EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Transformasi Keuangan WIKA: 8 Substream Bawa Hasil Nyata

Sumber dok wika.co.id

Transformasi Keuangan WIKA: 8 Substream Bawa Hasil Nyata

WIKA berhasil membayar utang sebesar Rp5,60 triliun dan menurunkan piutang hingga Rp1,33 triliun dengan pendanaan dari kas operasional, mencerminkan disiplin finansial yang tinggi dan efisiensi strategi bisnis konstruksi.

Agus DJ oleh Agus DJ
6 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, INFRASTRUKTUR, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menunjukkan komitmen kuat dalam memperbaiki struktur keuangan dengan penerapan delapan substream penyehatan sejak 2023. Strategi ini berhasil menurunkan utang usaha dan utang berbunga secara signifikan.

Restrukturisasi keuangan menjadi pilar utama transformasi. Proses ini difinalisasi pada 28 Februari 2024, dan sejak kuartal kedua 2024 hingga kuartal kedua 2025, WIKA telah membayar kewajiban pokok obligasi sukuk serta utang kreditur perbankan sebesar Rp5,60 triliun.

Pembayaran tersebut berasal dari kas operasional, mencerminkan kedisiplinan dan kemandirian WIKA dalam pengelolaan keuangan. Langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan yang sehat tanpa tergantung pada pinjaman baru.

WIKA juga menghentikan penggunaan skema pinjaman talangan supplier sejak 2023. Sebelumnya, skema tersebut sering digunakan sebagai sumber pembiayaan proyek. Kini, proyek diselesaikan berdasarkan termin yang lebih efisien dan tidak menambah beban kewajiban jangka pendek.

Sampai kuartal kedua 2025, perusahaan berhasil memangkas utang usaha kepada mitra kerja hingga Rp660 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan peningkatan efisiensi dalam manajemen kewajiban usaha.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Perkuat Arus Kas dan Piutang

Substream percepatan penagihan piutang juga diterapkan secara agresif. WIKA membentuk Divisi Asset Management untuk menangani piutang bermasalah melalui proses litigasi dan mediasi yang intensif.

Hasilnya, total piutang usaha WIKA turun sebesar Rp1,33 triliun dalam periode kuartal kedua 2024 hingga kuartal kedua 2025. Penurunan ini meningkatkan likuiditas dan mengurangi ketergantungan terhadap dana eksternal.

Dalam memilih proyek baru, WIKA kini fokus pada kontrak dengan pembayaran bulanan. Strategi ini berhasil meningkatkan rasio kontrak berbasis monthly progress payment dari 35,5% pada 2019 menjadi 96% dari total kontrak berjalan saat ini.

Pendekatan tersebut membantu menjaga arus kas tetap stabil dan menghindari penumpukan utang kepada pemasok. Hal ini menjadi bagian dari sistem seleksi proyek yang lebih hati-hati dan berbasis keberlanjutan jangka panjang.

Langkah ini memperkuat pondasi keuangan WIKA untuk menghadapi tantangan industri konstruksi nasional yang terus berkembang dan kompetitif.

Efisiensi Operasional dan Tata Kelola

WIKA juga menjalankan substream efisiensi biaya operasional. Penerapan sistem ERP, digitalisasi proses bisnis, lean construction, dan kebijakan Negative Employee Growth menurunkan biaya operasional secara signifikan.

Dengan pendekatan tersebut, Perseroan berhasil memangkas operating expense hingga Rp18 miliar per bulan. Efisiensi ini mendukung keberlanjutan kinerja keuangan tanpa mengorbankan mutu layanan.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menyampaikan, “Penerapan 8 substream ini menjadi bagian penting dari transformasi yang dilakukan WIKA. Penurunan utang usaha dan utang berbunga, pengelolaan kas secara tepat, peningkatan tata kelola dan penurunan opex melalui penerapan lean construction menjadi prioritas utama Perseroan dalam memastikan keberlanjutan bisnis yang lebih sehat dan kuat.”

WIKA juga memastikan kualitas operasional tetap optimal meski efisiensi dilakukan secara menyeluruh. Transformasi ini disebut sebagai fondasi utama dalam menjaga daya saing di tengah fluktuasi sektor konstruksi nasional.

Perseroan meyakini bahwa sinergi dari seluruh pihak, baik internal maupun eksternal, akan memperkuat pelaksanaan strategi transformasi yang sedang berjalan.

Langkah-langkah transformasi finansial yang diterapkan WIKA sejak 2023 menunjukkan hasil konkret melalui penurunan utang, efisiensi biaya, serta peningkatan manajemen kas dan piutang. Pendekatan menyeluruh ini membuat struktur keuangan perusahaan menjadi lebih kuat dan adaptif.

Dengan pembaruan sistem tata kelola, restrukturisasi utang, serta seleksi proyek yang lebih sehat, WIKA memperkuat posisi sebagai salah satu BUMN konstruksi yang mampu bertransformasi secara progresif. Transformasi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat daya tahan perusahaan jangka panjang.

Kinerja keuangan yang sehat menjadi modal utama WIKA untuk tetap relevan dan kompetitif dalam sektor konstruksi. Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dinilai akan mempercepat proses penyehatan yang tengah berlangsung dan memastikan keberlanjutan usaha perusahaan ke depan.(*)

Tags: Agung Budi Waskitodigitalisasi BUMNefisiensi biayaERP WIKAkeuangan BUMNkonstruksi nasionallean constructionpembayaran bulananpiutangpiutang bermasalahproyek konstruksirestrukturisasi keuangantransformasi bisnisutang usahaWIKA
Post Sebelumnya

BRI Masuk TOP 5 Perusahaan Publik ASEAN

Post Selanjutnya

BSI Tumbuh Lewat Zakat Hijau dan Sukuk Sosial

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
BSI Tumbuh Lewat Zakat Hijau dan Sukuk Sosial

BSI Tumbuh Lewat Zakat Hijau dan Sukuk Sosial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.