Jakarta Timur EKOIN.CO – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaksanakan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur, Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini bertujuan membentuk budaya bersih dan sehat bagi generasi unggul dalam rangka Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis Bisma Staniarto menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pengelolaan sampah dan penerapan pola hidup sehat sejak usia dini.
“Kegiatan sosialisasi ini mengajarkan para siswa untuk memilah sampah berdasarkan golongannya. Mulai dari sampah organik, anorganik, dan sampah dari Bahan Beracun dan Berbahaya (B3). Selain itu, para siswa juga diajarkan untuk mempraktikkan langsung cara cuci tangan yang baik dan benar,” ungkap Dirjen Bisma.
Acara ini diikuti oleh seluruh siswa SRMP 6 Handayani yang merupakan salah satu Sekolah Rakyat Tahap I yang baru diresmikan Kementerian PU pada 14 Juli 2025.
Sosialisasi ini menggabungkan metode edukasi dan praktik langsung. Para siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga melakukan simulasi pengelolaan sampah dan kebersihan diri.
Pembentukan Karakter Sejak Usia Sekolah
Selain Dirjen Bisma, hadir pula Penasihat DWP Kementerian PU Irma Dody Hanggodo yang memberikan pesan khusus kepada pihak sekolah.
“Untuk sarana prasarananya agar dijaga dan di-maintenance. Dan selalu ingatkan para siswa untuk terus menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lingkungan bersama. Supaya, sarana dan prasarana yang telah dibangun ini tetap bagus dan berumur panjang,” ujar Irma.
Irma juga menekankan pentingnya pembentukan karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan sejak di bangku sekolah.
SRMP 6 Handayani berdiri di atas lahan seluas 1 hektare, memiliki 3 rombongan belajar dengan total kapasitas 75 siswa.
Selain ruang kelas, sekolah ini juga dilengkapi 40 unit kamar yang terbagi di dua asrama, masing-masing 20 unit untuk siswa laki-laki dan 20 unit untuk siswa perempuan.
Sarana Pendukung Pendidikan dan Kesehatan
Kementerian PU memastikan seluruh sarana pendidikan di sekolah ini dirancang untuk mendukung kesehatan dan kenyamanan siswa.
Di setiap sudut sekolah telah dipasang fasilitas tempat sampah terpilah, wastafel cuci tangan, dan area terbuka hijau untuk edukasi lingkungan.
Dengan fasilitas tersebut, siswa dapat langsung mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat setiap hari.
Selain itu, pihak sekolah telah membentuk tim kebersihan yang melibatkan guru dan siswa untuk memastikan semua fasilitas terjaga dengan baik.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Jakarta Timur dan daerah lain untuk menerapkan konsep serupa.
Menurut Kementerian PU, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah akan berdampak pada kualitas kesehatan siswa di masa depan.
Upaya ini sejalan dengan program nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia.
Pihaknya berharap, kegiatan sosialisasi seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan.
Melalui pembiasaan sejak dini, siswa akan lebih mudah menginternalisasi nilai kebersihan, kesehatan, dan kepedulian lingkungan.
Dengan demikian, generasi yang lahir dari lingkungan pendidikan seperti SRMP 6 Handayani akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Program ini diharapkan juga dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan sekolah, sekaligus mengajarkan siswa menjadi agen perubahan di lingkungannya.
Kementerian PU menutup kegiatan dengan penyerahan simbolis fasilitas kebersihan tambahan kepada pihak sekolah sebagai bentuk dukungan.
Saran yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah perlunya memperluas program serupa ke seluruh sekolah, baik di perkotaan maupun pedesaan. Mengintegrasikan pendidikan kebersihan dengan kurikulum akan memperkuat perilaku positif siswa.
Sekolah diharapkan membangun kemitraan dengan pihak terkait untuk mendukung sarana kebersihan dan kesehatan. Dukungan masyarakat sekitar juga menjadi kunci keberhasilan program ini.
Pendidikan tentang pengelolaan sampah harus dilakukan terus-menerus agar menjadi kebiasaan yang melekat pada siswa.
Melalui peran aktif guru, siswa, dan orang tua, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat akan menjadi budaya sekolah.
Jika budaya ini terjaga, dampaknya akan meluas hingga ke rumah tangga dan lingkungan masyarakat secara umum. ( * )
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





