EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
Indonesia Resmi Gabung BRICS, Ini Dampaknya

Indonesia Resmi Gabung BRICS, Ini Dampaknya

Bara JP menilai Indonesia harus menjaga politik bebas aktif. Keanggotaan BRICS harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
31 Juli 2025
Kategori PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Indonesia secara resmi menjadi anggota BRICS pada awal tahun 2025, menandai langkah strategis dan berani dalam kancah geopolitik global. Bergabungnya Indonesia dengan aliansi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab tersebut dianggap sebagai cerminan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, sesuai dengan prinsip yang selama ini dijunjung tinggi.

Langkah ini diapresiasi oleh Bara JP, sebuah organisasi masyarakat sipil yang aktif mengamati kebijakan nasional dan global. Menurut Bara JP, keputusan pemerintahan Prabowo-Gibran untuk masuk ke dalam BRICS merupakan sikap strategis yang dapat memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika multipolar dunia. Sebagai tindak lanjut, Bara JP menyusun beberapa catatan penting yang mencakup potensi manfaat dan tantangan atas keanggotaan ini.

Dalam catatannya, Bara JP menekankan bahwa keanggotaan di BRICS akan memperbesar peran geopolitik Indonesia secara signifikan. Melalui forum ini, Indonesia diharapkan dapat memperluas pengaruhnya dalam pengambilan keputusan global dan mengurangi ketergantungan terhadap negara-negara Barat dan lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia.

Penguatan Ekonomi dan Akses Pendanaan Alternatif

Selain dimensi geopolitik, BRICS juga memberikan peluang besar dalam bidang ekonomi. Saat ini, BRICS menyumbang sekitar 37% Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dan mencakup hampir setengah populasi global. Data pada tahun 2023 menunjukkan bahwa aliansi ini berkontribusi 24,2% terhadap ekspor dunia dan 19,4% pada sisi impor, menjadikannya kekuatan ekonomi besar yang terus berkembang.

Salah satu keuntungan konkret bagi Indonesia adalah akses ke New Development Bank (NDB), lembaga keuangan BRICS yang bisa menjadi alternatif pembiayaan proyek-proyek infrastruktur nasional. Ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia dalam membiayai proyek pembangunan berkelanjutan tanpa terlalu bergantung pada lembaga keuangan Barat.

Berita Menarik Pilihan

Menggelegar Suara Prabowo di Depan Ulama, Kutip Surat Ar Ra’d Ayat 11 untuk Babat Koruptor

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Selain itu, keanggotaan di BRICS membuka akses pasar ke negara-negara anggotanya yang memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi, seperti India dan Tiongkok. Potensi ini diharapkan mendongkrak volume perdagangan dan investasi, yang pada akhirnya memberikan dorongan signifikan terhadap perekonomian domestik.

Namun demikian, Bara JP mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang harus diantisipasi. Salah satu risiko utama adalah kemungkinan friksi dengan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang, yang selama ini menjadi mitra dagang utama Indonesia. Pemerintah Indonesia diminta tetap menjaga keseimbangan agar tidak terjebak dalam rivalitas blok.

Risiko Geopolitik dan Dinamika Internal BRICS

Perbedaan sistem politik antar anggota BRICS juga menjadi tantangan tersendiri. Indonesia sebagai negara demokrasi harus mampu menjaga prinsip-prinsip politiknya di tengah keanggotaan BRICS, di mana beberapa negara anggotanya seperti Rusia, Tiongkok, dan Iran memiliki sistem pemerintahan sentralistik.

Selain itu, keragaman kepentingan ekonomi antar negara BRICS bisa menyulitkan dalam mencapai kesepakatan bersama. Saat ini, BRICS belum menunjukkan efektivitas setingkat G7 atau OECD dalam mengimplementasikan kebijakan bersama yang nyata, khususnya dalam hal integrasi ekonomi dan penurunan hambatan perdagangan.

Menurut Bara JP, beban diplomatik dan komitmen kontribusi keuangan yang dituntut dari negara anggota juga harus dipertimbangkan dengan matang. Indonesia harus menyiapkan sumber daya yang cukup agar dapat aktif berperan dalam agenda BRICS secara optimal, tanpa mengorbankan komitmen dalam forum internasional lainnya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Bara JP menyarankan pemerintah Indonesia mendorong BRICS agar melakukan kerja sama konkret dalam bidang perdagangan. Tujuannya agar BRICS dapat berkembang menjadi blok perdagangan yang memberikan manfaat nyata, termasuk pengurangan hambatan tarif dan non-tarif yang selama ini menjadi kendala ekspor Indonesia.

Dalam jangka menengah dan panjang, kerja sama di bidang sumber daya manusia, seperti pendidikan dan riset, serta keamanan dan investasi, diharapkan dapat menjadi agenda prioritas. Hal ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global dan mempercepat pembangunan nasional.

Bara JP juga menegaskan pentingnya Indonesia tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara Barat. Dengan tetap bersikap bebas aktif, Indonesia diharapkan tidak terjebak dalam polarisasi geopolitik dan tetap mendapatkan perlakuan adil dalam hubungan bilateral maupun multilateral.

Keikutsertaan dalam BRICS harus dilihat sebagai peluang strategis, bukan semata-mata sebagai bagian dari aliansi baru. Pemerintah diminta menjaga agar kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama, di atas kepentingan politik atau ekonomi jangka pendek.

langkah Indonesia bergabung dengan BRICS merupakan pilihan strategis yang membawa peluang dan tantangan sekaligus. Dalam dinamika global yang terus berubah, langkah ini menunjukkan komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional Indonesia.

Agar manfaat dari keanggotaan BRICS bisa maksimal, pemerintah perlu terus memperkuat diplomasi ekonomi dan mendorong implementasi kerja sama konkret. Selain itu, partisipasi aktif di forum internasional lainnya harus tetap dipertahankan untuk menjaga keseimbangan dan memperluas peluang kerja sama.

Keseimbangan politik luar negeri yang bebas aktif harus menjadi fondasi dalam setiap langkah diplomatik. Oleh karena itu, dialog dengan mitra Barat tetap harus dijaga, dengan tetap mengedepankan kedaulatan dan kepentingan nasional.

Pemerintah diharapkan membuka ruang partisipasi publik dan melibatkan pemangku kepentingan domestik dalam menyusun strategi BRICS. Ini penting agar setiap kebijakan yang diambil memiliki legitimasi dan dukungan kuat dari masyarakat.

Akhirnya, keberhasilan Indonesia dalam BRICS akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam mengelola potensi dan risiko dengan bijak, serta menjaga kesinambungan kepentingan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: Bara JPbricsekonomi globalgeopolitikindonesiaPrabowo
Post Sebelumnya

Pajak Avanza RI 5 Juta Rupiah, Malaysia 500 Ribu Rupiah Mobil Dianggap Barang Mewah, Harga Kian Melambung

Post Selanjutnya

Senat AS Tolak Hentikan Penjualan Senjata Israel

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Menggelegar Suara Prabowo di Depan Ulama, Kutip Surat Ar Ra’d Ayat 11 untuk Babat Koruptor

Menggelegar Suara Prabowo di Depan Ulama, Kutip Surat Ar Ra’d Ayat 11 untuk Babat Koruptor

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pengarahan Presiden Prabowo Subianto saat pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) berapi-api. Dia menegaskan komitmennya terus maju...

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Post Selanjutnya
Senat AS Tolak Hentikan Penjualan Senjata Israel

Senat AS Tolak Hentikan Penjualan Senjata Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.