemerintah Ukraina dan berfokus pada pengadaan serta investasi sektor pertahanan, di tengah konflik yang terus berlangsung dengan Rusia.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Langkah tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pertahanan di Wiesbaden, Jerman, pada Jumat, 18 Juli 2025, seperti dikutip dari Reuters. Brave1 menyebut skema ini sebagai bagian dari inisiatif “Test in Ukraine”, yakni program yang membuka jalan bagi perusahaan asing untuk mengirim senjata mereka ke Ukraina, melatih pasukan secara daring, serta menerima umpan balik langsung dari penggunaannya di garis depan.

Artem Moroz, Kepala Hubungan Investor Brave1, menjelaskan bahwa program ini membawa manfaat bagi kedua pihak. Bagi Ukraina, program ini membuka akses terhadap teknologi terbaru, sementara perusahaan dapat mengetahui efektivitas senjata mereka di kondisi nyata perang.

“Ini memberi kami pemahaman teknologi apa yang tersedia. Dan bagi perusahaan, ini kesempatan mengetahui apa yang benar-benar bekerja di medan tempur,” ujar Moroz.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Menurut Moroz, antusiasme terhadap skema ini cukup tinggi, namun ia menolak untuk merinci perusahaan mana saja yang sudah bergabung atau memberikan detail teknis mengenai cara kerja dan pendanaan program tersebut.

Langkah ini datang di tengah gempuran berkelanjutan dari pasukan Rusia di sepanjang garis depan yang membentang lebih dari 1.000 kilometer. Ukraina, dalam situasi ini, berupaya memperkuat kemampuan pertahanannya melalui peningkatan kapasitas industri militer domestik yang didukung investasi asing.

Brave1 didirikan pada tahun 2023 dan kini telah mengidentifikasi sejumlah teknologi yang menjadi prioritas untuk mendukung pertahanan negara. Fokus utama berada pada sistem pertahanan udara, teknologi pencegat drone, solusi berbasis kecerdasan buatan, serta sistem untuk menghadapi bom luncur.

“Kami punya daftar prioritas. Pertahanan udara ada di puncak, begitu juga sistem tanpa awak di air, sistem elektronik darat, hingga teknologi AI untuk mengarahkan tembakan artileri lebih akurat,” terang Moroz.

Uji langsung di garis depan perang

Program “Test in Ukraine” memungkinkan pengujian senjata dalam kondisi paling ekstrem dan realistis, yaitu medan perang yang sebenarnya. Skema ini bukan hanya memberikan data langsung dari pertempuran, tapi juga mempercepat proses pengembangan dan penyesuaian teknologi militer.

Dalam konteks ini, Ukraina menilai pengujian senjata konvensional dan canggih secara langsung dapat memperkuat ketahanan nasional sekaligus menjadikan negara itu sebagai pusat inovasi militer yang diakui global. Proses ini juga melibatkan pelatihan daring kepada tentara Ukraina untuk penggunaan senjata yang diuji.

Meskipun banyak negara enggan secara terbuka mengirim teknologi sensitif ke zona perang aktif, pendekatan Ukraina disebut berhasil menarik perhatian sejumlah perusahaan internasional yang tertarik untuk melihat efektivitas produk mereka di garis depan.

Program ini tidak hanya mencakup persenjataan ofensif, tetapi juga sistem perlindungan dan pengawasan, serta solusi berbasis perangkat lunak yang dapat memberikan keunggulan taktis dalam pertempuran. Brave1 menggarisbawahi pentingnya respons cepat dan integrasi teknologi canggih untuk menghadapi serangan Rusia yang semakin masif.

Tekanan Rusia dan ketahanan industri lokal

Invasi Rusia yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun telah mendorong Ukraina untuk terus mencari dukungan eksternal, baik dalam bentuk bantuan senjata maupun kolaborasi teknologi militer. Melalui Brave1, Ukraina berupaya memperkuat kapasitas pertahanannya tanpa hanya mengandalkan pasokan dari negara-negara sekutu.

Sebagai dampak dari perang panjang, kebutuhan akan sistem pertahanan udara, drone taktis, dan teknologi yang mampu menghadang rudal dan bom luncur menjadi sangat krusial. Kondisi ini menjadi peluang strategis bagi perusahaan yang ingin menguji kemampuan produk mereka secara langsung dan berkontribusi pada sistem pertahanan Ukraina.

Sementara itu, Rusia masih menggencarkan serangan besar di berbagai wilayah, memaksa Ukraina untuk terus berinovasi di tengah keterbatasan logistik dan sumber daya. Investasi asing menjadi tulang punggung penting dalam menjaga keberlangsungan pengembangan teknologi pertahanan dalam negeri.

Uji coba teknologi yang berlangsung di zona konflik memungkinkan Ukraina mengevaluasi secara cepat efektivitas senjata yang digunakan dan memperbarui strategi secara langsung. Kolaborasi ini juga mendukung penciptaan sistem senjata yang lebih adaptif terhadap dinamika medan tempur yang terus berubah.

Meski belum disebutkan nama-nama perusahaan yang terlibat dalam program ini, Brave1 mengisyaratkan bahwa kerja sama internasional terus berkembang. Inisiatif ini bukan hanya tentang perang, tetapi juga tentang pengembangan sistem pertahanan masa depan.

dari inisiatif ini menunjukkan bahwa Ukraina sedang berusaha mengonsolidasikan kekuatan industri pertahanannya melalui kemitraan strategis. Pendekatan ini juga memberikan kesempatan bagi industri global untuk mengambil bagian dalam pengembangan sistem persenjataan generasi terbaru.

Kerja sama dengan perusahaan luar negeri diharapkan membawa dampak jangka panjang dalam membangun ketahanan militer Ukraina, tidak hanya untuk saat ini, tapi juga untuk masa depan. Dalam konteks geopolitik yang terus berubah, pendekatan ini memberi Ukraina ruang untuk memperluas opsi pertahanannya.

Langkah ini juga bisa menjadi model baru untuk kolaborasi militer global, terutama di tengah ancaman perang konvensional dan hybrid yang semakin kompleks. Dengan membuka ruang pengujian langsung di medan tempur, Ukraina menciptakan ekosistem inovasi militer yang dinamis dan terbuka.

Selain memperkuat pertahanan nasional, inisiatif ini berpotensi menciptakan standar baru dalam pengembangan teknologi militer berbasis pengalaman langsung. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa Ukraina tidak hanya bertahan, tapi juga bertransformasi menjadi aktor penting dalam industri pertahanan global.

Dalam jangka panjang, upaya ini diproyeksikan dapat meningkatkan kemandirian pertahanan Ukraina dan memperkuat relasi strategis dengan mitra internasional. Keberhasilan program ini juga akan tergantung pada bagaimana pemerintah Ukraina menjaga transparansi, keamanan, dan efisiensi operasionalnya di tengah konflik yang masih berlangsung. (*)

 

Tags: Brave1pertahananRusiasenjatauji cobaUkraina
Post Sebelumnya

Kepala Bapanas: Pencampuran Beras Itu Wajar

Post Selanjutnya

Rudal Houthi Lumpuhkan Bandara dan Pelabuhan Israel

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Rudal Houthi Lumpuhkan Bandara dan Pelabuhan Israel

Rudal Houthi Lumpuhkan Bandara dan Pelabuhan Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.