EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda BERANDA
Perang Thailand dan Kamboja  Sudah Usai Pengungsi Ogah Balik Masih Trauma

Perang Thailand dan Kamboja Sudah Usai Pengungsi Ogah Balik Masih Trauma

Thailand dan Kamboja telah menyetujui gencatan senjata tanpa syarat efektif pada 28 Juli tengah malam. Konflik memakan setidaknya 38‑43 korban jiwa dan memaksa lebih dari 300.000 orang mengungsi.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
2 Agustus 2025
Kategori BERANDA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Surin EKOIN.CO – Thailand dan Kamboja telah menyetujui gencatan senjata tanpa syarat, setelah bentrokan sengit di perbatasan yang memicu krisis kemanusiaan dan ketegangan diplomatik.

Pada Senin, 28 Juli 2025 tengah malam waktu setempat, kedua negara menandatangani perjanjian penghentian pertempuran yang ditengahi oleh Malaysia, dengan dukungan diplomatik dari Amerika Serikat dan China Perjanjian itu dinyatakan efektif serta-merta, diharapkan menjadi langkah awal menuju perdamaian berkelanjutan

Konflik dimulai pada pagi hari Kamis, 24 Juli 2025, ketika pasukan Kamboja menembaki tentara Thailand di dekat Kuil Ta Moan Thom, wilayah sengketa antara Provinsi Oddar Meanchey (Kamboja) dan Provinsi Surin (Thailand) Thailand menuduh pihak Kamboja menggunakan drone pengintai sebelum melepaskan tembakan artileri dan roket BM‑21

Selanjutnya, militer Thailand membalas melalui serangan udara menggunakan jet F‑16 yang menghancurkan pos komando Tentara Infanteri Kamboja ke‑8 dan ke‑9 di Ubon Ratchathani Dua tank Kamboja juga diklaim telah dihancurkan oleh pasukan Thailand di sekitar Khao Sattasom

Jumlah korban terus meningkat. Setidaknya 38 hingga 43 orang tewas, sebagian besar adalah warga sipil, termasuk delapan warga sipil di Sisaket dan seorang anak berusia delapan tahun Lebih dari 300.000 orang mengungsi, termasuk sekitar 131.000 warga Thailand dan 37.000 warga Kamboja  perbatasan dengan Kamboja, terutama di Provinsi Ubon Ratchathani dan Sisaket, memicu gangguan transportasi dan perdagangan lintas batas  Sekolah serta fasilitas publik di zona perbatasan sebagian besar tutup dan desa banyak kosong karena evakuasi massal

Berita Menarik Pilihan

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

BSI Maslahat Dukung Pendidikan Lewat Bantuan Rp6 Miliar di IPB

Angkatan Darat Thailand menyatakan tetap berpegang pada prinsip hukum internasional dan mengklaim respons atas serangan “hak membela diri” sesuai Pasal 51 Piagam PBB Mereka juga menuduh Kamboja melakukan pelanggaran senjata dan penggunaan ranjau darat secara ilegal di wilayah Thailand, yang melukai beberapa prajurit

Kampanye disinformasi dan sentimen nasionalisme di media sosial semakin memperburuk suasana, menimbulkan xenofobia terhadap warga Kamboja di Thailand. Banyak di antara mereka mengalami intimidasi sosial dan diskriminasi hingga memilih kembali ke negeri asalnya

Setelah perjanjian gencatan senjata, ASEAN di bawah pimpinan Malaysia siap memantau pelaksanaannya. Pertemuan militer dijadwalkan tanggal 4 Agustus di bawah panduan ASEAN untuk memperkuat koordinasi keamanan

Pengaruh luar turut berperan. Mantan Presiden AS Donald Trump disebut turut memediasi perdamaian melalui panggilan langsung kepada PM Thailand, yang membuka jalan perundingan dengan Kamboja di Malaysia Cambodia berencana mencalonkan Trump untuk Nobel Perdamaian sebagai pengakuan atas perannya

Namun, pihak Thailand menuduh Kamboja telah melanggar gencatan senjata hingga lima kali. Pemerintah Thailand menyatakan situasi kini relatif tenang, meski klaim pelanggaran itu masih diperdebatkan

Berikut dua subjudul utama untuk memperjelas isi berita:

