EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda HIBURAN
Ubi Singkong Paling Sehat, Begini Caranya

Ubi Singkong Paling Sehat, Begini Caranya

Ubi dan singkong paling sehat dikukus atau direbus. Kulit singkong mengandung racun jika tidak diolah dengan benar.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
6 Agustus 2025
Kategori HIBURAN, KESEHATAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jakarta, EKOIN.CO – Ubi dan singkong menjadi dua sumber pangan lokal yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Keduanya dikenal kaya nutrisi dan dapat diolah dengan berbagai cara. Namun, cara pengolahan yang tepat akan memengaruhi kandungan gizinya dan manfaat kesehatannya. Di sisi lain, muncul kekhawatiran terkait kandungan racun dalam kulit singkong.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Berdasarkan penjelasan Kementerian Kesehatan RI dalam laman resminya, ubi dan singkong memiliki kandungan serat tinggi serta indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi putih. Oleh karena itu, keduanya sering dijadikan alternatif sumber karbohidrat dalam pola makan sehat.

Ubi manis atau ubi jalar paling baik dikonsumsi dengan cara dikukus atau direbus. Menurut penjelasan ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada, pengolahan dengan cara dikukus akan menjaga kandungan beta-karoten dalam ubi agar tidak rusak. Selain itu, proses ini tidak menambah kalori sebagaimana cara digoreng.

Berita Menarik Pilihan

Pinkan Mambo Bikin Sensasi di Awal 2026, Ngamen dan Jualan

Mau ke IIMS 2026? Simak Jadwal, Harga Tiket, dan Daftar Fasilitas Gratis untuk Lansia

Sedangkan singkong juga sebaiknya dikukus atau direbus sebelum dikonsumsi. Dilansir dari laman Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), proses pemasakan seperti perebusan akan menghilangkan sebagian besar zat beracun alami yang terdapat dalam singkong, yaitu senyawa sianida.

Manfaat kesehatan dari ubi dan singkong

Kandungan gizi dalam ubi dan singkong menjadikan keduanya sebagai bahan pangan fungsional. Menurut data Kementerian Kesehatan, ubi mengandung vitamin A, vitamin C, dan antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan kekebalan tubuh, dan membantu regenerasi sel.

Singkong, selain sebagai sumber energi, juga mengandung mineral penting seperti magnesium dan kalsium. Kandungan seratnya membantu meningkatkan kesehatan pencernaan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyebut singkong cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes dalam jumlah moderat.

Lebih lanjut, ubi dan singkong tidak mengandung gluten, sehingga aman dikonsumsi oleh individu dengan sensitivitas gluten atau penderita penyakit celiac. Hal ini disampaikan dalam jurnal kesehatan milik World Health Organization (WHO) yang menyoroti manfaat pangan lokal bebas gluten.

Makanan olahan dari ubi seperti tiwul dan getuk banyak dikonsumsi di daerah pedesaan Indonesia. Meskipun sederhana, makanan tersebut memberikan asupan energi dan serat harian yang cukup baik. Ubi yang dimasak tanpa minyak juga memiliki kandungan lemak sangat rendah.

Sementara itu, olahan singkong seperti tape, keripik, dan lemet lebih beragam, namun pengolahan dengan minyak atau fermentasi dapat mengubah kandungan kalorinya. Oleh karena itu, ahli gizi menyarankan untuk mengutamakan cara masak sehat seperti dikukus atau dipanggang.

Kulit singkong dan kandungan racunnya

Salah satu isu yang kerap dibahas adalah potensi racun dalam kulit singkong. Berdasarkan informasi dari BPOM, kulit singkong mengandung senyawa linamarin, yaitu zat yang dapat berubah menjadi sianida saat dicerna tubuh. Oleh karena itu, kulit singkong tidak disarankan untuk dikonsumsi langsung.

Cara menghilangkan racun tersebut dapat dilakukan dengan mengupas kulit singkong secara bersih dan mencuci singkong sebelum dimasak. Perebusan dalam air mendidih minimal selama 30 menit juga akan membantu mengurangi kandungan linamarin.

