Oslo EKOIN.CO – Pemerintah Norwegia mengumumkan pada Selasa, 5 Agustus 2025, bahwa mereka akan meninjau ulang investasi dana kekayaan negaranya di Israel. Keputusan ini muncul setelah laporan investigatif dari surat kabar Aftenposten yang mengungkap bahwa dana tersebut memiliki saham di perusahaan Israel, Bet Shemesh Engines, yang diketahui memasok suku cadang mesin jet tempur untuk angkatan bersenjata Israel.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Laporan investigasi Aftenposten yang diterbitkan Senin, 4 Agustus 2025, menyebutkan bahwa dana kekayaan Norwegia yang bernilai USD1,9 triliun, yang merupakan dana kekayaan negara terbesar di dunia, terlibat dalam investasi di Bet Shemesh Engines. Perusahaan ini diketahui mendukung operasional militer Israel, terutama dalam konflik di Gaza, yang dinilai telah menyebabkan krisis kemanusiaan.
Langkah pemerintah Norwegia ini dipandang sebagai respons atas kemarahan publik yang meningkat setelah informasi tersebut tersebar luas. Publik Norwegia diketahui sangat memperhatikan isu hak asasi manusia dan hukum internasional, khususnya terkait konflik di Timur Tengah.
Dana Investasi Terbesar Dunia Di Bawah Sorotan
Menteri Keuangan Norwegia, Jens Stoltenberg, yang juga mantan Sekretaris Jenderal NATO, menyatakan bahwa wajar jika publik mempertanyakan arah investasi dana kekayaan negara tersebut. Menurut Stoltenberg, dana itu seharusnya tidak berinvestasi di perusahaan yang bisa berkontribusi terhadap pelanggaran hukum internasional.
“Perang di Gaza bertentangan dengan hukum internasional dan menyebabkan penderitaan yang mengerikan, sehingga wajar jika muncul pertanyaan tentang investasi dana tersebut di Bet Shemesh Engines,” kata Stoltenberg, sebagaimana dikutip oleh media Norwegia, Verdens Gang.
Stoltenberg menambahkan bahwa Norges Bank, lembaga pengelola dana kekayaan Norwegia, bertanggung jawab untuk mengevaluasi setiap investasi berdasarkan pedoman etika yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan serta nasihat dari pengawas etika eksternal.
Pernyataan resmi dari Norges Bank belum dikeluarkan, namun sorotan terhadap keterlibatan dana ini dalam mendukung industri militer Israel telah memicu diskusi luas di kalangan politisi, akademisi, dan masyarakat sipil Norwegia.
Desakan Publik Norwegia Meningkat
Laporan Aftenposten memicu desakan dari berbagai organisasi kemanusiaan di Norwegia yang meminta pemerintah segera menarik investasi dari perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam konflik bersenjata yang dinilai melanggar hukum kemanusiaan internasional.
Koalisi beberapa LSM di Norwegia menyatakan bahwa keterlibatan dana kekayaan negara di Bet Shemesh Engines tidak sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Norwegia.
Pemerintah Norwegia juga mendapat tekanan dari anggota parlemen untuk memberikan penjelasan rinci terkait kriteria investasi dana kekayaan negara, serta mekanisme pengawasan etis yang diterapkan.
Bet Shemesh Engines adalah perusahaan Israel yang diketahui menyediakan suku cadang mesin jet untuk pesawat tempur F-16 dan F-35 yang digunakan militer Israel. Dalam konflik di Gaza, jet tempur ini dikaitkan dengan berbagai serangan yang menyebabkan banyak korban sipil.
Menurut laporan Verdens Gang, proses peninjauan investasi akan dilakukan secepat mungkin. Namun Stoltenberg tidak memberikan tenggat waktu kapan keputusan akhir mengenai investasi ini akan diumumkan.
Sementara itu, para pengamat menilai bahwa keputusan ini berpotensi menjadi preseden bagi negara-negara lain yang juga memiliki dana kekayaan negara untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama di sektor yang sensitif secara politik dan kemanusiaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Norwegia dikenal sebagai negara yang aktif menerapkan prinsip etika dalam investasi publiknya, termasuk menarik investasi dari perusahaan yang terlibat dalam kerusakan lingkungan, pelanggaran HAM, dan produksi senjata.
Kasus investasi di Bet Shemesh Engines kini menjadi ujian besar bagi kredibilitas dan integritas kebijakan investasi Norwegia, serta komitmen negara itu terhadap prinsip-prinsip hukum internasional.
Kementerian Keuangan Norwegia telah menyatakan akan meninjau kembali semua investasi serupa dan memastikan pedoman etika dipatuhi secara ketat di masa depan.
Kesimpulan dari tinjauan ini diperkirakan akan memengaruhi portofolio investasi dana kekayaan negara dan kemungkinan memicu langkah-langkah divestasi di masa mendatang jika ditemukan pelanggaran prinsip etika.
Hingga kini, pemerintah Israel belum memberikan komentar resmi terkait langkah Norwegia ini, namun media lokal di Israel mulai menyoroti kemungkinan dampak ekonomi dari peninjauan ulang tersebut terhadap industri pertahanan dalam negeri.
Langkah Norwegia ini juga mendapat perhatian komunitas internasional dan bisa mendorong negara lain untuk mengadopsi kebijakan serupa, sebagai bentuk tekanan tidak langsung terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam konflik Gaza.
Kebijakan dana kekayaan negara Norwegia selama ini dianggap sebagai acuan global dalam pengelolaan investasi publik yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Sikap Norwegia untuk meninjau investasi di perusahaan militer Israel mencerminkan sensitivitas negara itu terhadap opini publik dan tuntutan etika internasional yang semakin menguat.
Langkah ini berpotensi memperkuat citra Norwegia sebagai negara yang memprioritaskan nilai kemanusiaan dalam setiap keputusan ekonomi dan politiknya.
Sebagai negara dengan dana kekayaan negara terbesar di dunia, kebijakan Norwegia terhadap investasi ini akan menjadi sorotan penting dan dapat menjadi tolok ukur bagi negara lain yang memiliki dana serupa.
Peninjauan investasi oleh Norwegia atas keterlibatan dana negara di industri militer Israel menandakan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap keputusan investasi. Tindakan ini memperlihatkan bagaimana tekanan publik dapat memengaruhi kebijakan negara, terutama dalam isu yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan hukum internasional.
Perkembangan ini juga menekankan pentingnya pengawasan eksternal yang kuat dalam mengelola dana publik, agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh masyarakat. Langkah peninjauan ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan investasi berkelanjutan dan bertanggung jawab secara global.
Masyarakat internasional kini menunggu hasil evaluasi Norwegia terhadap investasi di perusahaan Israel tersebut. Hasil peninjauan diharapkan dapat menjadi referensi baru bagi pendekatan investasi negara di masa depan. Dengan demikian, integritas dana publik bisa tetap terjaga, selaras dengan prinsip-prinsip etika universal yang menghormati martabat manusia.
( * )