Latar Belakang Sengketa dan Proses Perdamaian

Sengketa panjang antara Thailand dan Kamboja terkait batas wilayah bermula dari peta kolonial 1907 yang belum pernah sepenuhnya diakui secara konsisten oleh kedua negara Pemicu langsung konflik kali ini adalah insiden Mei 2025 yang menewaskan seorang tentara Kamboja dan menyebabkan ketegangan diplomatik meningkat

 Jangka Panjang

Selain korban jiwa, konflik telah menyebabkan pengungsi besar‑besaran, penutupan perbatasan, gangguan ekonomi, dan peningkatan ujaran kebencian. Masyarakat internasional mengkhawatirkan durabilitas gencatan senjata karena kepercayaan kedua belah pihak masih rapuh Expert mengingatkan bahwa meski gencatan senjata sudah efektif, tekanan nasionalisme dan kurangnya mekanisme pengawasan resmi bisa memicu ketegangan baru

Sebaiknya kedua pihak memperkuat mekanisme pengawasan bersama serta memperluas peran ASEAN dalam memantau pelaksanaan gencatan senjata. Dialog bilateral tetap diperlukan agar membangun kepercayaan dan menangani akar penyebab sengketa wilayah. Disinformasi di media sosial harus segera dicegah melalui kampanye edukasi dan kerjasama media. Bantuan kemanusiaan perlu segera disalurkan untuk pengungsi di kedua sisi perbatasan. Dukungan diplomatik dari pihak netral seperti ASEAN, AS, dan China perlu dikawal agar terbuka dan adil.

Gencatan senjata yang disepakati tengah malam 28 Juli menjadi titik balik penting dalam konflik bersenjata terparah antara Thailand dan Kamboja selama lebih dari satu dekade. Meskipun konflik telah menewaskan puluhan orang dan mengusir ratusan ribu warga, peluang perdamaian tetap terbuka jika mekanisme jangka panjang dipatuhi. Peran mediasi internasional terbukti efektif, namun tantangan besar terbentang di depan: memulihkan kepercayaan dan membangun stabilitas yang lestari. ( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: diplomasigencatan senjataKambojapengungsiperbatasanThailand
Post Sebelumnya

Penutupan Jalur Gumitir Ganggu BBM, Ini Respon Pertamina

Post Selanjutnya

Indonesia Akan Buat Rudal Balistik 1000. Km dan Nuklir Semakin Ditakuti Asia dan Dunia,Hanya Saja

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Kemenangan 2-0 ini membawa Macan Kemayoran naik ke posisi dua klasemen sementara BRI Super League. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

oleh Danang F Pradhipta
30 Januari 2026
0

​"Kami datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kami tahu main di sini (Tangerang) selalu sulit, tapi hari ini efektivitas penyelesaian akhir...

BSI Maslahat dan IPB Perkuat Akses Pendidikan dan Sarana Keagamaan bagi Mahasiswa. Sumber dok bsimaslahat.or.id

BSI Maslahat Dukung Pendidikan Lewat Bantuan Rp6 Miliar di IPB

oleh Agus DJ
28 Januari 2026
0

Bogor, Ekoin.co - BSI Maslahat Dukung Pendidikan di Indonesia dengan melakukan kolaborasi strategis bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Institut...

Kehadiran konsep hiburan tradisional di tengah kawasan elite ini memicu perdebatan luas terkait etika ruang publik dan legalitas perizinan usaha di awal tahun 2026. (Ekoin.co/Ilustrasi/Istimewa)

PIK 2 Rasa Pantura: Ketika Kawasan Elit Jakarta Utara Tergoda ‘Servis’ Kopi Pangku

oleh Admin EKOIN.CO
23 Januari 2026
0

Di satu sisi, fenomena ini dianggap sebagai keunikan urban, namun di sisi lain, desakan untuk penertiban mulai bermunculan seiring dengan...

Ilustrasi tumpukan emas batangan Logam Mulia Antam di Jakarta. Per Kamis (22/1/2026),

Harga Emas Antam Turun Rp15.000, Investor Jangka Pendek Diminta Waspada

oleh Hasrul Ekoin
22 Januari 2026
0

Misalnya, mereka yang membeli emas pada 22 Januari 2025 di harga Rp 1.606.000 per gram kini masih menikmati yield sebesar...

Post Selanjutnya
Indonesia Akan Buat Rudal Balistik 1000. Km  dan Nuklir Semakin Ditakuti Asia dan Dunia,Hanya Saja

Indonesia Akan Buat Rudal Balistik 1000. Km dan Nuklir Semakin Ditakuti Asia dan Dunia,Hanya Saja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.