Seperti dilansir dari Healthline, kadar racun dalam singkong sangat tergantung pada jenis singkong dan cara pengolahannya. Singkong pahit memiliki kadar racun lebih tinggi dibanding singkong manis. Oleh karena itu, singkong pahit harus diolah dengan lebih hati-hati.

BPOM juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memakan singkong mentah atau setengah matang karena risiko keracunan. Gejala keracunan sianida dari singkong bisa berupa mual, pusing, hingga gangguan pernapasan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Namun, jika diolah secara tepat, singkong aman dikonsumsi dan tetap bermanfaat bagi tubuh. Mengolah singkong menjadi tepung tapioka atau gaplek juga akan mengurangi kandungan racunnya secara signifikan, sebagaimana dijelaskan dalam jurnal Pangan dan Gizi.

Singkatnya, ubi dan singkong tetap menjadi pangan sehat jika diproses dengan benar. Hindari konsumsi kulit singkong dan pastikan proses pemasakan dilakukan sampai matang sempurna untuk mencegah risiko kesehatan.

Sebagai pemanfaatan ubi dan singkong sebagai sumber pangan alternatif sangat baik untuk kesehatan, terutama karena kandungan serat dan mineralnya yang tinggi. Keduanya juga membantu diversifikasi pangan lokal yang lebih berkelanjutan. Manfaat maksimal bisa didapatkan jika memilih metode pengolahan rendah lemak seperti dikukus atau direbus. Untuk keamanan, singkong harus dikupas bersih dan dimasak hingga matang untuk menghindari racun. Dengan pemahaman dan praktik yang tepat, konsumsi ubi dan singkong dapat mendukung pola makan sehat masyarakat Indonesia. ( * )


 

Tags: cara sehatkulit singkongmanfaat giziracun sianidasingkongubi
Post Sebelumnya

Cinta Laura Ajarkan Bijak Secara Finansial di LPS Financial Festival Surabaya

Post Selanjutnya

Reaksi Tak Terduga Netizen Saat Elon Musk Berusaha Ajak Hapus Instagram

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pinkan Mambo Bikin Sensasi di Awal 2026, Ngamen dan Jualan

Pinkan Mambo Bikin Sensasi di Awal 2026, Ngamen dan Jualan

oleh Iwan Purnama
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Mengawali tahun 2026, Pinkan Mambo kembali mencuri perhatian publik dengan pilihan hidup yang jauh dari pakem selebritas...

IMS 2026 Resmi Dibuka, 180 Merek Otomotif Serbu JIExpo Kemayoran

Mau ke IIMS 2026? Simak Jadwal, Harga Tiket, dan Daftar Fasilitas Gratis untuk Lansia

oleh Iwan Purnama
5 Februari 2026
0

Pameran yang berlangsung sampai 15 Februari tersebut tidak sekadar menampilkan produk otomotif terbaru, tetapi juga memadukan unsur hiburan dan gaya...

Kolase foto Dini Kurnia (kiri) dan Ressa Rizky Rosano (kanan). Dini muncul ke publik meminta Ressa mengakui putra mereka, Aldan, di saat Ressa tengah berjuang mendapatkan pengakuan hukum sebagai anak kandung dari penyanyi Denada. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Drama Baru Ressa Rizky Rosano: Muncul Dini Kurnia Mengaku Mantan Istri, Sebut Ada Anak yang Tak Diakui

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

Meski mengaku telah menjalani kehidupan baru dan tidak lagi berkomunikasi dengan Ressa, Dini berharap ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan...

Memaknai Filosofi Tahun Kuda dalam Guratan Desain Vespa 946 Horse (Ist)

Memaknai Filosofi Tahun Kuda dalam Guratan Desain Vespa 946 Horse

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Bagi sebagian orang, kendaraan adalah alat transportasi, namun bagi Vespa, setiap unit adalah kanvas budaya. Menyambut Tahun...

Post Selanjutnya
Reaksi Tak Terduga Netizen Saat Elon Musk Berusaha Ajak Hapus Instagram

Reaksi Tak Terduga Netizen Saat Elon Musk Berusaha Ajak Hapus Instagram

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.