EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda BERANDA
Usai PBB Naik, Bupati Pati Kembali PHK Massal RSUD Pati, Dituding Arogan

Usai PBB Naik, Bupati Pati Kembali PHK Massal RSUD Pati, Dituding Arogan

Ratusan pegawai RSUD Pati dipecat tanpa pesangon. Aksi damai besar akan digelar 13 Agustus 2025.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
11 Agustus 2025
Kategori BERANDA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

PATI, EKOIN.CO – Polemik kebijakan Bupati Pati, Sudewo, kembali memicu gelombang protes. Setelah publik digemparkan oleh kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga 250%, kini ratusan pegawai RSUD Soewondo Pati dipecat tanpa pesangon. Kebijakan ini menuai tudingan arogansi dari berbagai pihak.
(Baca Juga : Kenaikan PBB Pati 250%)

Sebanyak 220 pegawai honorer diberhentikan mendadak. Mereka yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun kini terpaksa menganggur. Mantan pegawai tersebut berencana bergabung dengan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dan akan menggelar aksi damai pada Rabu, 13 Agustus 2025.
(Baca Juga : Aksi Damai Pati)

Ratusan Pegawai Kehilangan Pekerjaan

Para korban PHK ini membentangkan spanduk protes di depan publik. Mereka menuntut adanya solusi dan pesangon, mengingat masa pengabdian yang panjang. “Di-PHK sejumlah 220 orang itu beda-beda formasinya, kami tidak ada pesangon, kami hanya mendapatkan JMO,” ujar Ruha, mantan pegawai yang telah mengabdi 20 tahun.

Aplikasi JMO yang dimaksud adalah Jamsostek Mobile untuk pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan. Namun, bagi banyak korban PHK, bantuan itu jauh dari cukup untuk mengganti sumber penghasilan utama.
(Baca Juga : Tenaga Honorer Diberhentikan)

Roni, pegawai lain yang juga bekerja selama dua dekade, mengaku kesulitan mencari pekerjaan baru karena faktor usia. Ia menilai langkah Bupati Sudewo kontradiktif. “Dulu kita di PHK 220, sekarang malah mau menambah 330-an,” ungkapnya.

Berita Menarik Pilihan

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

BSI Maslahat Dukung Pendidikan Lewat Bantuan Rp6 Miliar di IPB

Tudingan Arogansi Bupati

Nimerodi Gulo, pengacara Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, menegaskan bahwa PHK ini adalah wujud arogansi kekuasaan. Ia menilai pernyataan Bupati yang mempersilakan pegawai tak terima untuk melapor ke aparat sebagai sikap yang tidak pantas.

“Banyak persoalan lain yang harus dituntaskan. Kita minta agar hentikan arogansimu Bupati, Anda adalah pelayan rakyat,” tegasnya.
(Baca Juga : Aksi Protes Bupati)

Aliansi menuntut evaluasi terhadap semua kebijakan kontroversial Bupati Pati, mulai dari kenaikan PBB hingga kebijakan efisiensi yang berujung pemecatan. Mereka menganggap, bila dibiarkan, pola ini akan merugikan banyak warga.

Dukungan terhadap aksi 13 Agustus terus mengalir. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan hingga komunitas lokal, siap turun ke jalan. Titik kumpul akan dipusatkan di alun-alun Pati, yang diperkirakan akan dipadati massa.

Aksi damai ini diharapkan menjadi momentum untuk menuntut perubahan kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat, sekaligus mengingatkan pemerintah daerah bahwa jabatan adalah amanah, bukan alat arogansi.


Gelombang protes terhadap Bupati Pati semakin menguat seiring kasus PHK massal di RSUD Soewondo. Dukungan publik kian luas, memperkuat tekad aksi 13 Agustus.

Perlu ada mediasi antara pemerintah daerah dan para mantan pegawai untuk mencari solusi win-win. Ke depan, setiap kebijakan harus dikaji secara matang agar tidak menimbulkan gejolak serupa.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


.

Tags: aksi damaiarogansiBupati PatiPBB-P2PHK massalRSUD Soewondo
Post Sebelumnya

Museum ITB Resmi Diluncurkan di Bandung

Post Selanjutnya

BPKP Dampingi Agrinas Palma 20 Hari

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Kemenangan 2-0 ini membawa Macan Kemayoran naik ke posisi dua klasemen sementara BRI Super League. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

oleh Danang F Pradhipta
30 Januari 2026
0

​"Kami datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kami tahu main di sini (Tangerang) selalu sulit, tapi hari ini efektivitas penyelesaian akhir...

BSI Maslahat dan IPB Perkuat Akses Pendidikan dan Sarana Keagamaan bagi Mahasiswa. Sumber dok bsimaslahat.or.id

BSI Maslahat Dukung Pendidikan Lewat Bantuan Rp6 Miliar di IPB

oleh Agus DJ
28 Januari 2026
0

Bogor, Ekoin.co - BSI Maslahat Dukung Pendidikan di Indonesia dengan melakukan kolaborasi strategis bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Institut...

Kehadiran konsep hiburan tradisional di tengah kawasan elite ini memicu perdebatan luas terkait etika ruang publik dan legalitas perizinan usaha di awal tahun 2026. (Ekoin.co/Ilustrasi/Istimewa)

PIK 2 Rasa Pantura: Ketika Kawasan Elit Jakarta Utara Tergoda ‘Servis’ Kopi Pangku

oleh Admin EKOIN.CO
23 Januari 2026
0

Di satu sisi, fenomena ini dianggap sebagai keunikan urban, namun di sisi lain, desakan untuk penertiban mulai bermunculan seiring dengan...

Ilustrasi tumpukan emas batangan Logam Mulia Antam di Jakarta. Per Kamis (22/1/2026),

Harga Emas Antam Turun Rp15.000, Investor Jangka Pendek Diminta Waspada

oleh Hasrul Ekoin
22 Januari 2026
0

Misalnya, mereka yang membeli emas pada 22 Januari 2025 di harga Rp 1.606.000 per gram kini masih menikmati yield sebesar...

Post Selanjutnya
BPKP Dampingi Agrinas Palma 20 Hari

BPKP Dampingi Agrinas Palma 20 Hari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.