EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
RI Terima Investasi Hilirisasi Rp1.600 Triliun November

RI Terima Investasi Hilirisasi Rp1.600 Triliun November

Indonesia akan terima investasi Rp 1.600 triliun Untuk proyek hilirisasi mulai November 2025

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
22 Juli 2025
Kategori PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Pemerintah Indonesia akan menerima investasi besar senilai US$ 100 miliar atau sekitar Rp 1.600 triliun untuk proyek hilirisasi yang akan dimulai pada November 2025. Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam pernyataannya pada Senin, 21 Juli 2025.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Menurut Bahlil, investasi tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas hilirisasi, khususnya dalam sektor pengolahan nikel menjadi cell battery. Beberapa negara yang telah menyatakan komitmennya dalam investasi ini adalah China dan Korea Selatan, dengan nilai awal mencapai US$ 8 miliar.

Proyek ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong swasembada energi melalui kebijakan hilirisasi dan transisi energi. Fokus utama dari proyek ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri dan mendorong industrialisasi berkelanjutan.

Proyek Hilirisasi Dorong Ekonomi dan Energi Nasional

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Bahlil menyampaikan bahwa hilirisasi bukan hanya berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga pada upaya menjaga kedaulatan energi dan sumber daya nasional. Menurutnya, pembangunan industri berbasis hilirisasi adalah langkah penting agar Indonesia tidak lagi tergantung pada ekspor bahan mentah.

“Jangan lagi mengirim bahan mentah, nilai tambahnya di luar, kita cuma main ekspor material bahan baku. Kalau seperti itu apa bedanya kita dengan zaman VOC. VOC itu 390 tahun mengirim bahan baku yang membuat negara-negara lain candu terhadap sumber daya kita,” tegas Bahlil.

Ia juga menambahkan bahwa proyek hilirisasi ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan Indonesia dalam membangun ekosistem baterai kendaraan listrik dengan total investasi mencapai US$ 20 miliar. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai produsen baterai terbesar kedua di dunia setelah China.

Presiden Prabowo Subianto, menurut Bahlil, telah memberikan arahan agar hilirisasi tidak berhenti pada tahap cell battery, namun dilanjutkan hingga produksi kendaraan listrik secara utuh di dalam negeri. Hal ini untuk memastikan kedaulatan industri strategis tetap berada di tangan Indonesia.

Investasi Energi Strategis dan Infrastruktur Penunjang

Selain proyek nikel dan baterai, pemerintah juga terus mengembangkan sektor energi lain. Beberapa langkah yang sedang dijalankan adalah reaktivasi sumur migas yang tidak aktif, pembangunan infrastruktur gas, serta percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Bahlil menekankan bahwa inovasi teknologi akan memainkan peran penting dalam mendukung transformasi energi ini. Menurutnya, keberhasilan proyek hilirisasi sangat ditentukan oleh kesiapan teknologi dan kualitas sumber daya manusia di dalam negeri.

Komitmen untuk tidak lagi mengekspor bahan mentah terus diperkuat pemerintah melalui berbagai regulasi dan kebijakan fiskal yang mendukung pembangunan industri dalam negeri. Pemerintah juga mendorong kemitraan dengan sektor swasta nasional dan internasional.

Pada kesempatan tersebut, Bahlil juga menekankan pentingnya pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi. Dengan membangun dari hulu ke hilir, Indonesia bisa mendapatkan manfaat maksimal dari kekayaan sumber daya alamnya.

Menurut data Kementerian ESDM, proyek ini akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian lokal dan nasional. Kawasan-kawasan industri baru juga akan dikembangkan untuk menunjang aktivitas hilirisasi.

Bahlil menyebutkan, kerja sama dengan mitra internasional tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh proses investasi berjalan sesuai kepentingan nasional dan tidak merugikan kedaulatan ekonomi Indonesia.

Proyek hilirisasi ini juga akan disinergikan dengan agenda transisi energi nasional. Penggunaan energi fosil secara bertahap akan dikurangi, seiring dengan meningkatnya kontribusi energi terbarukan dan teknologi hijau dalam sistem energi nasional.

Pemerintah memastikan bahwa kebijakan hilirisasi akan menjadi prioritas jangka panjang. Presiden Prabowo bahkan meminta agar target-target industri strategis dijaga ketat dan dicapai secara konsisten dalam kurun waktu lima tahun mendatang.

Sebagai bentuk pengawasan, pemerintah akan membentuk satuan tugas khusus untuk memantau realisasi investasi, pelaksanaan proyek, serta pencapaian target hilirisasi di setiap sektor strategis, terutama nikel, baterai, dan kendaraan listrik.

Dengan berbagai langkah ini, Indonesia berambisi tidak hanya menjadi pemain regional, tetapi juga global dalam industri energi masa depan. Proyek hilirisasi ini menjadi tonggak penting menuju ekonomi nasional yang berdaya saing tinggi dan mandiri secara energi.

Kesuksesan proyek hilirisasi akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah mengelola tata kelola industri, transparansi investasi, serta dukungan dari masyarakat dan dunia usaha. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, Indonesia juga akan terus memperkuat kerja sama dengan negara-negara mitra yang memiliki komitmen serupa dalam pengembangan energi hijau dan transisi energi. Bahlil menegaskan bahwa kerja sama ini akan tetap dalam kerangka saling menguntungkan.

Pemerintah juga menekankan pentingnya membangun industri lokal yang tangguh. Tidak hanya dengan investasi asing, tetapi juga dengan penguatan pelaku industri dalam negeri melalui pelatihan, teknologi, dan dukungan modal.

Indonesia kini berada di jalur strategis menuju transformasi ekonomi. Dengan memanfaatkan momentum ini, pemerintah berharap dapat mempercepat tercapainya visi Indonesia sebagai negara industri maju berbasis sumber daya berkelanjutan.

Proyek hilirisasi yang akan dimulai pada November 2025 bukan sekadar investasi, tetapi bagian dari strategi nasional membangun kedaulatan dan ketahanan energi jangka panjang.

Pemerintah perlu menjaga akuntabilitas dan konsistensi pelaksanaan proyek ini, agar tidak hanya menjadi janji investasi semata. Fokus pada hilirisasi juga harus diimbangi dengan penguatan kapasitas industri domestik dan perlindungan lingkungan.

Dengan memastikan investasi berjalan sesuai rencana dan menjamin nilai tambah maksimal di dalam negeri, proyek ini akan menjadi salah satu pencapaian penting dalam sejarah industrialisasi Indonesia.

Keterlibatan sektor pendidikan dan riset dalam mendukung proyek hilirisasi akan menjadi krusial. Inovasi dan teknologi dari dalam negeri harus diberi tempat yang utama dalam proyek ini.

Kebijakan ini berpotensi besar memperkuat daya saing nasional dan menciptakan jutaan lapangan kerja berkualitas tinggi. Oleh karena itu, partisipasi aktif seluruh elemen bangsa sangat diperlukan untuk mewujudkan visi besar ini.(*)


 

Tags: BateraienergihilirisasiinvestasinikelPrabowo
Post Sebelumnya

Tempat Mangkrak Jakarta Disulap Jadi Taman

Post Selanjutnya

Jawa Barat Tawarkan 10 Proyek Investasi Triliunan

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Jawa Barat Tawarkan 10 Proyek Investasi Triliunan

Jawa Barat Tawarkan 10 Proyek Investasi Triliunan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.