EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda BERANDA
Pajak Avanza RI 5 Juta Rupiah, Malaysia 500 Ribu Rupiah  Mobil Dianggap Barang Mewah, Harga Kian Melambung

Pajak Avanza RI 5 Juta Rupiah, Malaysia 500 Ribu Rupiah Mobil Dianggap Barang Mewah, Harga Kian Melambung

Harga mobil di Indonesia naik tajam. Pajak kendaraan RI jauh di atas Malaysia.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
31 Juli 2025
Kategori BERANDA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Perbedaan tajam dalam besaran pajak kendaraan antara Indonesia dan Malaysia menjadi sorotan utama dalam Dialog Industri Otomotif Nasional di ajang GIIAS 2025 pada Kamis, 31 Juli 2025. Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, mengungkapkan bahwa pajak tahunan mobil di Indonesia mencapai angka jauh lebih tinggi dibandingkan negara tetangga, sehingga berpengaruh pada lesunya penjualan mobil dalam negeri.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Dalam pernyataannya, Kukuh menjelaskan bahwa kendaraan sejuta umat seperti Toyota Avanza, yang dirakit di Indonesia, dikenai pajak tahunan sekitar Rp 5 juta. Sedangkan di Malaysia, pajak untuk kendaraan yang sama hanya sebesar Rp 500 ribu. Perbedaan ini, menurut Kukuh, menunjukkan beban pajak kendaraan di Indonesia tergolong sangat tinggi.

“Saya diundang dalam seminar di Vietnam beberapa tahun lalu, ada delegasi AS yang bilang pajak mobil tertinggi ada di Indonesia. Belakangan kita bedah, masyarakat mau membeli kendaraan tapi harganya masih mahal,” kata Kukuh. Hal tersebut disampaikannya dalam sesi diskusi di pameran otomotif GIIAS 2025.

Mobil Masih Dikenai Pajak Barang Mewah

Salah satu faktor utama penyebab tingginya pajak kendaraan di Indonesia adalah karena mobil masih masuk kategori barang mewah. Hal ini menyebabkan kendaraan terkena Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang turut melambungkan harga jual mobil di pasar domestik.

Berita Menarik Pilihan

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

“Begitu besar pajaknya, makanya stagnan, ini yang harus kita lihat sekarang,” ujar Kukuh menambahkan. Ia juga menyoroti dampak dari kondisi ini terhadap industri otomotif nasional, termasuk rantai pasokan mulai dari tier 1 hingga tier 3 yang ikut terdampak karena melemahnya daya beli masyarakat.

Kukuh menyebut bahwa penjualan mobil di Indonesia tahun lalu hanya mencapai 865 ribu unit, sebuah penurunan signifikan yang dikhawatirkan berkelanjutan. Ia mempertanyakan keberlanjutan produksi apabila tren penurunan ini tidak segera ditangani.

“Masyarakat ingin kendaraan dengan harga terjangkau. Kalau harga terus naik tapi pendapatan masyarakat hanya naik sedikit, gap-nya makin besar,” ucap Kukuh menyoroti ketimpangan antara kenaikan harga mobil dan pertumbuhan pendapatan masyarakat.

Penjualan Mobil Asean Menurun, Malaysia Naik

Kukuh menjelaskan, meskipun Indonesia masih memimpin pasar otomotif di ASEAN, pangsa pasarnya mengalami penurunan drastis. Biasanya Indonesia menguasai lebih dari 30% pasar ASEAN, namun kini turun menjadi 25%. Sementara itu, Malaysia justru mengalami peningkatan penjualan, melampaui Thailand yang sebelumnya berada di peringkat dua.

“Thailand drop banyak ke posisi tiga dengan penjualan hanya 500 ribu unit. Lembaga global kini mulai menyoroti kondisi pasar otomotif Indonesia dan Thailand karena sama-sama mengalami penurunan,” jelas Kukuh.

Penurunan penjualan ini, menurut Kukuh, tidak hanya berdampak pada sektor industri besar, tetapi juga memengaruhi para pemasok dan pekerja di industri pendukung otomotif, sehingga berpotensi menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Selain itu, Kukuh menggarisbawahi bahwa saat harga mobil terus naik, kemampuan masyarakat untuk membeli kendaraan malah semakin melemah. Ia menyebut bahwa ada sekitar 10-15 juta orang dari kalangan menengah yang mengalami kenaikan pendapatan hanya sebesar 3%, sedangkan harga mobil naik hingga 7,5%.

