JAKARTA, EKOIN.CO – Pemerintah Indonesia menyiapkan lahan seluas 10.000 hingga 20.000 hektare di Sumatra dan Kalimantan untuk dikelola bersama Palestina. Selain itu, bantuan kemanusiaan sebanyak 10.000 ton beras segera dikirim guna meredakan krisis pangan yang melanda Jalur Gaza. Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Sugiono saat menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Palestina di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu, 3 Agustus 2025.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Dalam orasinya, Sugiono menjelaskan bahwa pengiriman bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan Indonesia terhadap Palestina. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina adalah amanat konstitusi yang sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Sugiono juga menambahkan bahwa pengiriman bantuan pangan akan dilakukan dalam waktu dekat, menyesuaikan kesiapan dari Kedutaan Besar Palestina.
Sugiono mengatakan, “Kita juga akan mengirimkan bantuan makanan 10.000 ton beras dalam waktu dekat ke Palestina.” Ia menekankan bahwa upaya ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo, yang sejak awal pemerintahan telah memasukkan isu Palestina sebagai agenda penting dalam kebijakan luar negeri Indonesia.
Prabowo perintahkan pengiriman beras ke Gaza
Selain bantuan pangan, Sugiono mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian juga telah menyiapkan lahan pertanian di wilayah Sumatra Selatan dan Kalimantan untuk dikelola bersama rakyat Palestina. Langkah ini bertujuan menjamin keberlanjutan pasokan pangan bagi warga Palestina dalam jangka panjang.
Sugiono juga menyebutkan, pada awal Juli 2025, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman telah menyampaikan bahwa Indonesia memberikan hibah kemanusiaan berupa 10.000 ton beras kepada Palestina atas instruksi langsung Presiden Prabowo. Bantuan tersebut akan disalurkan segera setelah pihak Palestina siap menerima.
Dijelaskan Sugiono, Indonesia telah menyalurkan lebih dari 4.400 ton logistik dan ratusan miliar rupiah untuk mendukung misi kemanusiaan di Jalur Gaza. Bantuan itu mencakup makanan, obat-obatan, dan barang kebutuhan pokok lain yang mendesak di tengah situasi kritis akibat blokade.
Presiden Prabowo, menurut Sugiono, telah menyuarakan komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dalam berbagai forum internasional, termasuk ASEAN dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Sugiono memastikan bahwa Indonesia akan terus konsisten menyuarakan hak rakyat Palestina.
Sugiono menegaskan, “Tugas saya sebagai Menteri Luar Negeri adalah melanjutkan sikap itu dalam langkah nyata.” Ia juga menekankan bahwa Indonesia akan terus aktif berkontribusi dalam upaya kemanusiaan melalui berbagai bentuk bantuan yang dibutuhkan.
Aksi diam protes blokade Israel di Afrika Selatan
Sementara itu, di Afrika Selatan, aksi solidaritas untuk Palestina juga berlangsung. Sekelompok warga menggelar protes diam di Sea Point, Cape Town, Sabtu, 2 Agustus 2025. Mereka memprotes blokade Israel yang mengakibatkan kelaparan dan krisis kemanusiaan di Gaza.
Peserta aksi menutup mulut mereka dengan lakban dan membawa plakat yang disusun membentuk tulisan “Hentikan Genosida.” Mereka juga mengangkat gambar anak-anak Gaza yang mengalami kekurangan gizi. Aksi ini dilakukan oleh kelompok Mothers4Gaza yang menuntut perhatian dunia.
“Telah terjadi begitu banyak kehancuran di Palestina. Ada pengeboman dan kelaparan, semuanya disebabkan oleh rezim Israel,” kata Irene Knight dari Mothers4Gaza. Ia menyesalkan minimnya respons internasional terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Sejak 2 Maret 2025, Israel telah menutup seluruh perbatasan Palestina, mempersulit masuknya bantuan kemanusiaan. Menurut otoritas Palestina, situasi ini menyebabkan lebih dari dua juta warga Gaza menghadapi kelangkaan pangan. Setiap hari dibutuhkan 600 truk bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Pada Jumat, 1 Agustus 2025, sebanyak 36 truk bantuan berhasil masuk ke Gaza, namun sebagian besar dijarah akibat kondisi keamanan yang tidak terkendali. Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa penjarahan itu terjadi karena kekacauan yang sengaja diciptakan oleh militer Israel.
Pemerintah Gaza menuding Israel menjalankan kebijakan kelaparan sistematis. Mereka menyebutkan bahwa penjarahan terhadap truk bantuan adalah bagian dari strategi untuk menghancurkan sistem distribusi bantuan dan memperparah penderitaan warga.
komitmen Indonesia dalam membantu Palestina terus dilakukan melalui langkah nyata, termasuk penyiapan lahan pertanian bersama dan pengiriman bantuan pangan. Bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas konkret terhadap rakyat Gaza di tengah krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.
bagi pemerintah Indonesia adalah agar terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak Palestina untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan. Selain itu, Indonesia perlu memperkuat diplomasi internasional agar tekanan global terhadap Israel dapat ditingkatkan untuk membuka akses bantuan kemanusiaan.
Pemerintah juga disarankan memperluas cakupan bantuan, tidak hanya dalam bentuk pangan, tetapi juga dukungan medis dan pendidikan yang sangat dibutuhkan di Gaza. Masyarakat Indonesia dapat dilibatkan melalui kampanye solidaritas nasional guna memperkuat dukungan.
Perhatian harus diberikan pula pada pengawasan distribusi bantuan agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan. Transparansi dalam pelaksanaan bantuan akan memperkuat kepercayaan publik terhadap langkah-langkah pemerintah.
Langkah diplomatik dan kemanusiaan ini diharapkan dapat memberi dampak nyata dalam membantu warga Palestina, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten membela kemerdekaan dan hak asasi manusia. (*)





