EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Kanada Dukung Palestina, Trump Ancam Tarif 35 Persen

Kanada Dukung Palestina, Trump Ancam Tarif 35 Persen

Trump akan terapkan tarif 35 persen. Kanada dukung Palestina, krisis Gaza memburuk.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
1 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ottawa EKOIN.CO – Amerika Serikat menyatakan akan mengalami kesulitan dalam melakukan negosiasi tarif dengan negara-negara yang mengakui kedaulatan Palestina, termasuk Kanada. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden AS, Donald Trump, yang menegaskan bahwa dukungan Kanada terhadap Palestina menjadi hambatan dalam mencapai kesepakatan dagang.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Trump menyampaikan komentarnya melalui platform Truth Social pada Jumat, 1 Agustus 2025. Ia menilai keputusan Kanada yang mendukung kenegaraan Palestina akan memperumit pembahasan mengenai kerja sama ekonomi, termasuk negosiasi perjanjian dagang antara kedua negara.

“Kanada baru saja mengumumkan bahwa mereka mendukung kenegaraan Palestina. Hal itu akan membuat sangat sulit bagi kami untuk membuat kesepakatan dagang dengan mereka,” tulis Trump seperti dilansir dari Truth Social.

Kanada akui Palestina, Trump ancam tarif tinggi

Presiden Trump juga menyatakan rencana pengenaan tarif sebesar 35 persen terhadap seluruh produk dari Kanada yang tidak termasuk dalam perjanjian United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA). Langkah ini disebut sebagai respons langsung terhadap kebijakan Kanada dalam mendukung Palestina.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Menurut Trump, dukungan terhadap Palestina oleh Kanada dianggap bertentangan dengan kebijakan luar negeri AS dan menjadi penghalang utama dalam hubungan ekonomi bilateral. Pengenaan tarif tersebut dinilai sebagai tekanan ekonomi terhadap Kanada agar meninjau kembali keputusannya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyatakan bahwa negaranya akan mengikuti langkah beberapa negara yang mengakui kedaulatan Palestina. Ia menyebut krisis kemanusiaan di Gaza sebagai alasan utama di balik keputusan tersebut.

“Kanada mengecam kenyataan bahwa pemerintahan mereka telah membiarkan bencana kemanusiaan terjadi di Gaza,” ujar Carney dalam pernyataannya yang dikutip oleh sejumlah media internasional.

Dunia semakin kritis terhadap Israel

Langkah Kanada tersebut memperkuat tren pergeseran sikap global terhadap Israel, terutama terkait krisis kemanusiaan di wilayah Gaza. Negara-negara di berbagai kawasan mulai mempertimbangkan untuk mengakui kenegaraan Palestina sebagai bagian dari tekanan diplomatik terhadap Israel.

Kanada menjadi negara terbaru yang secara terbuka mendukung kemerdekaan Palestina. Dukungan ini dinilai oleh berbagai pihak sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina yang terdampak konflik berkepanjangan di wilayah Gaza.

Pernyataan Carney dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Kanada tidak akan tinggal diam terhadap penderitaan rakyat Palestina. Langkah ini sekaligus menjadi tantangan diplomatik bagi hubungan Kanada dengan mitra dagang utamanya, yakni Amerika Serikat.

Sementara itu, AS melalui pemerintahan Trump mengambil sikap keras terhadap negara-negara yang mendukung Palestina. Ancaman tarif yang dijatuhkan kepada Kanada mencerminkan kebijakan luar negeri Trump yang mengedepankan tekanan ekonomi sebagai alat diplomasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, AS memang dikenal sering menggunakan tarif sebagai instrumen dalam bernegosiasi dengan mitra dagang. Penerapan tarif terhadap Kanada kali ini dinilai sebagai bagian dari strategi tersebut.

Krisis kemanusiaan di Gaza menjadi isu global yang mendorong banyak negara untuk mengambil sikap. Kanada menyusul beberapa negara Eropa yang lebih dulu mengakui kenegaraan Palestina sebagai bentuk tekanan terhadap Israel.

