EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
SBY Ungkap 24 Juta Warga Masih Miskin  Ketimpangan Sosial Global dan Nasional

SBY Ungkap 24 Juta Warga Masih Miskin Ketimpangan Sosial Global dan Nasional

SBY ungkap 24 juta warga Indonesia masih miskin. Ketimpangan sosial bisa picu konflik antarkelas

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
31 Juli 2025
Kategori PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta Selatan EKOIN.CO – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyoroti kondisi kemiskinan global dan nasional dalam pidatonya yang bertajuk “World Disorder and The Future of Our Civilization” di Menara Bank Mega, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 30 Juli 2025. Ia menekankan bahwa sebanyak 24 juta warga Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Dalam pidato tersebut, SBY menyebut bahwa kemiskinan bukan hanya permasalahan sosial dan ekonomi, tetapi sudah menjadi krisis keadilan global. “Dan jika di Indonesia sekitar 24 juta orang hidup dalam kemiskinan, ini bukan sekadar tantangan sosial-ekonomi, ini adalah krisis keadilan global,” ujar SBY.

Lebih lanjut, SBY juga menyoroti kondisi di tingkat regional dan global. Menurutnya, di kawasan Asia Tenggara tercatat sebanyak 88,3 juta orang hidup dalam kemiskinan. Sedangkan secara global, angka orang yang mengalami kelaparan mencapai 838 juta jiwa.

Ketimpangan Sosial dan Ancaman Konflik Kelas

SBY menegaskan bahwa ketimpangan sosial-ekonomi menjadi faktor utama penyebab kemiskinan. Ia menilai ketimpangan ini jika terus dibiarkan dapat memicu berbagai bentuk instabilitas sosial. “Jika ketimpangan ini dibiarkan, maka akan memicu instabilitas sosial, ekstremisme, bahkan konflik antarkelas,” jelasnya.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Ia memberikan contoh mengenai pola konsumsi golongan kaya dunia yang menurutnya sangat timpang. Para hartawan menghabiskan dana sangat besar untuk proyek ambisius seperti misi ke luar angkasa, sementara sebagian besar penduduk dunia masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Dalam pandangan SBY, ketimpangan tersebut bukan hanya persoalan ekonomi semata, melainkan mencerminkan ketidakadilan sistemik yang bisa merusak tatanan sosial global. Ia menegaskan perlunya kesadaran kolektif untuk mengatasi jurang pemisah antara golongan kaya dan miskin.

Solusi Ekonomi Inklusif dan Pajak Berkeadilan

SBY menawarkan sejumlah solusi untuk mengatasi persoalan ketimpangan dan kemiskinan tersebut. Menurutnya, sistem ekonomi inklusif harus menjadi prioritas. Selain itu, sistem pajak yang adil dan merata, serta peningkatan akses pendidikan dan digitalisasi bagi seluruh lapisan masyarakat, menjadi kunci menuju keseimbangan sosial.

“Kita dapat merenungkan gagasan Sun Yat Sen, bahwa mungkin sudah saatnya kita mencari jalan tengah dalam sistem ekonomi dunia agar daya cipta kapitalisme juga mengangkat keadilan sosial,” kata SBY dalam pidatonya.

Ia menyatakan bahwa dengan kebijakan yang tepat, Indonesia bisa mengubah tantangan kemiskinan menjadi kekuatan nasional. Hal ini hanya bisa dicapai jika semua pihak bekerja sama dan mengedepankan keadilan dalam pembangunan.

SBY menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan akan memperkuat stabilitas nasional. Dia menekankan pentingnya peran negara dalam menciptakan sistem yang mendukung kemajuan masyarakat miskin.

Data Kemiskinan dari BPS Terbaru

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan angka kemiskinan di Indonesia pada Maret 2025. Berdasarkan data resmi, tingkat kemiskinan turun menjadi 8,47 persen, atau sekitar 23,85 juta jiwa. Angka ini mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.

BPS juga melaporkan bahwa rata-rata garis kemiskinan nasional pada Maret 2025 berada pada angka Rp 609.160 per kapita per bulan. Angka ini digunakan sebagai acuan untuk menentukan status kemiskinan di tingkat nasional.

Meski mencatat adanya penurunan, BPS menekankan bahwa tantangan utama masih tetap pada ketimpangan distribusi pendapatan dan akses ekonomi. BPS menyebut perlunya pendekatan kebijakan yang fokus pada pemerataan dan penguatan sektor informal.

Dengan demikian, meski angka statistik mengalami perbaikan, SBY mengingatkan pentingnya fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat miskin. Ia menilai bahwa ukuran kemiskinan tidak hanya dilihat dari data ekonomi, melainkan juga dari keadilan sosial dan akses terhadap kebutuhan dasar.

Pidato SBY tersebut mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, mengingat masih tingginya angka kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di Indonesia maupun dunia. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, baik nasional maupun internasional, bersinergi mencari solusi.

SBY menutup pidatonya dengan ajakan moral kepada masyarakat dunia untuk lebih peduli terhadap kemanusiaan. Ia menekankan pentingnya solidaritas global di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik internasional.

Dalam konteks tersebut, ia menyebut krisis kemiskinan sebagai tantangan terbesar umat manusia yang harus diatasi dengan semangat kolaborasi dan keadilan. Ia mengajak para pemimpin dunia untuk bertindak nyata, bukan sekadar menyusun agenda global.

dari pidato SBY menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan tidak bisa dilepaskan dari struktur global yang timpang. Ia menegaskan perlunya reformasi sistem internasional agar lebih inklusif dan berkeadilan.

Penting untuk menyadari bahwa masalah kemiskinan tidak hanya menyangkut angka statistik, tetapi juga menyangkut harkat dan martabat manusia. Oleh karena itu, kebijakan ekonomi tidak boleh hanya fokus pada pertumbuhan, melainkan harus berdampak langsung pada pengurangan kesenjangan.

Langkah strategis yang harus diambil antara lain adalah memperkuat sistem perlindungan sosial, memberdayakan ekonomi rakyat, dan memperluas akses pendidikan dan kesehatan secara merata. Hal ini sejalan dengan solusi yang diajukan oleh SBY dalam pidatonya.

Selain itu, sistem pajak yang adil harus menjadi pilar dalam upaya menyeimbangkan pendapatan antar kelompok masyarakat. Pajak harus digunakan secara efektif untuk mendanai program-program yang menyentuh masyarakat miskin.

Akhirnya, SBY mengajak semua pihak untuk menciptakan tatanan sosial yang harmonis dan berkeadilan, di mana tidak ada lagi orang yang tertinggal karena kemiskinan atau ketimpangan. Keadilan sosial menjadi fondasi utama dari masa depan peradaban yang lebih baik. (*)


 

Tags: BPSekonomi inklusif.keadilan pajakkemiskinanketimpanganSBY
Post Sebelumnya

Pencipta ChatGPT Ungkap Ancaman Keamanan Mbanking Sam Altman: AI Bisa Bobol Autentikasi Suara

Post Selanjutnya

Warga IKN Wajib Izin OIKN Bila Jual Tanah Dan Terbatas

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Warga IKN Wajib Izin OIKN Bila Jual Tanah  Dan Terbatas

Warga IKN Wajib Izin OIKN Bila Jual Tanah Dan Terbatas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.