EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
Kunjungan Kapal Induk Prancis ke NTB  Indonesia Belum Miliki Charles de Gaulle

Kunjungan Kapal Induk Prancis ke NTB Indonesia Belum Miliki Charles de Gaulle

Kapal induk Charles de Gaulle tiba di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat pada 28 Januari 2025 membawa sekitar 1.780 awak kapal. Menhan Sjafrie dan Panglima TNI meninjau kapal itu pada 1 Februari 2025 sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
1 Agustus 2025
Kategori PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Lombok EKOIN.CO – Indonesia belum memiliki kapal induk bekas dari Prancis. Namun pada 28 Januari 2025, kapal induk nuklir Prancis Charles de Gaulle (R91) melakukan kunjungan historis ke wilayah perairan Indonesia, tepatnya di Pelabuhan Gili Mas, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB)

Kunjungan ini berlangsung dalam rangka Routine Visit sebagai bagian dari operasi CLEMENCEAU 25 dan menandai pertama kalinya kapal induk Prancis berlabuh di Indonesia

. Kapal itu membawa sekitar 1.780 awak serta dilengkapi pesawat tempur Rafale M, helikopter, dan sistem pertahanan udara mutakhir

Kedatangan Charles de Gaulle juga kebetulan bersamaan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Prancis yang dimulai sejak 4 Januari 1950. Kerja sama strategis kedua negara semula terjalin sejak tahun 2011

Komandan French Carrier Strike Group, Rear Admiral Jacques Mallard, menyampaikan bahwa kedatangan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral di sektor pertahanan dan keamanan maritim Indo‑Pasifik

Berita Menarik Pilihan

Soroti Siswa Bundir di NTT, JPPI: Kegagalan Pemerintah Melindungi Hak Anak Atas Pendidikan

Prabowo Nyatakan “Perang terhadap Sampah”: Pariwisata Terancam, Kepala Daerah Diminta Bergerak Nyata

Kedatangan kapal tersebut disambut resmi oleh pihak TNI AD dan pejabat Forkopimda NTB. Kepala Staf Korem 162/Wira Bhakti, Kolonel Infanteri Wirawan Eko Prasetyo, menyatakan bahwa kunjungan ini menjadi momentum bersejarah bagi NTB dan mempererat hubungan maritim bilateral

Bagi TNI AL, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan langsung ke kapal induk pada 1 Februari 2025, didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan KSAL Laksamana Muhammad Ali. Mereka meninjau sistem manajemen tempur (combat management system) serta berbagai fasilitas kapal

Menurut Brigadir Jenderal TNI Frega Wenas Inkiriwang, rombongan Menhan menggunakan alutsista buatan Prancis seperti helikopter Caracal dan pesawat Falcon untuk menuju kapal

Para pejabat Indonesia dan Prancis sepakat untuk membangun kolaborasi lebih lanjut dalam bidang pertahanan serta memperkuat hubungan profesional antar angkatan bersenjata kedua negara

Walaupun berita kunjungan ini sempat memicu pertanyaan apakah Indonesia sudah membeli kapal induk bekas dari Prancis, hingga kini belum ada pengadaan kapal induk dalam bentuk kepemilikan. Justru yang terjadi adalah penyambutan ekstensi kerja sama pemanfaatan kunjungan diplomatik antarmaritim.

Di pihak lain, sejumlah pengamat seperti Khairul Fahmi dari ISESS menyatakan bahwa pemerintah perlu mengkaji pendekatan diplomatik jika ingin memiliki kapal induk, agar tidak menimbulkan persepsi ancaman dari negara lain di kawasan dan sebaliknya memperkuat stabilitas kawasan

Fahmi menambahkan bahwa model yang paling realistis bagi Indonesia adalah kapal induk ringan seperti Landing Helicopter Dock (LHD), bukan kapal induk besar seperti Charles de Gaulle, mengingat keterbatasan anggaran dan doktrin pertahanan nasional yang bersifat defensif

Selama berada di Lombok, awak kapal Francais juga dijadwalkan mengunjungi destinasi wisata lokal seperti Gili Trawangan, Mandalika, dan Air Terjun Benang Kelambu. Kemudian pihak TNI AD menyatakan kesiapan mendukung aspek keamanan selama kunjungan berlangsung

