EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Jepang Suntik Dana Rp1,6 Triliun untuk Riset ASEAN

Sumber dok brin.go.id

Jepang Suntik Dana Rp1,6 Triliun untuk Riset ASEAN

Jepang mengalokasikan dana lebih dari Rp 1,6 triliun untuk mendukung riset kolaboratif dan pertukaran ilmuwan di Asia Tenggara melalui program NEXUS, serta membuka akses riset unggulan bagi ilmuwan ASEAN.

Agus DJ oleh Agus DJ
27 Juli 2025
Kategori EDUKASI, EKOBIS, EKONOMI, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kolaborasi riset antara Jepang dan negara-negara ASEAN terus diperkuat melalui inisiatif terbaru Pemerintah Jepang. Hal ini disampaikan Toshihide Fukui, Deputy Director-General Science and Technology, Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology, Japan, dalam Konferensi The 9th Science and Technology in Society (STS) Forum ASEAN-Japan, Kamis (24/7), di Gedung B.J. Habibie, Jakarta.

Dalam pidatonya, Fukui menekankan bahwa kerja sama internasional di bidang sains dan teknologi kini menjadi kebutuhan di tengah krisis global yang semakin kompleks. Menurutnya, tidak ada negara yang bisa menyelesaikan tantangannya sendiri tanpa kerja sama lintas batas.

Fukui mengungkapkan bahwa Jepang telah meluncurkan program Networking Exchange United to Serve (NEXUS) sejak tahun 2023. Program ini didesain untuk memperkuat kolaborasi riset dan pertukaran talenta dengan negara-negara ASEAN melalui alokasi dana sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun.

Tak hanya itu, Pemerintah Jepang juga telah menyiapkan dana tambahan sebesar USD 23 juta dalam tiga tahun ke depan. Dana ini akan difokuskan pada penguatan fasilitas riset bersama dan membuka akses ke pusat penelitian unggulan Jepang seperti Spring-8 dan J-PARC.

Fukui menegaskan bahwa ASEAN dan Jepang memiliki potensi untuk menjadi pusat riset global. “Kerja sama internasional dalam bidang sains dan teknologi bukan lagi pilihan, tapi sebuah kebutuhan terutama di tengah krisis global yang kompleks,” ujarnya.

Berita Menarik Pilihan

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Program Riset NEXUS dan Mobilitas Ilmuwan

Pernyataan Fukui turut diamini oleh Atsushi Arakawa dari Japan Science and Technology Agency (JST). Ia menjelaskan bahwa NEXUS lahir sebagai bagian dari peringatan 50 tahun hubungan ASEAN-Jepang dan telah mendorong kolaborasi riset lintas negara.

Beberapa fokus kolaborasi strategis yang sudah berjalan mencakup teknologi hijau dengan Thailand dan Malaysia, semikonduktor dengan Vietnam, pertanian pintar dan keamanan air dengan Kenya, serta produksi pangan bersama Indonesia.

Arakawa juga menyoroti pentingnya pertukaran peneliti. Melalui program Sakura Science dan Wartec, Jepang telah memfasilitasi ribuan pelajar dan ilmuwan ASEAN untuk belajar di Jepang. Kini giliran peneliti Jepang yang digerakkan untuk terjun ke Asia Tenggara.

Program Wartec menjadi bentuk lanjutan dari Sakura Science. Fokusnya bukan hanya pada kunjungan singkat, namun pengembangan kapasitas ilmuwan dalam jangka panjang melalui pertukaran dua arah yang setara dan berkelanjutan.

“Wartec adalah bentuk lanjutan dari Sakura Science, dengan fokus pada pengembangan kapasitas jangka panjang yang lebih berdampak,” ujar Arakawa saat menyampaikan paparannya di forum.

Penguatan Ekosistem Riset Inklusif

R. Arthur Ario Lelono, Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN, yang bertindak sebagai moderator forum, menyatakan bahwa penguatan riset kawasan harus bersifat inklusif dan menjawab persoalan nyata masyarakat.

Arthur menekankan pentingnya mobilitas peneliti dalam ekosistem inovasi. Mobilitas bukan sekadar pertukaran individu, tetapi menjadi jembatan penghubung antar budaya ilmiah dan akses terhadap teknologi serta fasilitas global.

Konferensi STS Forum ASEAN-Japan ke-9 ini dihadiri perwakilan dari berbagai lembaga riset dan universitas se-Asia Tenggara. Forum ini menjadi ajang untuk menyamakan visi, serta menyiapkan rencana tindak lanjut antar institusi.

Menurut Arthur, infrastruktur dan pendanaan menjadi aspek krusial untuk memfasilitasi kolaborasi nyata. Ia menyebut bahwa dukungan finansial seperti dari NEXUS adalah pendorong utama untuk mewujudkan inovasi jangka panjang di kawasan.

“Pendanaan adalah tulang punggung inovasi, dan mobilitas peneliti adalah penggerak pertukaran pengetahuan,” tutup Arthur.

Forum STS ASEAN-Japan ke-9 menandai komitmen berkelanjutan antara Jepang dan ASEAN dalam memperkuat kerja sama riset ilmiah. Jepang, melalui program NEXUS dan Wartec, mendorong kolaborasi dua arah yang mendukung pertukaran pengetahuan dan inovasi di kawasan.

Dengan dukungan finansial hingga Rp 1,6 triliun dan pembukaan akses ke fasilitas riset unggulan, kerja sama ini berpotensi menjadikan kawasan ASEAN-Japan sebagai episentrum ilmu pengetahuan dunia. Fokus pada mobilitas dan keberlanjutan jadi kunci utama.

Pernyataan Fukui dan Arakawa menunjukkan bahwa sinergi kawasan dapat menjawab tantangan global. Dalam situasi dunia yang kian kompleks, kepercayaan dan kolaborasi menjadi landasan penting untuk membangun masa depan bersama.(*)

Tags: ASEANAtsushi ArakawaBRINekosistem ilmiahinovasiJ-PARCJepangkerja sama internasionalmobilitas ilmuwanNEXUSpendanaan risetpertukaran pengetahuanproduksi panganriset kolaboratifSakura ScienceSpring-8STS Forumteknologi hijauToshihide FukuiWartec
Post Sebelumnya

Hari Ke-5 TMMD 125 Kodim 1506/Namlea: Pembangunan Sumur Bor dan Tandon Air Bersih di Desa Kamanglale Mulai Menunjukkan Hasil

Post Selanjutnya

Manajemen Strategis Riset Nuklir untuk Ketahanan Pangan

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

Post Selanjutnya
Manajemen Strategis Riset Nuklir untuk Ketahanan Pangan

Manajemen Strategis Riset Nuklir untuk Ketahanan Pangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.