Jakarta, EKOIN.CO – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) resmi mendapatkan pendampingan intensif dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang sesuai ketentuan hukum. Pendampingan ini akan berlangsung selama 20 hari penuh di kantor pusat perusahaan.
(Baca Juga: Pendampingan GCG BUMN)
Delegasi BPKP yang dipimpin Direktur Pengawasan Badan Usaha Agrobisnis, Infrastruktur, dan Perdagangan, Sasono Adi, diterima langsung oleh Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Jenderal TNI (Purn) Agus Sutomo, SE, beserta jajaran direksi pada Senin (11/8/2025).
BPKP Perkuat Transparansi Tata Kelola
Selama periode pendampingan, tim BPKP akan berkantor langsung di Kantor Pusat PT Agrinas Palma Nusantara. Fokus utama mereka adalah mengawal implementasi tata kelola perusahaan, memperkuat transparansi, serta memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(Baca Juga: Transparansi BUMN)
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Agus Sutomo, menegaskan pentingnya kesempatan ini bagi seluruh jajaran. “Kami berharap pendampingan ini mendorong peningkatan profesionalisme, amanah, serta rasa tanggung jawab dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance di seluruh aspek perusahaan,” ujarnya.
Kehadiran BPKP diharapkan dapat memberi arahan yang komprehensif agar perusahaan mampu meminimalkan risiko, mengoptimalkan potensi bisnis, serta menjaga akuntabilitas publik.
Sinergi Manajemen dan Pengawasan
Turut hadir dalam pertemuan pembukaan, Komisaris Utama Letjen TNI (Purn) R. Wisnoe Prasetja Boedi, Wakil Direktur Utama Kusdi Sastro Kidjan, Direktur SDM dan Umum Memed Kosasih Setia Putra, Direktur Riset, Pengembangan, dan Keberlanjutan Teddy J. Simatupang, serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko M. Fais Fansuri.
(Baca Juga: Sinergi BPKP BUMN)
Direktur Bisnis dan Komersial Zulham S. Koto, Kepala Divisi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan Renaldi Zein, MSi, Senior Executive Vice President Corporate Secretary & ESG Okky Suryono, dan Kepala Divisi Satuan Pengawasan Internal juga hadir, menandai sinergi penuh dari seluruh manajemen.
Pendampingan ini mencakup evaluasi struktur organisasi, proses pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, hingga penerapan keberlanjutan bisnis. Semua diarahkan agar perusahaan tetap adaptif di tengah dinamika pasar global.
Selain itu, BPKP akan memberikan bimbingan teknis, analisis mendalam terhadap laporan keuangan, serta rekomendasi perbaikan berkelanjutan yang berfokus pada akuntabilitas dan transparansi.
Langkah strategis ini selaras dengan komitmen PT Agrinas Palma Nusantara untuk menjadi BUMN sektor agrobisnis yang unggul dan terpercaya di tingkat nasional maupun internasional.
(Baca Juga: GCG Agrobisnis)
Ke depan, hasil pendampingan akan menjadi tolok ukur peningkatan kinerja, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi persaingan industri berbasis kelapa sawit.
Penerapan GCG yang konsisten diyakini mampu mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat, mengurangi potensi penyimpangan, dan memperkuat kepercayaan stakeholder.
Pendampingan BPKP ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan yang berharga bagi seluruh manajemen dan karyawan, terutama dalam membangun budaya kerja yang patuh hukum dan berorientasi pada hasil.
Dengan dukungan penuh seluruh jajaran, PT Agrinas Palma Nusantara optimistis mampu mewujudkan tata kelola yang tidak hanya sesuai regulasi, tetapi juga relevan dengan tuntutan pasar dan masyarakat.
Langkah kolaboratif ini menjadi contoh bagaimana pengawasan yang konstruktif dapat menjadi katalis bagi transformasi korporasi yang berkelanjutan.
(Baca Juga: Transformasi BUMN)
Pendampingan 20 hari oleh BPKP di PT Agrinas Palma Nusantara adalah langkah strategis memperkuat penerapan Good Corporate Governance.
Keterlibatan seluruh jajaran manajemen memastikan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Hasil pendampingan diharapkan memberikan rekomendasi berkelanjutan untuk meminimalkan risiko.
Langkah ini menjadi tolok ukur penguatan tata kelola BUMN agrobisnis nasional.
Sinergi BPKP dan manajemen menjadi model positif untuk korporasi lain.
Perusahaan sebaiknya mengimplementasikan seluruh rekomendasi BPKP secara konsisten.
Pengawasan internal harus diperkuat pasca pendampingan agar hasilnya berkelanjutan.
Transparansi publik perlu ditingkatkan melalui laporan berkala.
Budaya GCG harus ditanamkan ke seluruh level karyawan.
Kerja sama dengan lembaga pengawas eksternal dapat dilanjutkan untuk penguatan tata kelola.
( * )
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





