EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA KRIMINAL
Dua Petugas Imigrasi Bali Terancam Tipikor Bantu Sindikat Rusia Pemerasan Turis Asing

Dua Petugas Imigrasi Bali Terancam Tipikor Bantu Sindikat Rusia Pemerasan Turis Asing

Dua petugas Imigrasi Bali diduga terlibat sindikat kriminal Rusia dan kini terancam jeratan Tipikor. Kasus pemerasan ini mencoreng citra pariwisata Bali dan memicu penerapan pasal Tipikor.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
11 Agustus 2025
Kategori KRIMINAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

DENPASAR, EKOIN.CO – Kasus dugaan pemerasan dan penganiayaan turis asing di Bali menyeret dua petugas Imigrasi yang diduga menjadi beking kelompok kriminal asal Rusia. Polisi membuka peluang menjerat keduanya dengan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN di sini

Kedua petugas tersebut berinisial EE (24) dan YB (24), yang bertugas mengawasi pergerakan warga negara asing di Pulau Dewata. Alih-alih menjalankan tugas, mereka justru diduga membantu melancarkan aksi kelompok kriminal.

Mereka disebut terlibat bersama dua warga negara Rusia, IV (30) dan IS (33), yang menjadi pelaku utama. Dugaan ini muncul setelah serangkaian laporan dan hasil penyelidikan lapangan mengaitkan mereka dengan aksi pemerasan terorganisir.

Lonjakan jumlah turis Rusia ke Bali dari 2022 hingga 2024—bahkan meningkat tiga kali lipat—turut menjadi latar belakang kasus ini. Situasi politik dan sosial di Rusia, seperti konflik Ukraina dan kebijakan wajib militer, membuat banyak warganya memilih Bali untuk tinggal atau berlibur jangka panjang.

Modus dan Keterlibatan dalam Aksi Kriminal

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Bali, Kombes Pol Gede Adhi Mulyawarman, mengungkapkan bahwa penyidik masih berkoordinasi dengan Ditreskrimsus Polda Bali terkait penerapan pasal Tipikor.

Berita Menarik Pilihan

Menggelegar Suara Prabowo di Depan Ulama, Kutip Surat Ar Ra’d Ayat 11 untuk Babat Koruptor

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Penyidik menduga keempat tersangka terlibat dalam penganiayaan dan percobaan perampokan terhadap WNA asal Leuthania, Roman Smeliov Rusia (42). Aksi itu terjadi di rumah korban, Perum Sakura, Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Rabu (9/7/2025) pukul 23.30 Wita.

“Lagi kita dalami, sementara mereka terlibat dalam penganiayaan dan percobaan perampokan,” ujar Mulyawarman.

Berdasarkan laporan korban, kelompok tersebut mencoba merampas harta benda dengan kekerasan, namun berhasil digagalkan. Korban melapor tak lama setelah kejadian.

Hasil penyelidikan menggunakan metode scientific crime investigation mengungkap bahwa para tersangka telah melakukan pemerasan terhadap WNA di 27 tempat kejadian perkara (TKP) dari Januari hingga Juli 2025.

Pemetaan TKP dan Keuntungan Ilegal

Lokasi kejahatan para tersangka terbagi menjadi beberapa wilayah. Enam TKP berada di Jimbaran, Canggu, Legian, dan Kuta (Maret–Juli 2025). Tujuh TKP lainnya ditemukan di Kabupaten Badung dan Denpasar (Januari–Maret 2025).

Sementara itu, 14 TKP teridentifikasi di wilayah Denpasar dalam kurun Januari hingga Juli 2025. Kejahatan mereka menyasar turis asing yang dinilai memiliki kemampuan finansial tinggi.

Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya mengungkapkan, meski jumlah TKP mencapai 27, baru satu korban yang melapor resmi. “Total 27 TKP, didapat hasil dibagi rata, masing-masing mendapat sekitar ratusan juta rupiah. Namun, ini masih kami dalami karena korbannya belum ketemu, baru satu (yang melapor),” jelasnya.

Kuat dugaan bahwa keuntungan dari hasil kejahatan tersebut dinikmati bersama oleh para pelaku, termasuk dua petugas Imigrasi yang kini terancam jeratan pasal Tipikor.

