EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
OKI Dinilai Lemah Hadapi Israel dan AS Mengapa OKI Tak Mampu?

OKI Dinilai Lemah Hadapi Israel dan AS Mengapa OKI Tak Mampu?

OKI belum mampu bersatu menghadapi Israel. Ketergantungan ekonomi dan politik jadi kendala

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
4 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Peran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam merespons krisis kemanusiaan di Palestina terus dipertanyakan, terlebih di tengah konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina yang tak kunjung mereda. Banyak kalangan menilai, OKI sebagai wadah negara-negara mayoritas Muslim seharusnya mampu bertindak lebih tegas. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya, dengan banyak faktor yang membatasi gerak organisasi tersebut.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Salah satu hambatan terbesar bagi OKI adalah ketergantungan ekonomi anggotanya terhadap negara-negara Barat. Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memiliki kerja sama ekonomi dan pertahanan yang erat dengan Amerika Serikat, termasuk kontrak senjata dan investasi besar-besaran. Begitu pula Mesir yang menjadi penerima utama bantuan militer dari AS, membuat mereka cenderung berhati-hati dalam bersikap terhadap Israel.

Seperti dikutip dari berbagai sumber, hubungan yang saling menguntungkan ini mendorong negara-negara tersebut untuk menghindari langkah-langkah yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi maupun hubungan diplomatik mereka dengan Barat. Mereka khawatir, kebijakan keras terhadap Israel akan berdampak langsung pada keamanan nasional dan pembangunan ekonomi.

Tidak Ada Kesatuan Politik di Tubuh OKI

Berita Menarik Pilihan

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

Perbedaan kepentingan di antara 57 negara anggota OKI turut memperparah ketidakmampuan organisasi ini dalam mengambil langkah kolektif. OKI tidak memiliki satu suara yang seragam dalam isu Palestina, karena masing-masing negara memiliki kebijakan luar negeri yang berbeda, bahkan bertolak belakang dalam beberapa kasus.

Konflik antara Arab Saudi dan Iran menjadi contoh nyata perpecahan internal di tubuh OKI. Ketegangan dua negara besar itu mempersulit terbentuknya konsensus bersama, terutama mengenai kebijakan terhadap Israel dan sekutunya. Sejumlah negara anggota OKI juga telah menormalisasi hubungan dengan Israel, seperti Bahrain, Maroko, dan Sudan melalui perjanjian Abraham Accords.

Dalam situasi seperti ini, sulit bagi OKI untuk melakukan tekanan efektif terhadap Israel. Karena sebagian anggotanya memiliki kepentingan bilateral dengan Tel Aviv, sikap tegas dianggap berisiko terhadap hubungan diplomatik yang baru terbentuk tersebut. Ini memperlihatkan bahwa solidaritas terhadap Palestina sering teredam oleh kepentingan strategis masing-masing negara.

Selain itu, lemahnya struktur organisasi OKI juga menjadi kendala. Tidak ada mekanisme sanksi atau penegakan keputusan yang kuat di dalam tubuh OKI, sehingga setiap negara bebas memilih sikap tanpa konsekuensi organisasi. Hal ini membuat OKI tidak memiliki daya paksa dalam menjalankan mandat kolektif.

Minimnya Tekanan Global terhadap Israel

Ketidakhadiran tekanan internasional yang signifikan terhadap Israel turut memperlemah posisi OKI. Negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, secara konsisten memberikan dukungan politik dan militer kepada Israel, sehingga memperkecil ruang gerak bagi negara-negara OKI untuk mempengaruhi dinamika konflik.

Ditambah lagi, isu Palestina sering kali dijadikan komoditas politik domestik oleh sejumlah negara anggota OKI. Mereka menggunakan narasi dukungan terhadap Palestina untuk kepentingan citra politik di dalam negeri, namun tidak benar-benar mengambil langkah nyata di forum internasional.

