EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Israel Tutup Pelabuhan Eilat Mulai Minggu  Pendapatan Anjlok, Pelabuhan  Segera Tutup

Israel Tutup Pelabuhan Eilat Mulai Minggu Pendapatan Anjlok, Pelabuhan Segera Tutup

Pelabuhan Eilat akan ditutup akibat krisis finansial. Serangan Houthi berdampak langsung pada jalur pelayaran.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
20 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tel Aviv – EKOIN.CO – Pelabuhan Eilat di Israel akan menghentikan seluruh aktivitas operasionalnya mulai Minggu, 20 Juli 2025, menyusul kerugian finansial besar yang dialaminya akibat terganggunya jalur pelayaran di Laut Merah. Hal ini terjadi setelah serangkaian serangan dari kelompok Houthi Yaman yang mengincar kapal-kapal yang terafiliasi dengan Israel.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Menurut laporan harian ekonomi Israel, The Calcalist, pemerintah kota Eilat telah membekukan seluruh rekening bank Pelabuhan Eilat senilai sekitar 10 juta shekel (setara USD3 juta). Pembekuan ini dilakukan karena pelabuhan menunggak pembayaran pajak kepada pemerintah kota setempat.

Otoritas Pengiriman dan Pelabuhan Israel menyatakan pada Rabu (16/7/2025) bahwa krisis keuangan yang melanda pelabuhan ini merupakan akibat langsung dari konflik yang sedang berlangsung di kawasan. “Pemerintah Kota Eilat telah memberi tahu manajemen pelabuhan tentang penyitaan semua rekening banknya karena utang kepada pemerintah kota,” terang pernyataan resmi otoritas tersebut.

Situasi tersebut menyebabkan pihak pelabuhan menerima pemberitahuan resmi bahwa mereka diperkirakan akan menutup semua kegiatan mulai hari Minggu mendatang. Keputusan itu mencerminkan kegagalan operasional akibat minimnya pemasukan dari sektor logistik.

Berita Menarik Pilihan

AHY: Perbedaan Tak Boleh Jadi Sekat, Imlek Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

Membahayakan Pengendara, Pemkot Jakbar Pangkas 541 Pohon Rawan Tumbang

Selama tahun 2024, pendapatan pelabuhan merosot drastis menjadi hanya 42 juta shekel atau setara USD12,5 juta. Angka ini menunjukkan penurunan tajam hampir 80 persen dibanding tahun 2023, yang mencatat pendapatan sebesar 212 juta shekel atau sekitar USD63 juta.

Penurunan pendapatan ini terjadi karena arus pelayaran global yang menuju Israel dialihkan ke pelabuhan-pelabuhan di Laut Tengah seperti Ashdod dan Haifa. Jalur Eilat yang selama ini menjadi pintu utama dari selatan kini praktis kehilangan fungsinya sebagai simpul logistik penting.

Serangan Houthi dan Dampak Ekonomi

Kelompok Houthi Yaman, juga dikenal sebagai Ansar Allah, sejak akhir 2023 mulai melancarkan serangan terhadap kapal-kapal kargo yang menuju atau berasal dari pelabuhan-pelabuhan Israel di Laut Merah. Serangan tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap serangan militer Israel di Jalur Gaza.

The Calcalist mengutip seorang sumber dari pelabuhan yang menyebut bahwa penutupan ini menjadi simbol kemenangan Houthi atas tekanan ekonomi terhadap Israel. “Penutupan ini akan melambangkan sebuah kemenangan bagi Houthi dan kerugian bagi perekonomian Israel,” ujar sumber tersebut.

Langkah kelompok Houthi yang secara sistematis menyerang kapal dengan tujuan atau afiliasi Israel menimbulkan efek domino pada sektor ekonomi dan infrastruktur logistik negara tersebut. Pelabuhan Eilat, yang menjadi satu-satunya pelabuhan Israel di Laut Merah, kini tidak lagi dapat menjalankan fungsinya secara penuh.

Sejak awal 2024, ancaman serangan Houthi telah membuat banyak perusahaan pelayaran internasional menghindari rute Laut Merah dan Terusan Suez, beralih ke jalur memutar via Tanjung Harapan, Afrika Selatan, yang memakan waktu dan biaya lebih besar.

Penutupan ini juga memberikan tekanan baru pada pelabuhan-pelabuhan di Laut Tengah yang kini harus menangani beban lebih besar, seperti Ashdod dan Haifa. Hal ini memaksa pemerintah Israel mengatur ulang distribusi logistik dan mengantisipasi potensi kemacetan pengiriman.

Dampak Sosial dan Regional

Tidak hanya berdampak pada infrastruktur pelabuhan, keputusan ini juga berpengaruh pada masyarakat Eilat yang bergantung pada aktivitas pelabuhan untuk mata pencaharian. Banyak pekerja pelabuhan diperkirakan akan terkena PHK jika penghentian ini berlangsung dalam waktu lama.