Penyidik juga mengumpulkan bukti elektronik, rekaman CCTV, serta keterangan saksi dari lokasi kejadian untuk memperkuat dugaan keterlibatan seluruh tersangka.

Aksi para pelaku ini dinilai merusak citra pariwisata Bali dan memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri wisata. Turis asing diimbau meningkatkan kewaspadaan saat berinteraksi dengan pihak yang mengaku aparat.

Masyarakat lokal pun diminta melaporkan jika mengetahui adanya dugaan tindak pemerasan atau penganiayaan, terutama yang melibatkan aparat negara. Hal ini penting untuk memastikan proses hukum berjalan transparan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan internal di instansi pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan pengawasan orang asing, perlu diperketat untuk mencegah penyalahgunaan wewenang.

Proses hukum terhadap keempat tersangka masih berjalan. Jika terbukti bersalah, dua petugas Imigrasi itu bisa menghadapi hukuman berat sesuai ketentuan pasal Tipikor.

Polda Bali berkomitmen menuntaskan kasus ini secara tuntas, termasuk memburu korban lain yang belum melapor. Langkah ini diharapkan dapat menutup ruang gerak bagi sindikat serupa di masa mendatang.

Keberhasilan mengungkap kasus ini sekaligus diharapkan memberi sinyal kuat bahwa aparat penegak hukum di Bali tidak mentolerir pelanggaran hukum yang merugikan wisatawan maupun citra daerah.

Pemerintah daerah Bali juga tengah mengkaji langkah preventif tambahan, seperti peningkatan patroli dan pengawasan terpadu di wilayah rawan kejahatan terhadap turis asing.

Upaya pemulihan citra pariwisata Bali dipandang mendesak agar kepercayaan wisatawan mancanegara tetap terjaga, terlebih di tengah tingginya minat wisatawan Rusia berkunjung ke Pulau Dewata.

Masyarakat internasional menanti hasil penegakan hukum atas kasus ini sebagai bukti komitmen Indonesia dalam melindungi wisatawan asing dan menjaga integritas lembaga negara.

Langkah tegas terhadap oknum aparat yang terlibat diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus serupa dan memperkuat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di tanah air.

Saran: Masyarakat perlu aktif memantau lingkungan sekitar dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Aparat internal instansi pemerintah harus memperketat pengawasan terhadap personelnya. Koordinasi antarinstansi penegak hukum perlu diperkuat untuk mencegah kolusi antara aparat dan pelaku kriminal. Wisatawan diimbau menggunakan layanan resmi dalam setiap aktivitasnya. Media berperan penting dalam mengawasi proses hukum agar transparan.

Kasus ini menunjukkan pentingnya penegakan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap aparat negara. Lonjakan wisatawan asing harus diimbangi dengan keamanan yang memadai. Jeratan Tipikor diharapkan menjadi efek jera bagi pelaku. Kepercayaan publik perlu dipulihkan melalui langkah tegas dan transparan. Bali harus tetap aman sebagai destinasi wisata dunia. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Imigrasi BaliKriminal RusiaPemerasan TurisPolda BaliTipikorwisatawan asing
Post Sebelumnya

Indonesia Bangun Pabrik Biodiesel di Merauke, Ditargetkan Beroperasi Tahun 2027

Post Selanjutnya

Gen Z Pilih Kerja Jadi Tukang Listrik dan Ledeng, Ogah Ngantor

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Menggelegar Suara Prabowo di Depan Ulama, Kutip Surat Ar Ra’d Ayat 11 untuk Babat Koruptor

Menggelegar Suara Prabowo di Depan Ulama, Kutip Surat Ar Ra’d Ayat 11 untuk Babat Koruptor

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pengarahan Presiden Prabowo Subianto saat pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) berapi-api. Dia menegaskan komitmennya terus maju...

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Post Selanjutnya
Gen Z Pilih Kerja Jadi Tukang Listrik dan Ledeng, Ogah Ngantor

Gen Z Pilih Kerja Jadi Tukang Listrik dan Ledeng, Ogah Ngantor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.