EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Kemendes dan PKP Segera Teken MoU Perumahan

Sumber dok kemendesa.go.id

Kemendes dan PKP Segera Teken MoU Perumahan

Kemendes PDT dan Kementerian PKP sepakat mempercepat program renovasi dan pembangunan rumah di desa melalui dana desa, KUR perumahan, dan subsidi rumah untuk memperkuat pemerataan pembangunan serta mengatasi kemiskinan di pedesaan.

Agus DJ oleh Agus DJ
23 Juli 2025
Kategori EKOBIS, INFRASTRUKTUR, PROPERTI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Wakil Menteri Ariza Patria menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Operational Room, Kamis, 17 Juli 2025.

Pertemuan itu membahas program strategis pembangunan rumah di desa. Mendes Yandri menegaskan bahwa Kemendes PDT telah menyiapkan anggaran renovasi rumah bagi keluarga miskin ekstrem melalui Dana Desa.

“Kami bersama Menteri PKP akan lakukan kesepakatan untuk lakukan percepatan pembangunan perumahan di desa, baik menggunakan dana desa atau sumber-sumber lain,” kata Mendes Yandri dalam pertemuan tersebut.

Ia meminta seluruh jajaran Kemendes PDT untuk melakukan pendataan menyeluruh agar bantuan rumah benar-benar menyasar yang membutuhkan. Data yang akurat dinilai penting untuk ketepatan sasaran program.

Mendes Yandri menyambut baik kolaborasi dengan Kementerian PKP. Ia menyebut masalah perumahan masih menjadi tantangan besar di 75.256 desa di Indonesia.

Berita Menarik Pilihan

IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Sinyal Koreksi Masih Mengintai Pasar

Ironi Lumbung Industri: Jawa Barat Juara Dua Pengangguran Nasional, Tempel Ketat Papua

Kolaborasi Diperkuat Lewat MoU

Kolaborasi akan ditindaklanjuti melalui Nota Kesepahaman (MoU) yang menjelaskan peran dan tanggung jawab masing-masing kementerian secara rinci. Program ini diarahkan untuk mempercepat pemerataan pembangunan.

“Intinya kita ingin mewujudkan Asta Cita ke Enam Presiden Prabowo Subianto yang membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, dimana kemiskinan ini ada banyak di desa,” ucap Yandri.

Ia juga berharap MoU bisa segera ditandatangani agar implementasi program bisa dimulai dalam waktu dekat. Target awal akan difokuskan pada desa dengan jumlah keluarga miskin ekstrem tertinggi.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Kemendes PDT. Ia mengaku siap untuk bekerja sama menjalankan Program 3 Juta Rumah yang tengah disiapkan kementeriannya.

Ara meminta agar Kemendes PDT menyampaikan data lengkap terkait rumah yang telah direnovasi dan yang masih membutuhkan intervensi.

Dana Rp130 Triliun Disiapkan

Maruarar menjelaskan bahwa Kementerian PKP memiliki skema pemanfaatan KUR Perumahan. Skema ini dapat digunakan untuk membangun desa melalui pengembang lokal, termasuk ekosistem penunjang seperti toko material dan jasa angkut.

“Kita juga bantu bagaimana program di desa, mana di desa-desa itu yang bisa masuk kriteria bisa memanfaatkan KUR (kredit usaha rakyat) Perumahan,” kata Menteri Ara.

Ia menyebut bahwa saat ini terdapat dana sebesar Rp130 triliun dari Danantara. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung sektor perumahan, terutama melalui KUR perumahan.

Skema ini menurutnya bisa mendorong tumbuhnya kelas menengah baru di desa karena memberi ruang bagi pengembang kecil menikmati subsidi bunga.

Ara juga mendorong Kemendes PDT untuk mensosialisasikan bahwa BPHTB dan PBG digratiskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Langkah ini dianggap mampu mempercepat legalitas pembangunan rumah.

Kuota Rumah Subsidi Ditingkatkan

Selain itu, Kementerian PKP telah menyediakan kuota rumah subsidi sebesar 350.000 unit. Ara menegaskan kuota ini bisa diarahkan untuk menjawab kebutuhan rumah di wilayah pedesaan.

