Jakarta, EKOIN.CO – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan perintah tegas untuk menyingkirkan para gelandangan dari ibu kota, Washington D.C. Keputusan ini diambil meskipun data menunjukkan penurunan angka kejahatan di kota tersebut. Trump beralasan, peningkatan kejahatan adalah penyebab utama dari langkah yang diambilnya.
Dalam unggahan di laman Truth Social, seperti dimuat oleh CNBC International, Trump menyatakan, “Para tunawisma harus segera pindah.” Ia menambahkan, “Kami akan memberi Anda tempat tinggal, tetapi JAUH dari Ibu Kota.” Pernyataan ini merupakan kelanjutan dari upaya sebelumnya yang berfokus pada perintah eksekutif yang memudahkan kota-kota untuk memindahkan para tunawisma. Unggahan terbaru di media sosialnya menjadi sinyal kuat bahwa ia ingin menindaklanjuti rencana ini, khususnya di ibu kota negara.
“Semuanya akan terjadi dengan sangat cepat, seperti di Perbatasan,” tulisnya lagi, membuat perbandingan dengan kebijakan imigrasi. “Kita berubah dari jutaan orang yang datang, menjadi NOL dalam beberapa bulan terakhir. Ini akan lebih mudah – Bersiaplah!”
Trump juga menegaskan tidak akan ada lagi perlakuan lunak. “Tidak akan ada lagi ‘Tuan Baik’. Kita ingin Ibu Kota KEMBALI,” katanya.
Di lain pihak, data yang dilansir Departemen Kehakiman AS menunjukkan fakta yang berbeda. Kejahatan dengan kekerasan di kota itu pada tahun 2024 berada di titik terendah dalam 30 tahun. Kasus-kasus seperti pembunuhan, perampokan, dan pembajakan mobil bersenjata semuanya telah menurun. .
Rencananya, akan ada konferensi pers pada Senin ini, di mana Trump akan mengumumkan “Kebersihan dan Renovasi Fisik Umum serta Kondisi Ibu Kota” yang menurutnya “dulu indah dan terawat dengan baik”.
Wali Kota Washington D.C., Muriel Bowser, menanggapi pernyataan Trump dengan kritis. Dalam wawancaranya di MSNBC, ia berujar, “Perbandingan apa pun dengan negara yang dilanda perang adalah hiperbolik dan keliru.” Bowser juga menambahkan, “Saya juga ingin mengatakan bahwa kami selalu ingin menjadi lebih baik, dan ada jauh lebih banyak daripada kota lain mana pun di Amerika di mana pemerintah federal dapat membantu Distrik Columbia.”