Ketika dunia Islam terpecah dan tidak bersatu dalam isu Palestina, kekuatan lobi Israel di panggung global justru semakin solid. Dengan dukungan kuat dari AS dan sekutunya, Israel mampu melanjutkan kebijakannya tanpa menghadapi tekanan berarti dari komunitas internasional, termasuk dari negara-negara OKI.

Sementara itu, banyak negara Muslim lebih fokus pada agenda domestik atau konflik regional lainnya, seperti perang saudara di Yaman, krisis di Suriah, atau ketegangan di kawasan Teluk. Kondisi ini menyebabkan isu Palestina tidak selalu menjadi prioritas utama dalam diplomasi luar negeri mereka.

OKI menghadapi berbagai tantangan struktural dan politik yang membatasi kemampuannya untuk bertindak efektif dalam isu Palestina. Ketergantungan ekonomi pada Barat, konflik internal antar anggota, serta lemahnya instrumen organisasi menjadi hambatan utama dalam membangun sikap kolektif yang tegas.

Selain itu, normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel oleh sebagian negara anggota OKI semakin memperlemah posisi organisasi ini dalam memberikan tekanan terhadap Tel Aviv. Hal ini menunjukkan lemahnya solidaritas dunia Islam terhadap Palestina dalam praktik diplomasi internasional.

Dalam situasi ini, OKI memerlukan reformasi internal yang mendalam agar mampu berfungsi sebagai organisasi efektif, termasuk penguatan struktur, pembuatan mekanisme penegakan keputusan, dan peningkatan solidaritas antarnegara anggota. Tanpa langkah-langkah ini, sulit mengharapkan perubahan nyata.

Krisis Palestina membutuhkan respon global yang kuat dan bersatu, termasuk dari negara-negara OKI. Namun, hingga kini, organisasi tersebut belum menunjukkan kapasitas yang memadai untuk menjadi pemain utama dalam penyelesaian konflik tersebut.

ke depan bagi OKI adalah memperkuat diplomasi multilateral, mempererat kerja sama antaranggota dalam satu suara, serta mengurangi ketergantungan ekonomi pada Barat agar lebih bebas dalam menentukan sikap politik di forum internasional. (*)


 

Tags: Amerika Serikatdunia IslamIsraelOKIPalestinaTimur Tengah
Post Sebelumnya

Indonesia Siapkan 20.000 Ha Lahan untuk Palestina RI Kirim 10.000 Ton Beras ke Gaza

Post Selanjutnya

Kepulauan Seribu: Destinasi Impian Dekat Jakarta, Mana yang Terbaik untuk Anda?

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat memberikan keterangan dalam konferensi pers Soekarno Runniversary 2026 di Parkir Timur GBK, Jumat (6/2/2026). Pemprov DKI menyambut baik ajang yang memadukan semangat olahraga dengan edukasi nilai-nilai kebangsaan tersebut. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Rayakan Usia Emas, PDIP Gelar Soekarno Run 2026: Ada Beasiswa Pelajar dan Hadiah Spesial

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menilai kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi positif dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat...

Personel Polsek Gambir saat memberikan pendampingan kepada Mariame Traore (WNA Prancis) yang ditemukan terlantar di Hall Utara Stasiun Gambir. Mariame kini telah diserahkan ke Kantor Imigrasi Jakarta Pusat di Kemayoran untuk penanganan dokumen dan izin tinggal lebih lanjut. (Foto: Humas Polres Jakarta Pusat/Ekoin.co)

Delapan Hari Terlantar di Stasiun Gambir, WNA Prancis Diamankan Polisi Akibat Visa ‘Expired’ dan Kehabisan Uang

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Basuki mengatakan, pengamanan terhadap warga negara Asing bermula saat anggota Polsek Gambir...

Post Selanjutnya
Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu: Destinasi Impian Dekat Jakarta, Mana yang Terbaik untuk Anda?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.