Jakarta, EKOIN.CO – Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi meluncurkan “Program Merdeka”, sebuah paket kredit perumahan unggulan yang berlaku sepanjang Agustus 2025. Program ini dirancang untuk mendukung kemerdekaan finansial masyarakat dalam mengakses hunian layak.
Langkah BTN ini sejalan dengan Program Tiga Juta Rumah yang menjadi prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto. BTN ingin memberikan kemerdekaan nyata bagi rakyat, tidak hanya dalam konteks historis, tetapi juga dalam wujud kebebasan dari beban bunga kredit tinggi.
Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menjelaskan bahwa makna kemerdekaan telah berkembang. “Kami memahami bahwa kemerdekaan sejati tak hanya ditandai oleh bebasnya sebuah bangsa, tapi juga oleh kemandirian warganya dalam memenuhi kebutuhan dasar,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (2/8).
BTN membuka akses Program Merdeka ini selama satu bulan penuh, dari 1 hingga 31 Agustus 2025. Ada tiga jenis layanan yang ditawarkan, yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Merdeka, Kredit Agunan Rumah (KAR) Merdeka, dan KPR Take Over Merdeka.
KPR Merdeka menghadirkan bunga rendah mulai dari 2,65% tetap selama tiga tahun. Masyarakat juga mendapat potongan biaya provisi dan administrasi hingga 80%, serta kemudahan akses melalui kantor cabang BTN dan Call Center 1500286.
Solusi Kredit Rumah dan Renovasi yang Terjangkau
BTN juga menawarkan KAR Merdeka bagi mereka yang ingin melakukan renovasi, membayar biaya pendidikan anak, atau kebutuhan lainnya. Program ini hadir tanpa biaya provisi dan administrasi, dengan syarat ringan terutama untuk nasabah lama.
Salah satu keunggulan KAR Merdeka adalah kemudahan pengajuan dengan hanya menyertakan slip gaji tiga bulan terakhir. Ini menjadi alternatif menarik untuk masyarakat yang ingin memperbaiki kualitas hunian tanpa beban proses rumit.
Sementara itu, KPR Take Over Merdeka ditujukan bagi nasabah yang ingin memindahkan cicilan dari bank lain ke BTN. Bunga kompetitif mulai 3,5% tetap tiga tahun atau 4,5% tetap lima tahun menjadi daya tarik utama program ini.
BTN juga memberikan insentif tambahan berupa cashback biaya appraisal dan pembebasan biaya provisi serta administrasi. Semua fasilitas ini dirancang untuk meringankan masyarakat dalam mengelola beban finansial.
“Dengan Program Merdeka, BTN hadir sebagai solusi konkret dan nyata di tengah kebutuhan masyarakat. Rumah bukan lagi mimpi jauh, tapi langkah nyata yang bisa dimulai hari ini juga,” tegas Hirwandi.
Rumah sebagai Pondasi Masa Depan Bangsa
BTN percaya bahwa rumah tidak sekadar tempat berteduh, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi penerus. Di sinilah keluarga terbentuk, nilai ditanamkan, dan semangat bangsa dibangun dari akar terdalam.
“Rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga aset yang nilainya terus meningkat dan menjadi investasi untuk masa depan,” lanjut Hirwandi. BTN memandang rumah sebagai simbol kemandirian dan harapan.
Melalui Program Merdeka, BTN ingin masyarakat Indonesia menikmati kemerdekaan sejati—merdeka untuk menetap, membangun, dan berkembang di rumah sendiri. Tak ada lagi batasan karena beban bunga atau biaya administrasi yang tinggi.
Dalam momentum bulan kemerdekaan ini, BTN mengajak seluruh masyarakat untuk bergerak bersama menuju masa depan yang lebih pasti. Memiliki rumah tak lagi sekadar impian, tapi realitas yang dapat digapai dalam waktu dekat.
“Hidup gak cuma tentang hari ini,” ucap Hirwandi, menutup pernyataan dengan ajakan optimis kepada masyarakat luas.
Langkah BTN meluncurkan Program Merdeka bertepatan dengan HUT ke-80 RI menunjukkan komitmen bank BUMN ini terhadap kesejahteraan masyarakat melalui kepemilikan hunian yang layak. Ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menempatkan rumah sebagai kebutuhan dasar warga negara.
Melalui suku bunga rendah, penghapusan biaya provisi, hingga proses pengajuan yang mudah, BTN menjadikan program ini inklusif dan ramah terhadap berbagai lapisan masyarakat. Kemerdekaan finansial untuk memiliki atau merenovasi rumah kini lebih terjangkau dan nyata.
BTN berharap, dengan program ini, masyarakat bisa membangun kehidupan yang lebih baik, mandiri, dan berkelanjutan. Program Merdeka menjadi simbol kemerdekaan baru—bukan hanya dari penjajahan, tetapi juga dari keterbatasan untuk memiliki tempat tinggal impian.(*)