“Ini harus diantisipasi. Bukan untuk memulai perang harga, tetapi untuk bersaing sehat. Siapa yang bisa memberikan fitur bagus dengan harga masuk akal, dia yang akan bertahan,” pungkas Kukuh.

Dalam konteks ini, Kukuh menekankan pentingnya reformasi kebijakan pajak kendaraan agar lebih kompetitif, terutama jika Indonesia ingin mempertahankan posisi dominan di pasar otomotif Asia Tenggara.

Ia juga mengusulkan perlunya evaluasi mendalam terkait kebijakan perpajakan mobil agar lebih berpihak pada konsumen serta industri dalam negeri. Menurutnya, insentif pajak bisa menjadi solusi strategis guna mendorong kembali pertumbuhan penjualan.

Selain mendorong penurunan PPnBM, Kukuh menilai insentif untuk kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan juga perlu diperluas. Hal ini diyakini akan memberi dampak positif dalam jangka panjang bagi industri otomotif nasional.

Dengan membandingkan kebijakan Malaysia yang lebih ringan dalam pajak kendaraan, Kukuh menilai Indonesia harus segera melakukan penyesuaian agar tidak kehilangan daya saing regional.

Ia berharap pemerintah dapat memperhatikan masukan industri serta menyusun kebijakan perpajakan otomotif yang lebih rasional dan mendukung pertumbuhan sektor ini secara berkelanjutan.

Sebagai perbedaan besar dalam pajak kendaraan antara Indonesia dan Malaysia menjadi penghambat utama pertumbuhan penjualan mobil di dalam negeri. Hal ini terbukti dari stagnasi pasar otomotif nasional yang ditandai dengan penurunan penjualan dan berkurangnya pangsa pasar regional.

Ketimpangan harga yang terjadi akibat beban pajak tinggi mengakibatkan masyarakat menengah sulit menjangkau kendaraan yang diinginkan, meskipun permintaan sebenarnya masih tinggi. Kondisi ini juga memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan industri otomotif dalam negeri.

Dampak dari lemahnya daya beli masyarakat tidak hanya berimbas pada pabrikan besar, tetapi juga menekan pemasok dan sektor pendukung lainnya yang rentan terhadap gejolak pasar. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pajak kendaraan.

Solusi kebijakan pajak yang lebih adil dan kompetitif diperlukan untuk mendorong pertumbuhan penjualan dan mempertahankan daya saing Indonesia di kancah regional. Kebijakan ini juga harus mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi industri otomotif nasional di masa mendatang. (*)

 

Tags: Gaikindoindonesiamobilotomotifpajakpenjualan
Post Sebelumnya

Eks Tentara Israel Luncurkan Teknologi AI Mirage

Post Selanjutnya

Indonesia Resmi Gabung BRICS, Ini Dampaknya

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Kemenangan 2-0 ini membawa Macan Kemayoran naik ke posisi dua klasemen sementara BRI Super League. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

oleh Danang F Pradhipta
30 Januari 2026
0

​"Kami datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kami tahu main di sini (Tangerang) selalu sulit, tapi hari ini efektivitas penyelesaian akhir...

BSI Maslahat dan IPB Perkuat Akses Pendidikan dan Sarana Keagamaan bagi Mahasiswa. Sumber dok bsimaslahat.or.id

BSI Maslahat Dukung Pendidikan Lewat Bantuan Rp6 Miliar di IPB

oleh Agus DJ
28 Januari 2026
0

Bogor, Ekoin.co - BSI Maslahat Dukung Pendidikan di Indonesia dengan melakukan kolaborasi strategis bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Institut...

Kehadiran konsep hiburan tradisional di tengah kawasan elite ini memicu perdebatan luas terkait etika ruang publik dan legalitas perizinan usaha di awal tahun 2026. (Ekoin.co/Ilustrasi/Istimewa)

PIK 2 Rasa Pantura: Ketika Kawasan Elit Jakarta Utara Tergoda ‘Servis’ Kopi Pangku

oleh Admin EKOIN.CO
23 Januari 2026
0

Di satu sisi, fenomena ini dianggap sebagai keunikan urban, namun di sisi lain, desakan untuk penertiban mulai bermunculan seiring dengan...

Post Selanjutnya
Indonesia Resmi Gabung BRICS, Ini Dampaknya

Indonesia Resmi Gabung BRICS, Ini Dampaknya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.