JAKARTA, EKOIN.CO – Indonesia secara resmi menjadi anggota BRICS pada awal tahun 2025, menandai langkah strategis dan berani dalam kancah geopolitik global. Bergabungnya Indonesia dengan aliansi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab tersebut dianggap sebagai cerminan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, sesuai dengan prinsip yang selama ini dijunjung tinggi.
Langkah ini diapresiasi oleh Bara JP, sebuah organisasi masyarakat sipil yang aktif mengamati kebijakan nasional dan global. Menurut Bara JP, keputusan pemerintahan Prabowo-Gibran untuk masuk ke dalam BRICS merupakan sikap strategis yang dapat memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika multipolar dunia. Sebagai tindak lanjut, Bara JP menyusun beberapa catatan penting yang mencakup potensi manfaat dan tantangan atas keanggotaan ini.
Dalam catatannya, Bara JP menekankan bahwa keanggotaan di BRICS akan memperbesar peran geopolitik Indonesia secara signifikan. Melalui forum ini, Indonesia diharapkan dapat memperluas pengaruhnya dalam pengambilan keputusan global dan mengurangi ketergantungan terhadap negara-negara Barat dan lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia.
Penguatan Ekonomi dan Akses Pendanaan Alternatif
Selain dimensi geopolitik, BRICS juga memberikan peluang besar dalam bidang ekonomi. Saat ini, BRICS menyumbang sekitar 37% Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dan mencakup hampir setengah populasi global. Data pada tahun 2023 menunjukkan bahwa aliansi ini berkontribusi 24,2% terhadap ekspor dunia dan 19,4% pada sisi impor, menjadikannya kekuatan ekonomi besar yang terus berkembang.
Salah satu keuntungan konkret bagi Indonesia adalah akses ke New Development Bank (NDB), lembaga keuangan BRICS yang bisa menjadi alternatif pembiayaan proyek-proyek infrastruktur nasional. Ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia dalam membiayai proyek pembangunan berkelanjutan tanpa terlalu bergantung pada lembaga keuangan Barat.
Selain itu, keanggotaan di BRICS membuka akses pasar ke negara-negara anggotanya yang memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi, seperti India dan Tiongkok. Potensi ini diharapkan mendongkrak volume perdagangan dan investasi, yang pada akhirnya memberikan dorongan signifikan terhadap perekonomian domestik.
Namun demikian, Bara JP mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang harus diantisipasi. Salah satu risiko utama adalah kemungkinan friksi dengan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang, yang selama ini menjadi mitra dagang utama Indonesia. Pemerintah Indonesia diminta tetap menjaga keseimbangan agar tidak terjebak dalam rivalitas blok.
Risiko Geopolitik dan Dinamika Internal BRICS
Perbedaan sistem politik antar anggota BRICS juga menjadi tantangan tersendiri. Indonesia sebagai negara demokrasi harus mampu menjaga prinsip-prinsip politiknya di tengah keanggotaan BRICS, di mana beberapa negara anggotanya seperti Rusia, Tiongkok, dan Iran memiliki sistem pemerintahan sentralistik.
Selain itu, keragaman kepentingan ekonomi antar negara BRICS bisa menyulitkan dalam mencapai kesepakatan bersama. Saat ini, BRICS belum menunjukkan efektivitas setingkat G7 atau OECD dalam mengimplementasikan kebijakan bersama yang nyata, khususnya dalam hal integrasi ekonomi dan penurunan hambatan perdagangan.
Menurut Bara JP, beban diplomatik dan komitmen kontribusi keuangan yang dituntut dari negara anggota juga harus dipertimbangkan dengan matang. Indonesia harus menyiapkan sumber daya yang cukup agar dapat aktif berperan dalam agenda BRICS secara optimal, tanpa mengorbankan komitmen dalam forum internasional lainnya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Bara JP menyarankan pemerintah Indonesia mendorong BRICS agar melakukan kerja sama konkret dalam bidang perdagangan. Tujuannya agar BRICS dapat berkembang menjadi blok perdagangan yang memberikan manfaat nyata, termasuk pengurangan hambatan tarif dan non-tarif yang selama ini menjadi kendala ekspor Indonesia.
Dalam jangka menengah dan panjang, kerja sama di bidang sumber daya manusia, seperti pendidikan dan riset, serta keamanan dan investasi, diharapkan dapat menjadi agenda prioritas. Hal ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global dan mempercepat pembangunan nasional.
Bara JP juga menegaskan pentingnya Indonesia tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara Barat. Dengan tetap bersikap bebas aktif, Indonesia diharapkan tidak terjebak dalam polarisasi geopolitik dan tetap mendapatkan perlakuan adil dalam hubungan bilateral maupun multilateral.
Keikutsertaan dalam BRICS harus dilihat sebagai peluang strategis, bukan semata-mata sebagai bagian dari aliansi baru. Pemerintah diminta menjaga agar kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama, di atas kepentingan politik atau ekonomi jangka pendek.
langkah Indonesia bergabung dengan BRICS merupakan pilihan strategis yang membawa peluang dan tantangan sekaligus. Dalam dinamika global yang terus berubah, langkah ini menunjukkan komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional Indonesia.
Agar manfaat dari keanggotaan BRICS bisa maksimal, pemerintah perlu terus memperkuat diplomasi ekonomi dan mendorong implementasi kerja sama konkret. Selain itu, partisipasi aktif di forum internasional lainnya harus tetap dipertahankan untuk menjaga keseimbangan dan memperluas peluang kerja sama.
Keseimbangan politik luar negeri yang bebas aktif harus menjadi fondasi dalam setiap langkah diplomatik. Oleh karena itu, dialog dengan mitra Barat tetap harus dijaga, dengan tetap mengedepankan kedaulatan dan kepentingan nasional.
Pemerintah diharapkan membuka ruang partisipasi publik dan melibatkan pemangku kepentingan domestik dalam menyusun strategi BRICS. Ini penting agar setiap kebijakan yang diambil memiliki legitimasi dan dukungan kuat dari masyarakat.
Akhirnya, keberhasilan Indonesia dalam BRICS akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam mengelola potensi dan risiko dengan bijak, serta menjaga kesinambungan kepentingan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





