EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Slovenia Embargo Senjata Israel, Negara UE Pertama

Slovenia Embargo Senjata Israel, Negara UE Pertama

Slovenia resmi memberlakukan embargo militer penuh terhadap Israel. Langkah ini sebagai protes atas kekerasan di Gaza.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
4 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ljubljana EKOIN.CO – Pemerintah Slovenia secara resmi memberlakukan embargo penuh terhadap ekspor, impor, serta transit senjata dan peralatan militer ke dan dari Israel. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Robert Golob pada Jumat, 31 Juli 2025. Tindakan tegas ini menjadikan Slovenia negara pertama di Uni Eropa yang mengambil langkah nyata berupa pelarangan penuh atas aktivitas perdagangan senjata dengan Israel.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Langkah tersebut dinilai sebagai respons terhadap ketidakmampuan Uni Eropa dalam mengambil sikap tegas terhadap kebijakan militer Israel di Jalur Gaza. Pemerintah Slovenia menilai bahwa tindakan Israel telah menyebabkan penderitaan berkepanjangan terhadap warga sipil, termasuk anak-anak dan lansia, akibat penolakan sistematis terhadap bantuan kemanusiaan.

Menurut pernyataan resmi, embargo senjata ini merupakan bagian dari komitmen Slovenia terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan penegakan hukum internasional. Pemerintah Slovenia menyampaikan bahwa langkah tersebut diambil karena tidak adanya kemajuan dalam penyelesaian konflik serta terus berlanjutnya kekerasan di Gaza.

Slovenia ambil sikap independen

Pemerintah Slovenia menyatakan bahwa embargo tersebut menjadi bagian dari sikap politik luar negeri Slovenia yang semakin vokal dalam isu kemanusiaan. Dikutip dari Times of Israel, keputusan ini mempertegas posisi Slovenia yang selama ini menunjukkan dukungan terhadap rakyat Palestina.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Pada Juni 2024, parlemen Slovenia telah mengesahkan dekrit pengakuan resmi atas negara Palestina. Keputusan ini mengikuti langkah serupa yang diambil oleh Irlandia, Spanyol, dan Norwegia, sehingga memperkuat posisi Slovenia di antara negara-negara Uni Eropa yang menuntut pengakuan terhadap Palestina.

Sementara itu, pada awal Juli 2025, pemerintah Slovenia juga telah melarang masuk dua menteri sayap kanan Israel. Kedua tokoh tersebut dinyatakan sebagai persona non grata karena dianggap mengeluarkan pernyataan yang mengandung unsur genosida serta menghasut kekerasan terhadap warga Palestina.

Menanggapi embargo ini, media Israel Ynet menyatakan bahwa keputusan Slovenia tidak memberikan dampak signifikan secara militer terhadap Israel. “Tidak ada pengadaan pertahanan di Slovenia, kami bahkan tidak membeli satu pin pun dari mereka,” ujar sumber dari media tersebut.

Israel respons santai, Slovenia tegaskan komitmen

Israel merespons keputusan Slovenia dengan santai, menunjukkan keyakinan bahwa embargo ini tidak akan memengaruhi kekuatan militer mereka. Meskipun demikian, langkah Slovenia dianggap memiliki dampak simbolis yang kuat dalam dinamika politik internasional terkait konflik Israel-Palestina.

Pemerintah Slovenia menegaskan bahwa tindakan mereka bukan hanya simbolis, tetapi juga mencerminkan ketegasan terhadap pelanggaran hukum internasional. Mereka berharap embargo ini dapat mendorong negara lain di Uni Eropa untuk mengambil langkah serupa dalam mendesak Israel menghentikan kekerasan di Gaza.

Menurut pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Robert Golob, embargo senjata ini adalah “bagian dari upaya kolektif untuk menekan Israel agar membuka akses bantuan kemanusiaan dan menghentikan penderitaan warga sipil di Gaza.”