Ia juga menjelaskan bahwa program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) masih berjalan dan menjadi pelengkap dari program renovasi rumah berbasis Dana Desa.

Dalam pertemuan ini, sejumlah pejabat tinggi Kemendes PDT turut hadir. Di antaranya Sekretaris Jenderal Taufik Madjid, Irjen Teguh, Kepala BPI Mulyadin Malik, dan para Dirjen yang terkait langsung dengan implementasi program perumahan.

Kehadiran para pejabat ini dinilai memperkuat sinergi antar-lembaga dalam melaksanakan kebijakan secara teknis. Mereka juga membahas sinkronisasi data dan kesiapan pelaksanaan di lapangan.

Pertemuan berlangsung selama hampir dua jam dan ditutup dengan kesepahaman untuk menyusun rencana kerja bersama.

Pertemuan antara Mendes PDT Yandri Susanto dan Menteri PKP Maruarar Sirait pada 17 Juli 2025 menandai langkah konkret pemerintah dalam menyelesaikan persoalan perumahan desa. Dengan 25.000 rumah telah direnovasi dan dukungan dari Dana Desa, kolaborasi ini akan diperkuat lewat MoU.

Kementerian PKP menyediakan dukungan tambahan berupa dana Rp130 triliun untuk KUR Perumahan serta kuota rumah subsidi sebesar 350.000 unit. Ini memberikan peluang besar bagi pengembang kecil dan ekosistem ekonomi lokal di desa.

Upaya bersama ini bertujuan mewujudkan Asta Cita ke Enam Presiden Prabowo Subianto dalam pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan dari desa. Program ini akan dilanjutkan melalui penyusunan data teknis, sosialisasi, dan penguatan anggaran.(*)

Tags: 350 ribu rumah subsidi.Asta CitaDana desaKemendesKemnaker PKPKUR perumahanMaruarar Siraitmasyarakat desaMendes PDTMoU perumahanpembangunan pedesaanPresiden Prabowoprogram 3 juta rumahrenovasi rumahrumah desasubsidi rumahYandri Susanto
Post Sebelumnya

Koperasi Desa Bentangan Disiapkan Jadi Percontohan Nasional

Post Selanjutnya

Gunungkidul Pimpin Program GENTING Cegah Stunting

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Jumat (6/2).

IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Sinyal Koreksi Masih Mengintai Pasar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Level penopang terdekat diperkirakan berada di 7.854 dan 7.654, sementara batas atas pergerakan harian berada di rentang 8.181 hingga 8.318.

BPS mencatat masih ada 7,35 juta orang pengangguran di Indonesia hingga November 2025.

Ironi Lumbung Industri: Jawa Barat Juara Dua Pengangguran Nasional, Tempel Ketat Papua

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Jawa Barat menyusul di posisi kedua dengan 6,66 persen, diikuti Banten, Papua Barat Daya, dan Kepulauan Riau. Sejumlah provinsi lain...

Ilustrasi. Foto: klampok.id

Target Ambisius Koperasi Desa Merah Putih: Baru Rampung 680 Unit, Kejar 29 Ribu di Bulan April

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menekankan bahwa ketersediaan lahan menjadi faktor kunci kelancaran proyek di daerah. Selama lahan siap digunakan, proses konstruksi dapat berjalan...

Gedung Direktorat Jenderal Pajak di tengah pusaran penyidikan dugaan pidana pajak tiga perusahaan afiliasi di Banten. Publik mendesak transparansi penuh guna memastikan tidak ada keterlibatan oknum internal dalam skandal yang merugikan negara lebih dari Rp500 miliar ini, berkaca pada kasus-kasus OTT KPK yang pernah menjerat pejabat pajak di masa lalu. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, menyatakan bahwa penyidikan dilakukan berdasarkan temuan awal yang menunjukkan adanya pola sistematis...

Post Selanjutnya
Gunungkidul Pimpin Program GENTING Cegah Stunting

Gunungkidul Pimpin Program GENTING Cegah Stunting

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.