Bekasi,Ekoin.co – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengunjungi kantor BPBD Kota Bekasi pada Jumat, 8 Agustus 2025, usai melaksanakan Salat Jumat di Masjid Al-Amir Pemkot Bekasi. Kunjungan ini bertujuan melihat langsung inovasi dan kegiatan edukasi kesiapsiagaan bencana yang dikembangkan instansi tersebut.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Dalam kunjungannya, Abdul Harris Bobihoe memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan BPBD Kota Bekasi yang dinilai semakin inovatif dan ramah anak. Ia menyebut bahwa banyak fasilitas edukasi yang dirancang untuk menarik perhatian dan mempermudah pemahaman masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai mitigasi bencana.
“Sangat luar biasa, kantor BPBD Kota Bekasi semakin banyak inovasi dan ramah anak. Tadi berkeliling ke ruangan yang penuh dengan edukasi, ruangan simulasi hingga bisa kita lihat taman dengan hewan-hewan yang disukai anak-anak,” ujar Abdul Harris Bobihoe.
Inovasi dan Edukasi Kesiapsiagaan Bencana
Selain fasilitas edukasi, BPBD Kota Bekasi juga menyediakan area simulasi penanganan bencana yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk berlatih langkah-langkah penyelamatan diri. Abdul Harris menjelaskan bahwa ruang terbuka untuk anak-anak ini memberi kesempatan belajar dengan cara yang interaktif dan menyenangkan.
“BPBD saat ini sangat membuka ruang, bukan hanya siap siaga untuk penanganan bencana dan pertolongan saja. Namun saat ini anak-anak diajak untuk mengenal berbagai jenis bencana, memahami langkah-langkah penyelamatan diri, serta berlatih melalui simulasi sederhana dalam menghadapi situasi darurat,” kata Harris.
Kegiatan edukasi tersebut dirancang dengan metode partisipatif, di mana anak-anak dapat terlibat langsung dalam setiap sesi. Dengan begitu, mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga mempraktikkan keterampilan penyelamatan.
Berbagai media visual, permainan edukatif, dan peragaan lapangan menjadi bagian dari strategi pembelajaran di BPBD Kota Bekasi. Hal ini membuat materi kesiapsiagaan bencana lebih mudah dipahami dan diingat oleh peserta, khususnya generasi muda.
Peran Penting Membangun Budaya Tanggap Bencana
Abdul Harris Bobihoe menekankan bahwa membangun budaya kesiapsiagaan sejak usia dini sangat penting. Kota Bekasi sebagai wilayah urban memiliki potensi risiko bencana, baik alam seperti banjir dan gempa, maupun non-alam seperti kebakaran dan kecelakaan industri.
“Anak-anak adalah generasi masa depan. Dengan membekali mereka sejak dini, kita membangun masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai kemungkinan,” ujarnya.
Menurutnya, upaya ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan aman, sehat, dan tanggap darurat. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian saat bencana terjadi.
Program pembelajaran di BPBD Kota Bekasi tidak hanya menyasar anak-anak sekolah, tetapi juga komunitas warga. Kegiatan seperti pelatihan evakuasi, penanganan kebakaran, dan penggunaan alat keselamatan diberikan secara berkala.
Sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat diharapkan terus meningkat. Dengan dukungan berbagai pihak, pesan kesiapsiagaan bencana dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Partisipasi aktif warga menjadi indikator keberhasilan program ini. Semakin banyak masyarakat yang memahami prosedur penanganan bencana, semakin tinggi tingkat kesiapan daerah tersebut dalam menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan seperti ini juga berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Dengan inovasi yang mengedepankan edukasi menyenangkan, pembelajaran tentang bencana dapat diterima secara luas tanpa rasa takut berlebihan.
Masyarakat pun mulai menyadari bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kewajiban bersama. Peran aktif keluarga dalam mengajarkan anak-anak tentang langkah penyelamatan menjadi langkah kecil namun berdampak besar.
Selain itu, program edukasi yang dijalankan BPBD Kota Bekasi diharapkan mampu meminimalisir kepanikan ketika bencana datang. Pengetahuan dasar seperti jalur evakuasi, titik kumpul, dan penggunaan peralatan darurat dapat menyelamatkan banyak nyawa.
Dengan semakin banyaknya inovasi, keberadaan BPBD Kota Bekasi semakin mendapat perhatian publik. Fasilitas yang tersedia diharapkan terus berkembang agar mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang lebih luas.
Secara keseluruhan, kunjungan Abdul Harris Bobihoe menjadi momentum untuk memperkuat komitmen semua pihak dalam membangun budaya tanggap bencana di Kota Bekasi.
Upaya pencegahan dan mitigasi tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran yang berkesinambungan. Oleh karena itu, sinergi pemerintah dan masyarakat harus terus dijaga.
Kesadaran sejak dini akan membentuk generasi yang siap menghadapi risiko bencana, sehingga mampu melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.
Peningkatan fasilitas edukasi dan simulasi di BPBD Kota Bekasi menjadi langkah nyata pemerintah dalam melindungi warganya dari ancaman bencana di masa depan.
Melihat perkembangan tersebut, diharapkan masyarakat terus berpartisipasi aktif dalam setiap program yang dijalankan. Dengan begitu, Kota Bekasi akan menjadi wilayah yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga tangguh dalam menghadapi situasi darurat.