Selain itu, efek domino juga dirasakan oleh sektor usaha kecil dan menengah di sekitar pelabuhan yang menggantungkan aktivitas ekonomi mereka pada perputaran barang dan tenaga kerja dari operasional pelabuhan.

Houthi dalam beberapa pernyataannya menyatakan bahwa mereka akan terus melanjutkan serangan selama Israel tidak menghentikan ofensifnya di Gaza. Ini berarti tekanan terhadap pelabuhan dan jalur distribusi Israel akan terus berlanjut dalam waktu yang belum dapat ditentukan.

Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Perhubungan Israel terkait upaya jangka panjang untuk mengatasi kerugian ini. Namun, sejumlah analis menyebut bahwa kemungkinan besar pemerintah akan merelokasi sebagian logistik dan mempercepat pembangunan infrastruktur di pelabuhan lain.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi apakah pemerintah Israel akan memberikan bantuan atau intervensi untuk menyelamatkan operasional Pelabuhan Eilat atau membayar utang pajaknya ke pemerintah kota.

Penutupan Pelabuhan Eilat menandai babak baru dalam konsekuensi konflik regional terhadap ekonomi Israel. Sektor transportasi laut, yang selama ini menjadi tulang punggung logistik, kini mengalami hambatan serius akibat dinamika geopolitik di Laut Merah.

Langkah pemerintah kota membekukan rekening pelabuhan juga menunjukkan tekanan fiskal yang dihadapi oleh institusi-institusi lokal dalam menjaga stabilitas keuangan, khususnya dalam situasi krisis seperti sekarang.

Secara keseluruhan, krisis di Pelabuhan Eilat bukan hanya masalah operasional, namun juga mencerminkan kerentanan ekonomi nasional terhadap ancaman keamanan non-konvensional seperti serangan Houthi.

Penutupan ini menjadi peringatan bagi negara-negara lain tentang pentingnya diversifikasi jalur pelayaran dan strategi logistik dalam menghadapi situasi konflik yang berkepanjangan.

Langkah mitigasi yang lebih menyeluruh dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta tampaknya menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah kerugian serupa terjadi di pelabuhan-pelabuhan lain di masa mendatang.

Penutupan pelabuhan seharusnya menjadi momen evaluasi nasional terhadap ketahanan infrastruktur penting negara dalam menghadapi tekanan dari kelompok bersenjata lintas negara.

Dalam jangka pendek, pemerintah dapat mempertimbangkan solusi sementara seperti subsidi operasional atau penangguhan utang, namun strategi jangka panjang tetap diperlukan untuk menstabilkan arus logistik nasional.

Langkah-langkah diplomatik untuk menghentikan ketegangan di Laut Merah juga sangat dibutuhkan agar jalur perdagangan kembali stabil dan dapat diandalkan oleh mitra internasional.

Pelabuhan Eilat sebagai gerbang selatan Israel kini menghadapi tantangan eksistensial. Pemulihan ekonomi pelabuhan tersebut hanya dapat terjadi jika keamanan maritim di Laut Merah benar-benar terjamin.

Dengan mempertimbangkan urgensi dan skala dampak, pemerintah Israel sebaiknya segera melakukan kajian kebijakan menyeluruh yang tidak hanya fokus pada solusi ekonomi, tetapi juga ketahanan geopolitik nasional.

(*)


 

Tags: HouthiIsraelLaut Merahpelabuhan Eilatpendapatan turunserangan kapal
Post Sebelumnya

Cucu Konglomerat RI Beli Rumah Mewah di Singapura Properti Rp407 Miliar

Post Selanjutnya

Rusia Terima Jet Tempur Baru Su-35S

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri acara Imlek (Ist)

AHY: Perbedaan Tak Boleh Jadi Sekat, Imlek Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan bahwa keberagaman latar belakang, identitas,...

Pohon rawan tumbang di Jakarta Pusat (Ist)

Membahayakan Pengendara, Pemkot Jakbar Pangkas 541 Pohon Rawan Tumbang

oleh Noval Verdian
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Selama periode Januari 2026, jajaran Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat telah memangkas 541...

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat memberikan keterangan peran Bahar bin Smith sebagai tersangka saat terjadi pengeroyokan. (Foto: Aminuddin Sitompul)

Bahar bin Smith Kembali Ditetapkan Tersangka Kasus Pengeroyokan, Karena Ikut Pukul Anggota Banser

oleh Aminuddin Sitompul
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Polda Metro Jaya menyebutkan peran Bahar bin Smith setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota...

Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat menghadiri ulang tahun Eyang Meri yang ke-100 pada 23 Juni 2025 lalu. Foto: Monang Sinaga/PDIP

Istri Hoegeng Meninggal, Inilah Kenangan Megawati Soekarnoputri Tentang Eyang Meri 

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Wafatnya istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Roeslani yang akrab disapa Eyang Meri, meninggal...

Post Selanjutnya
Rusia Terima Jet Tempur Baru Su-35S

Rusia Terima Jet Tempur Baru Su-35S

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.