Kebijakan Kanada ini juga memicu perdebatan di tingkat domestik, terutama di kalangan pelaku usaha dan perdagangan yang khawatir akan dampak tarif dari AS. Beberapa asosiasi bisnis Kanada menyerukan pemerintah untuk mengantisipasi potensi kerugian ekonomi.

Trump belum menyebutkan waktu pasti kapan tarif akan diberlakukan, namun ia menegaskan bahwa kebijakan itu akan diterapkan jika Kanada tidak mengubah posisinya. Sinyal ini membuat hubungan diplomatik kedua negara berada dalam ketegangan baru.

Kementerian Luar Negeri Kanada belum mengeluarkan tanggapan resmi atas pernyataan Trump. Namun, sejumlah pejabat tinggi di Kanada menyebut bahwa keputusan mendukung Palestina adalah bentuk komitmen terhadap hak asasi manusia.

Analis politik menyebut bahwa ancaman tarif oleh Trump berpotensi memicu sengketa dagang baru antara AS dan Kanada, di tengah meningkatnya dinamika politik global akibat konflik di Timur Tengah.

Sementara itu, dukungan internasional terhadap Palestina terus menguat, terutama setelah banyak laporan mengenai krisis kemanusiaan di Gaza menjadi perhatian dunia. Kanada tampaknya tidak akan mundur dari keputusannya, meskipun dihadapkan pada tekanan ekonomi.

Langkah Kanada juga dinilai akan memengaruhi posisi negara-negara lain, termasuk di Eropa dan Asia, dalam menentukan sikap mereka terhadap Palestina dan Israel.

Pemerintah AS di bawah Trump menegaskan bahwa setiap negara yang mengakui Palestina akan menghadapi konsekuensi dalam hubungan bilateral, termasuk dari sisi ekonomi dan perdagangan.

dari perkembangan ini menunjukkan bahwa isu Palestina kembali menjadi faktor penentu dalam hubungan internasional, khususnya antara AS dan sekutu-sekutunya. Kanada kini berada dalam posisi sulit antara mempertahankan prinsip kemanusiaan atau menghindari kerugian ekonomi.

Keputusan Kanada memberikan pesan bahwa kemanusiaan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan luar negeri, meskipun harus berhadapan dengan risiko diplomatik dan ekonomi.

Masyarakat internasional kini menyoroti bagaimana langkah AS akan berlanjut, dan apakah negara-negara lain akan tetap mendukung Palestina meskipun menghadapi tekanan dari Washington.

Isu ini juga memperkuat diskusi global mengenai penggunaan sanksi ekonomi dalam hubungan diplomatik, serta bagaimana negara-negara dapat mempertahankan kedaulatan kebijakan mereka di tengah tekanan kekuatan besar.

yang dapat diberikan adalah pentingnya dialog diplomatik antara AS dan Kanada untuk menghindari ketegangan lebih lanjut. Komunikasi terbuka diharapkan dapat menjembatani perbedaan pandangan kedua negara.

Kanada juga perlu memperkuat aliansi internasionalnya dalam mendukung Palestina agar tidak sendirian menghadapi tekanan dari AS. Koalisi global dapat memperkuat posisi Kanada secara diplomatik.

Sektor perdagangan Kanada disarankan bersiap menghadapi kemungkinan gangguan ekspor ke AS, termasuk mencari pasar alternatif yang lebih stabil secara politik.

Pemerintah AS pun disarankan mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kebijakan tarif terhadap mitra dagang utamanya, demi menjaga stabilitas ekonomi kawasan.

Akhirnya, komunitas internasional didorong untuk memperkuat kerja sama multilateral dalam menyelesaikan konflik di Timur Tengah agar ketegangan global tidak berlanjut dalam bentuk konflik ekonomi. (*)

 

Tags: Amerika SerikatGazaKanadaPalestinatarif perdagangan
Post Sebelumnya

Indonesia Pamerkan Fregat Futuristik Asal Turki

Post Selanjutnya

Amnesti Hasto Disetujui DPR, Ini Alasan Prabowo

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Amnesti Hasto Disetujui DPR, Ini Alasan Prabowo

Amnesti Hasto Disetujui DPR, Ini Alasan Prabowo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.