Secara tegas, hingga Juli 2025, Indonesia belum memiliki kapal induk bekas Prancis. Yang terjadi adalah kunjungan diplomatik dan militer, bukan pengadaan atau transfer kepemilikan. Sampai saat ini belum muncul kontrak atau proposal resmi berupa akuisisi kapal induk bekas

Secara keseluruhan, seluruh informasi dalam laporan ini bersumber dari media resmi seperti Kompas.com, Antara, Rmol dan Metrotvnews, dan Pejabat pemerintahan serta militer RI

Korelasi Diplomasi dan Kunjungan Kapal Induk

Kunjungan kapal induk Charles de Gaulle merupakan titik puncak kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis yang telah berjalan sejak 2011, sekaligus menandai momentum diplomatik istimewa di 75 tahun hubungan kedua negara. Mallard menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memperkuat stabilitas keamanan kawasan maritim via kemitraan strategis

Realitas Pengadaan Kapal Induk untuk Indonesia

Beberapa pakar seperti Khairul Fahmi menilai pengadaan kapal induk besar tidak realistis saat ini. Strategi yang lebih efektif bagi Indonesia adalah mengembangkan kapal induk ringan LHD yang sesuai dengan kapasitas anggaran dan orientasi pertahanan defensif nasional

Indonesia sejauh ini hanya menjadi tuan rumah kunjungan kapal induk asing, dan belum memiliki kapal induk milik sendiri. Setiap langkah ke depan memerlukan skema diplomatik matang agar tidak menimbulkan interpretasi negatif dari negara tetangga.

Pemerintah perlu menyusun roadmap diplomatik apabila serius mengejar kemampuan kapal induk, agar kunjungan bersifat transparan dan tidak menimbulkan kekhawatiran regional.
Pendekatan bertahap melalui kapal induk ringan seperti LHD akan lebih selaras dengan kebutuhan dan kapasitas pertahanan nasional.
Pembangunan kemampuan pendukung seperti kapal pengawal, sistem logistik, pelatihan personel, dan infrastruktur dasar mutlak dipersiapkan.
Penting pula memperkuat dialog regional untuk menjelaskan tujuan pertahanan Indonesia agar tidak dipandang sebagai eskalasi militer.
Seluruh langkah idealnya dibangun di atas kerjasama teknologi, pelatihan, dan produksi bersama sebelum mempertimbangkan kepemilikan asset besar seperti kapal induk.

( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: diplomasi pertahananindonesiaKapal indukkerja sama maritimNTBPrancis
Post Sebelumnya

Daun Insulin Ditemukan Bisa Bantu Sembuhkan Diabetes

Post Selanjutnya

Indonesia Jadi Negara Pertama Operasikan Fregat Istif Jadi Sorotan Media Luar

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Kornas JPPI Ubaid Matraji

Soroti Siswa Bundir di NTT, JPPI: Kegagalan Pemerintah Melindungi Hak Anak Atas Pendidikan

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Kematian tragis seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di NTT yang diduga mengakhiri hidup karena tak mampu membeli...

Presiden Prabowo Subianto pidato di depan Anggota Rakornas sinergi pemerintah pusat dan daerah soal sampah

Prabowo Nyatakan “Perang terhadap Sampah”: Pariwisata Terancam, Kepala Daerah Diminta Bergerak Nyata

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Bogor,Ekoin.co – Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras soal buruknya penanganan sampah di Indonesia. Di hadapan seluruh kepala daerah...

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri acara Imlek (Ist)

AHY: Perbedaan Tak Boleh Jadi Sekat, Imlek Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan bahwa keberagaman latar belakang, identitas,...

Pohon rawan tumbang di Jakarta Pusat (Ist)

Membahayakan Pengendara, Pemkot Jakbar Pangkas 541 Pohon Rawan Tumbang

oleh Noval Verdian
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Selama periode Januari 2026, jajaran Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat telah memangkas 541...

Post Selanjutnya
Indonesia Jadi Negara Pertama Operasikan Fregat Istif Jadi Sorotan Media Luar

Indonesia Jadi Negara Pertama Operasikan Fregat Istif Jadi Sorotan Media Luar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.