EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Populasi Pria Usia Wajib Militer di Korea Selatan Anjlok, Kekuatan Militer Terancam

Populasi Pria Usia Wajib Militer di Korea Selatan Anjlok, Kekuatan Militer Terancam

Korea Selatan menghadapi krisis demografi yang berdampak serius pada kekuatan militernya. Populasi pria usia wajib militer menurun drastis, menyebabkan jumlah tentara menyusut 20% dalam enam tahun terakhir menjadi 450.000 personel. Penurunan ini, yang disebabkan oleh tingkat kelahiran terendah di dunia, mengakibatkan kekurangan 50.000 tentara dari jumlah ideal. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap kesiapan pertahanan negara, terutama di tengah status perang dengan Korea Utara yang memiliki militer aktif jauh lebih besar.

Ray oleh Ray
11 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Sebuah krisis baru kini mengancam Korea Selatan, bukan dari konflik, melainkan dari masalah populasi. Penurunan drastis populasi pria usia wajib militer di negara tersebut berdampak signifikan pada kekuatan militer Negeri Ginseng. Laporan terbaru dari Kementerian Pertahanan Korea Selatan menunjukkan bahwa jumlah tentara telah menyusut hingga 20% dalam enam tahun terakhir.

Saat ini, jumlah personel militer aktif Korea Selatan berada di angka 450.000 jiwa, sebuah penurunan tajam jika dibandingkan dengan jumlah 690.000 jiwa pada tahun 2000. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh rendahnya angka kelahiran di negara tersebut. “Sebagian besar disebabkan oleh penurunan tajam populasi pria usia wajib militer di negara dengan angka kelahiran terendah di dunia,” demikian isi laporan tersebut, seperti yang dimuat Reuters pada Senin ini.

Data pemerintah juga menunjukkan fakta yang mencemaskan. Dalam periode antara 2019 dan 2025, populasi pria berusia 20 tahun — usia di mana sebagian besar pria mendaftar wajib militer — menurun 30% menjadi 230.000 jiwa. Keadaan ini menimbulkan kekhawatiran besar. Laporan itu menambahkan, “Penurunan drastis jumlah pria yang tersedia untuk dinas militer juga menyebabkan kekurangan jumlah perwira dan dapat mengakibatkan kesulitan operasional jika terus berlanjut.”

Militer Korea Selatan saat ini masih kekurangan 50.000 tentara dari jumlah yang memadai untuk menjaga kesiapan pertahanan, khususnya mengingat negara tersebut masih dalam status perang dengan Korea Utara. Sekitar 21.000 dari kekurangan tersebut terjadi pada jajaran bintara. Sebagai perbandingan, menurut data militer tahun 2022, Korea Utara memiliki militer aktif sekitar 1,2 juta jiwa.

Korea Selatan sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan masyarakat yang mengalami penuaan tercepat di dunia. Tingkat kesuburannya juga menjadi yang terendah di dunia, yaitu 0,75 pada tahun 2024, yang mencerminkan jumlah rata-rata bayi yang diharapkan dimiliki seorang perempuan selama masa reproduksinya.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Tags: angka kelahiranbintaraKorea SelatanKorea Utarakrisis demografimiliter menyusutpertahananpopulasiReuterswajib militer
Post Sebelumnya

Australia Siap Mengakui Negara Palestina, Ikuti Langkah Negara Lain

Post Selanjutnya

Donald Trump Perintahkan Pemindahan Gelandangan dari Washington D.C.

Ray

Ray

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Donald Trump Perintahkan Pemindahan Gelandangan dari Washington D.C.

Donald Trump Perintahkan Pemindahan Gelandangan dari Washington D.C.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.