MOSKOW EKOIN.CO – Rusia kembali menggempur aset militer Ukraina dalam operasi presisi yang dilaporkan Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu (6/8/2025). Serangan ini menghancurkan kendaraan tempur di dekat Vyemka serta dua pos kendali UAV berat di wilayah Seversk. Aksi ini menambah eskalasi konflik bersenjata yang terus meningkat di kawasan tersebut.
(Baca Juga : Rusia Peringatkan Balas Serangan)
Rekaman resmi yang dirilis memperlihatkan ledakan besar saat kendaraan tempur milik Ukraina terbakar hebat. Api berkobar tinggi di lokasi, diikuti kepulan asap tebal yang membumbung di langit. Dua pos kendali UAV berat Ukraina juga dilaporkan hangus dalam serangan yang sama.
(Baca Juga : Ukraina Kerahkan Drone Tempur)
Serangan Presisi Rusia di Seversk
Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan bahwa serangan ini dilakukan dengan senjata berpemandu presisi, menargetkan titik vital komando dan peralatan perang Ukraina. Namun, waktu pasti pelaksanaan operasi tersebut tidak diungkapkan demi alasan keamanan militer.
Wilayah Seversk diketahui menjadi salah satu jalur strategis dalam pergerakan pasukan Ukraina. Dengan hancurnya dua pos kendali UAV, kemampuan pengawasan dan serangan udara Ukraina diyakini akan mengalami gangguan signifikan.
(Baca Juga : Serangan Udara di Donetsk)
Serangan ini juga disebut sebagai upaya Rusia melemahkan sistem pertahanan udara Ukraina yang kian mengandalkan teknologi drone. Kehancuran ranpur dan fasilitas kendali UAV diyakini akan memperlambat respons militer Ukraina di garis depan.
Ukraina Belum Beri Tanggapan
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Ukraina mengenai klaim Rusia tersebut. Situasi di wilayah timur Ukraina masih tegang, dengan pertempuran darat dan udara yang terus berlangsung.
Pengamat militer menilai, serangan presisi ini menunjukkan bahwa Rusia mengincar titik-titik koordinasi tempur Ukraina untuk mengurangi efektivitas komando dan kontrol lawan.
(Baca Juga : Konflik Rusia-Ukraina Memanas)
Di sisi lain, belum dapat dipastikan apakah serangan tersebut akan diikuti langkah ofensif darat di sektor yang sama. Rusia kerap melakukan gempuran udara sebelum melancarkan serangan darat terkoordinasi.
Sementara itu, laporan lapangan dari media independen belum dapat memverifikasi secara langsung klaim kerugian yang disebutkan Kementerian Pertahanan Rusia.
Ketidakpastian ini membuat masyarakat internasional menunggu laporan resmi dari kedua belah pihak. Konflik yang telah berlangsung lebih dari dua tahun ini terus memicu kekhawatiran akan terjadinya eskalasi yang lebih luas.
Serangan terbaru ini menambah daftar panjang operasi militer Rusia yang menargetkan infrastruktur militer penting Ukraina. Baik ranpur maupun pos kendali UAV menjadi aset vital yang mempengaruhi kelancaran operasi tempur.
Meski demikian, Ukraina diyakini akan mencari cara untuk memulihkan sistem komando dan memperkuat pertahanan di wilayah timur. Langkah balasan kemungkinan akan disesuaikan dengan situasi di garis depan.
Dengan medan perang yang dinamis, setiap serangan dapat mengubah peta kekuatan di lapangan. Rusia dan Ukraina terus terlibat dalam aksi saling serang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
.





