Jakarta, EKOIN.CO – Upaya pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas kembali menjadi perhatian pemerintah pusat. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, meninjau kawasan Arboretum Sumber Brantas di Desa Sumberbrantas, Kota Batu, pada Kamis, 25 Juli 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Hanif melakukan aksi simbolis berupa penanaman pohon dan meminum langsung air dari mata air Sumberbrantas. Tindakan itu sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan sumber daya air nasional.
Ia menekankan pentingnya menjaga kawasan hulu sebagai sumber utama air bersih bagi masyarakat. Kawasan tersebut menjadi titik nol dari Sungai Brantas yang mengalir ke berbagai daerah di Jawa Timur.
“Kawasan hulu harus tetap dijaga kelestariannya, aliran sungai harus dibersihkan, dan sungai harus kembali menjadi sumber utama air bersih untuk masyarakat,” ujar Menteri Hanif saat memberikan pernyataan di lokasi.
Menurutnya, masyarakat tidak bisa selamanya bergantung pada air tanah. “Di Sumberbrantas inilah sumber utama air kita, yang mengalir dari Batu hingga Surabaya,” imbuhnya.
Dukungan PJT I dan Penanaman Pohon
Kunjungan tersebut disambut oleh Perum Jasa Tirta I (PJT I), selaku pengelola Arboretum Sumber Brantas dan pemegang mandat pengelolaan Sungai Brantas. Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, mengapresiasi kehadiran Menteri LHK.
“Sumber Brantas adalah titik awal kehidupan bagi masyarakat Jawa Timur. Menjaga hulunya berarti menjaga seluruh sistem yang bergantung padanya—air minum, irigasi pertanian, dan pembangkit listrik,” jelas Fahmi.
Sebanyak 100 bibit pohon ditanam untuk memperkuat struktur tanah serta menambah tutupan vegetasi di kawasan tersebut. Langkah ini juga mendukung fungsi arboretum sebagai daerah tangkapan air dan hutan konservasi.
Arboretum Sumber Brantas menjadi rumah bagi lebih dari 200 spesies flora dan fauna, menjadikannya ekosistem penting dalam pelestarian keanekaragaman hayati di hulu Sungai Brantas.
PJT I secara konsisten mengimplementasikan program konservasi dan rehabilitasi wilayah hulu, seperti pembangunan sumur resapan, penanaman vegetasi, serta perlindungan mata air.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Hulu Brantas
“Kami percaya bahwa konservasi sumber daya air tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” tegas Fahmi Hidayat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Batu, Nurochman, Direktur Human Capital PT PLN Nusantara Power, Tubagus Ari Wibawa Mukti, serta sejumlah pejabat Kementerian LHK dan mitra konservasi lainnya.
PJT I sebagai BUMN yang bertanggung jawab mengelola sumber daya air di wilayah Sungai Brantas, Bengawan Solo, dan beberapa DAS strategis, menyatakan komitmennya terhadap pendekatan konservasi berbasis kolaborasi.
Dengan cakupan aliran sungai yang melintasi 17 kabupaten/kota di Jawa Timur dan melayani lebih dari 20 juta penduduk, DAS Brantas menjadi tulang punggung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Upaya perlindungan hulu Brantas ini diharapkan terus menyebar dan menjadi inspirasi bagi sektor lain dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Kunjungan Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq ke Arboretum Sumber Brantas menjadi momen penting dalam kampanye perlindungan sumber daya air. Penanaman pohon dan minum langsung dari sumber mata air memperkuat pesan kepedulian lingkungan yang nyata dan terukur.
Perum Jasa Tirta I menunjukkan keseriusan dalam menjaga kelestarian kawasan hulu melalui program-program konservasi dan sinergi dengan berbagai pihak. Kerja kolaboratif ini menjadi langkah strategis menjaga keberlanjutan aliran Sungai Brantas dari hulu hingga hilir.
Langkah nyata yang ditunjukkan pemerintah pusat, perusahaan negara, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi contoh kolaborasi lingkungan yang dapat dijadikan model nasional dalam perlindungan daerah aliran sungai di Indonesia.(*)