Dalam laporan resmi, pemerintah Slovenia juga menyoroti bahwa selama ini Israel telah menolak berbagai bentuk bantuan kemanusiaan yang ditujukan ke Gaza. Hal ini dinilai memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah konflik tersebut.

Sikap Slovenia ini disorot berbagai media internasional karena menjadi satu-satunya negara Uni Eropa yang berani memberlakukan embargo militer penuh terhadap Israel, di tengah kebuntuan diplomatik Uni Eropa dalam menyikapi eskalasi konflik di Gaza.

Keputusan Slovenia juga mendapat dukungan dari sejumlah organisasi kemanusiaan internasional yang menyuarakan pentingnya penghentian aliran senjata ke wilayah konflik, guna mengurangi jumlah korban sipil.

Hingga saat ini, belum ada negara Uni Eropa lain yang mengikuti langkah Slovenia. Namun, langkah ini telah memicu perdebatan di Brussels mengenai perlunya tindakan kolektif terhadap kebijakan militer Israel.

Beberapa analis politik menilai bahwa embargo Slovenia dapat menjadi pemicu tekanan internasional terhadap Israel, walau secara militer dampaknya kecil. Namun, secara politik, langkah ini dinilai bisa membentuk preseden baru dalam hubungan diplomatik Uni Eropa dan Israel.

Di sisi lain, Israel masih mempertahankan posisinya bahwa tindakan militer di Gaza adalah bagian dari upaya pertahanan diri, dan menolak anggapan bahwa mereka melanggar hukum internasional.

Keputusan Slovenia juga dinilai sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kemandekan Uni Eropa dalam merespons konflik tersebut. Pemerintah Slovenia menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa lagi menunggu tindakan kolektif yang tak kunjung disepakati.

Sebagai bagian dari konsistensi kebijakan luar negeri, Slovenia disebut akan terus mengevaluasi hubungan dagang dengan Israel, termasuk kemungkinan pembatasan lainnya jika situasi Gaza tidak membaik.

Pemerintah Israel hingga kini belum mengeluarkan tanggapan resmi terkait potensi dampak politik dari embargo Slovenia di forum internasional, seperti PBB atau Uni Eropa.

Langkah Slovenia dianggap sebagai ujian bagi solidaritas Uni Eropa, apakah negara lain akan ikut menekan Israel, atau tetap memilih pendekatan diplomatik tanpa sanksi nyata.

dari keputusan embargo ini mencerminkan bahwa Slovenia lebih memilih untuk bersikap aktif dan mengambil tindakan sendiri dalam isu kemanusiaan internasional, ketimbang menunggu kesepakatan regional yang belum tentu terwujud.

Keputusan Slovenia menunjukkan pentingnya peran negara kecil dalam isu global, terutama dalam mengedepankan kemanusiaan di atas kepentingan politik dan ekonomi.

Langkah ini berpotensi membuka jalan bagi tekanan moral yang lebih luas terhadap Israel, sekaligus memberi sinyal bahwa tindakan militer terhadap warga sipil tidak akan ditoleransi komunitas internasional.

Meskipun dampaknya mungkin kecil secara militer, embargo tersebut menciptakan efek diplomatik dan reputasi yang bisa memperkuat tekanan internasional pada Israel.

Diharapkan, tindakan Slovenia ini dapat memacu komunitas internasional, termasuk Uni Eropa, untuk mengambil langkah nyata demi penghentian kekerasan dan membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza. (*)


 

Tags: embargo senjataGazaIsraelRobert GolobSloveniaUni Eropa
Post Sebelumnya

Ribuan Warga Israel Blokir Jalan Utama Tel Aviv Desak Gencatan Senjata di Gaza

Post Selanjutnya

Kereta Anjlok di Subang, KAI Minta Maaf dan Batalkan 80 Jadwal

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Kereta Anjlok di Subang, KAI Minta Maaf dan Batalkan 80 Jadwal

Kereta Anjlok di Subang, KAI Minta Maaf dan Batalkan 80 Jadwal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.